
David papah lyra yang baru datang di apartemen putri nya, Mendengar pertengkaran di dalam kamar putri nya langsung menerobos ke dalam kamar. Melihat putri nya yang bersujud di kaki istri nya membuat david merasa bingung.
"Ada Apa ini." Tanya david yang baru datang kepada putri dan istri nya.
"Apa papah tau, Anak perempuan kita yang kita besarkan dengan kasih sayang sudah kehilangan kehormatan nya." Sarah yang memberi penjelasan kepada suami nya, Menghadap wajah suami nya dengan wajah memerah karena tersulut emosi.
"Pah Lyra bisa jelas sin pah." Dengan air mata yang terus mengalir Lyra meminta kesempatan kepada papah nya untuk menjelaskan kejadian yang sebenar nya.
Dengan kasar sarah mendorong tubuh Lyra hingga membuat lyra terjatuh,"Jelasin apa, Apa yang ingin kamu jelasin..." Sarah yang masih emosi, Menghapus air mata nya yang memenuhi pipi nya akibat perbuatan anak nya.
Lyra yang membuat mamah nya menangis,Sangat merasa bersalah. Baru kali ini mamah nya menangis akibat kelakuan nya.
David yang melihat Istri nya bersikap kasar kepada putri nya, sehingga membuat putri nya terjatuh. Mendekat ke arah putri Kemudian memeluk putri dengan erat.
"Pah... Lyra bisa jelasin pah... Hiks Hiks Hiks." Tangis Lyra mulai pecah saat berada di pelukan papah nya, David memang sangat menyayangi Lyra. Putri kecil nya yang sudah terlihat tampak dewasa.
Sarah yang melihat suami nya memeluk putri dengan erat hanya memalingkan muka, Menahan emosi nya.
"Mulai hari ini mamah tidak mengizinkan mu Untuk tinggal sendirian di apartemen, Kamu harus ikut mamah sama papah pulang ke rumah." Ucap sarah emosi.
David yang mendengar ucapan istri nya, Mencoba menenangkan putri nya. Sementara sarah hanya berdiri melihat drama antara ayah dan anak tersebut.
Setelah Lyra sudah mulai terlihat tenang, David pun menangkup wajah putri nya dengan kedua tangan nya.
"Apa yang ingin kamu jelaskan ke papah dan mamah." Bujuk David dengan lembut kepada putri nya.
__ADS_1
Lyra pun mulai menjelaskan satu persatu tentang kejadian yang ia alami selama berada di klub, Hingga membuat nya di perkosa oleh max pada saat berada di dalam klub tersebut.
David yang mendengar Penjelasan Putri nya,Kembali menatap istri nya. " Jangan berbuat gegabah terlebih dahulu sebelum mendengar kan penjelasan nya." Ucap David pada istri nya sarah.
Seketika dada sarah merasakan sesak yang teramat parah saat mendengar penjelasan dari putri nya, Bagaimana bisa putri nya mendapat kan pemaksaan Seperti itu.
"Siapa yang melakukan itu kepada mu sayang." Bujuk David kembali kepada Lyra agar mau mengatakan nya, Lyra yang Mengingat kembali kejadian malam itu hanya menangis sesegukan. Dirinya yang tidak mau bertemu kembali kepada pria tersebut yang tak lain adalah max memilih diam dan menangis di hadapan papah nya.
David yang melihat raut wajah putri nya memilih diam, Tidak mempertanyakan kembali kejadian tersebut. Menurut nya yang terpenting sekarang adalah putri nya tetap kembali dalam ke adaan selamat dan bisa berkumpul kembali pada nya dan istri nya.
"Maaf pin mamah sayang... Mamah tidak mau mendengar penjelasan dari kamu. Maaf pin mamah." Sarah yang sekarang merasa bersalah, Memeluk tubuh Lyra dengan erat untuk meminta maaf.
"Mah yang salah itu Lyra, Lyra yang tidak bisa menjaga diri Lyra dengan baik... Hiks Hiks Hiks. Maaf pin Lyra mah." Ucap Lyra pelan di pelukan mamah nya.
