Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Penyekapan


__ADS_3

Brukkk Brukkk Brukkk.


Glo yang berada di ruang sekapan menggoyang kan kursi dengan keras, Dirinya hanya ingin mengetahui siapa seseorang yang sudah menculik nya saat ini.


"Emmmmm."Glo yang berusaha berteriak di balik plester yang melekat di mulut nya.


Bruuuk Bruuuk Bruuuk.


Dengan keras,Glo tetap menggoyang goyang kursi nya.


Seseorang pria berbadan kekar yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan, Membuat glo menatap nya.


"Diam!" Bentak pria itu keras.


Membuat glo malah menggoyang goyang kan kursinya semakin keras.


Brukkk Brukkk Brukkk.


Pria berbaju hitam itu, Dengan paksa langsung membuka plester yang menutupi mulut glo.


Sreekk.


"Katakanlah apa yang mau Lo katakan." Ujar pria itu menatap wajah glo dengan sorot mata tajam nya.


Kerena plester yang melekat di mulut glo di bukak dengan kasar, Membuat glo meringis kesakitan.


Dengan pelan glo menggeleng kan kepala nya menyetabilkan nyeri di mulut akibat pria di hadapannya.


"Gue di mana sekarang." Tanya glo dengan nada membentak.


Membuat pria kekar dan botak di hadapannya tertawa keras.


"Apa Lo budeg." Bentak glo lagi, Membuat pria itu langsung meraih dagu glo dengan kasar.


"Siapa Lo berani berani nya ngebentak gue."


"Apa Lo bodoh Sampai-sampai tidak bisa bedain antara bertanya dan ngebentak."


Mendengar pertengkaran di dalam gudang penyekapan, Membuat beberapa bodigat yang tadi nya duduk di luar ikut masuk ke dalam.


"Ada apa ini." Tanya ketua bodigat yang bernama Rudy dengan salah satu anggota nya yang berani berani nya masuk ke dalam gudang penyekapan tanpa seizin dirinya.


Bodigat botak itu pun langsung melepaskan tangan nya dari dagu glo.


"Siapa yang nyuruh Lo masuk ke dalam tanpa izin gue." Bentak Rudy.


"Dasar lancang." Imbuh nya lagi.


"Maaf bos saya hanya melihat kondisi nya saja, Karena dirinya membuat gaduh di dalam hingga mengganggu tidur saya." Jawab bodigat botak sedikit terbata bata.

__ADS_1


Rudy hanya mengangguk ngangguk kan kepala mengiyakan ucapan botak, Melihat wanita yang di sekap nya membuat Rudy berjalan ke arah wanita itu yang tidak lain adalah glo.


"Rupanya kamu sudah sadar." Tanya Rudy menyusuri wajah glo dengan jari jari di tangan nya.


Glo pun menghempas kan wajah nya ke kanan, Menatap wajah Rudy dengan ekpresi jijik.


"Siapa kalian, Siapa yang menyuruh kalian menculik ku." Tanya glo dengan nada menantang.


"Settttt, Jangan galak galak cantik. Santai saja." Ucap Rudy dengan menempelkan jari telunjuk nya di bibir glo.


"Cih, Lo jangan sentuh sentuh gue ya dengan tangan kotor mu itu. Jijik gue."


"Ok Ok..." Rudy langsung mengangkat dua tangan nya seperti tahanan yang sedang di bekap polisi.


"Bos kita sedang sibuk, Kalo longgar di akan menemui nanti nya." Ujar Rudy Sambil menghempas kan tangan nya, Meminta anak bawahannya melakban kembali mulut glo.


Glo yang Melihat pria di hadapannya menyobek lakban mencoba mencegah nya. "Tunggu, tunggu dulu."


"Apa lagi sayang." Jawab Rudy membuat glo rasanya ingin muntah dengan ucapan Rudy.


"Gue bisa membayar kalian lebih dari apa yang di berikan oleh bos kalian, Tapi gue mohon. Bantu lepasin gue sekarang."Glo mencoba memberi tawaran kepada beberapa pria di hadapannya.


Rudy yang mendengar tawaran glo langsung menyeringai menatap wajah glo.


"Apa Lo yakin." Tanya Rudy kembali mencoba memastikan.