"Iya sayang." Menurut sarah yang salah sepenuh nya bukan dari putri nya lyra, Melainkan dirinya yang terlalu memberikan kebebasan kepada putri satu satu nya itu.
Setelah selesai mengemasi barang barang nya, David pun membantu barang barang putri untuk di masukkan di dalam mobil, Setelah selasai membereskan barang barang Lyra. David pun masuk ke dalam kursi kemudi untuk mengendarai mobil nya menuju rumah. Sedangkan sarah memilih duduk di belakang menemani putri nya yang Masih terlihat sedih.
*----------*
"Ahkkk." Andrew yang merasa kan pusing di bagian kepala nya Setelah bangun dari sofa, Andrew pun mulai berdiri Untuk melihat jam yang melingkar di tangan nya.
"Sial sudah dari jam berapa gue tidur di sini." Andrew yang merasa kesal, Mengingat terahkir diri nya yang berada di apartemen mira, merasa bingung di mana saat ini dirinya berada. Andrew pun mulai merogoh ponsel nya pada saku celana nya dan mencoba untuk menghubungi jerry assisten nya.
Sambil mencari kontak ponsel jerry, Andrew menjatuh kan tubuh nya di atas sofa kembali.
__ADS_1
Satu panggilan pun langsung di angkat oleh jerry.
"Hallo bro... Apa lo udah sadar hari ini."
"Maksud lo apa. Gue sekarang di mana hah..." Tanya Andrew yang memutar mata nya mencari tahu keberadaan nya sekarang.
"Bukan nya lo berada di kamar mira sekarang." Goda jerry dengan suara serius nya.
Andrew yang mendengar ucapan jerry langsung berdiri dari tempat duduk nya, Di lihat dari bangunan apartemen yang ia tempati sekarang tidak mungkin saat ini dirinya berada di Apartemen mira, Apabila saat ini dirinya masih berada di apartemen mira mungkin juga ia akan memecat jerry karena tidak mau membantu nya menjalankan rencana nya.
Ya memang, Sebelum menuju ke apartemen mira Andrew memang memberikan tugas kepada jerry untuk menjaga diri nya apabila dirinya akan terjadi apa apa. Karena mira yang selalu memberi kan obat tidur maupun obat perangsang kepada dirinya tetapi selalu gagal. Kali ini terbukti juga bahwa mira memberikan nya obat tidur dan perangsang hingga membuat dia tidak sadar kan diri seperti tadi.
"Dasar berani berani nya dia mengerjai ku." Umpat andrew pada jerry Kemudian kembali melakukan panggilan nya, Jerry yang mendengar perkataan marah andrew hanya menggelengkan kepala nya.
"Gue akan potong gaji lo, Kalau lo mengerjaiku."
"Siapa yang mengerjai dirimu." Max yang baru datang mendengar suara bising yang berada di luar kamar nya terbangun. Andrew yang melihat max keluar dari dalam ruangan menatap max dengan tatapan tajam nya.
Merasa andrew menatap nya Dengan mata tajam nya membuat nyali max menciut, Mengingat kejadian beberapa jam tadi membuat max tersenyum kaku di hadapan andrew. Untuk memastikan andrew yang sudah tersadar dari hal gila nya tadi, Membuat max Mendekat kan tubuh nya kepada Andrew pelan.
Andrew yang melihat sikap max kepada dirinya mengernyitkan dahi nya, "Kenapa dirimu Seperti itu." Tanya Andrew yang melihat max berjalan dengan langkah pelan ke arah nya.
"Apa lo sudah waras." Andrew yang mendengar ucapan max hanya tersenyum. "Dasar aneh." Umpat andrew pada max yang kembali menjatuhkan tubuh di atas sofa.
Bersambung.
__ADS_1
...Jangan lupa kak like dan komen nya, Biar author lebih banyak up nya. Kali ini author kasih yang santay santay dulu....
...Mampir juga ya di karya ke dua ku. Sekretaris luguku. Semoga kalian suka...