"Bos gue biasa menggunakan tubuh nya untuk membayar semua nya, Apa Lo yakin mau melakukan itu." Bisik Rudy, Membuat glo semakin emosi dengan Kalimat yang di lontarkan Rudy.


"Gilla lo! Sampai kapanpun gue gak akan ngelakuin itu." Kesal glo mendengar perkataan Rudy, Dengan segera Rudy keluar dari ruang penyekapan dan menyuruh anak buahnya memplester mulut glo dengan lakban.


"Lepasin gue, Lepasin gue sekarang."Teriak glo.


"Diam."Bentak salah satu bawahan Rudy yang langsung memplester mulut glo.


"Emmmmm." Glo yang melihat kepergian segerombolan pria tadi hanya bisa diam menatap nya karena posisi nya sekarang yang tidak bisa berbuat apa apa.


Bruuuk Bruuuk Bruuuk.


Dengan keras glo kembali menggoyang goyang kan tubuh nya agar orang di depan ruangan bisa mendengar dan menolong glo.


Beberapa jam kemudian.


Glo yang Sudah mulai lelah menggoyang goyang kan kursinya hanya bisa diam, Tenaga nya Terasa habis hingga membuat tubuh lemas tak berdaya.


Keringat glo sudah mulai bercucuran akibat ulah nya sendiri, Membuat nya sangat sangat membutuhkan asupan untuk kembali menyetabilkan tubuh nya.


"Emmmmm."


Rudy pun kembali masuk untuk mengecek keadaan glo. "Sudahlah jangan membuang tenaga mu untuk melakukan hal hal yang tidak berguna seperti ini." Ucap Rudy membuat glo semakin emosi dengan ucapan nya.

__ADS_1


"Tolong... Tolong..."


Dengan pelan Rudy membuka lakban glo kembali.


"Lepaskan aku, Aku mohon lepaskan aku sekarang." Rintih glo yang sudah tidak mempunyai tenaga untuk melawan Rudy.


"Jangan mimpi kamu." Ucap Rudy yang langsung keluar ruangan.


*-------*


"Aku takut, Aku takut dengan nya. Hiks Hiks Hiks."


Max yang mendengar suara lyra, Meletakkan ponselnya di atas samping tempat tidur nya.


Kali ini max memilih tidak tidur hanya untuk menjaga lyra, Wanita yang sudah ber status istrinya sekarang dan tengah mengandung anak saat ini.


Melihat lyra yang ternyata hanya mengigau membuat max semakin merasa bersalah karena kelakuan dirinya.


Di lihat wajah cantik istrinya yang memperlihatkan raut kesedihan serta ketakutan dalam dirinya.


"Maafkan aku, Maafkan aku karena sudah membuat mu seperti ini." Max mengusap pucuk kepala lyra pelan.


"Aku takut, Aku mau pergi mah."


"Aku mau pergi."Dengan pelan lyra membuka matanya, Melihat max yang saat ini berada di samping nya membuat lyra dengan cepat berusaha untuk berdiri.


Spontan lyra memundurkan tubuhnya dari hadapan max, "Pergi Pergi." Ucap lyra menatap max dengan ketakutan.


Max yang melihat ekspresi lyra, mencoba meraih tangan nya untuk menenangkan nya.


"Aku Harus pergi dari sini, Aku harus pergi."


" Aku tidak akan apa Apa kan dirimu." Ucap max yang sudah meraih tangan lyra.


"Jangan sentuh aku, Aku mau pergi dari sini. Aku mau."


Dengan Cepat max berusaha memeluk lyra agar lyra tetap bersedia berada di pelukan nya dalam kondisi apapun.


Lyra yang merasa takut dengan max, terus meronta di pelukan max dan Memukul mukul dada bidang max.


"Aku mau pergi dari sini, Lepaskan aku Hiks Hiks Hiks."


Dengan pelan max melepaskan pelukannya. "Aku yang akan pergi dari sini, Aku yang akan pergi dari hadapanmu." Ucap max mulai menurunkan kakinya ke lantai, Dirinya yang akan memilih meninggalkan lyra sejenak agar pikiran nya kembali tenang.


"Sakit.... Hiks Hiks Hiks." Entah mengapa perut lyra kembali merasakan sakit saat ini.


Bersambung.


Jangan lupa like dan komen 😃....

__ADS_1


__ADS_2