
Andrew yang sudah sampai ke ruangan menyalakan HP nya, Beberapa pesan dan panggilan tidak terjawab berasal Dari mama nya dengan segera Andrew menghubungi mama nya kembali.
Dret... dret... dret...
Satu panggilan yang langsung di angkat oleh mama nya Andrew yaitu Jovi.
"Hallo Ndrew glo istrimu sekarang sedang dirawat di rumah sakit." Ucap Jovi yang langsung mengatakan kepada Andrew putra nya.
"Iya mah Andrew akan segera ke sana." Jawab Andrew yang mencari kontak mobil nya setelah itu berjalan menuju mobil untuk segera berangkat ke rumah sakit.
Rumah sakit.
Dirumah sakit Jovi dan Tyas yang sedang menunggu glory di depan ruangan untuk di periksa merasa sangat cemas.
"Tenang kan dirimu jeng, Ingat glo tidak akan kenapa napa." Ucap Tyas yang berusaha menenangkan Jovi.
"Iya." Jawab Jovi yang merasa sedikit tenang, Setelah menunggu beberapa menit di depan ruangan glo akhirnya dokter yang di tunggu tunggu pun keluar dari ruangan.
"Gimana dengan ke adaan menantu ku, Apa dirinya baik baik saja. tidak ada yang harus di khawatirkan kan." Ucap Jovi yang melihat dokter Frans keluar dari ruangan nya. Dokter frans merupakan keponakan dari Jovi yang merupakan anak dari adik Jovi, frans bekerja sebagai dokter pribadi ke dua keluarga nya setelah dokter hans.
"Tenang dulu jeng, Satu satu nanya nya." Tyas yang mengingat kan Jovi.
"Tante tenang dulu... Luka pada kaki Kakak ipar tidak terlalu parah, Tadi sudah saya berikan obat pereda rasa sakit. mungkin bentar lagi juga akan. sadar." Jelas dokter frans panjang lebar kepada jovi.
"Gimana ma dengan keadaan glo ma." Ucap Andrew yang baru datang merasa cemas, menatap wajah Jovi dan frans secara bergantian.
frans yang sudah lama tidak bertemu dengan sepupu mengulurkan tangan sambil tersenyum.
"Hay ndrew apa kabar."
"Seperti yang Lo lihat." Jawab Andrew merasa cemas karena belum mengetahui keadaan istrinya.
"Tenang aja kakak ipar baik baik saja, Mungkin sebentar lagi juga akan siuman."Jelas dokter frans lagi yang melihat ekspresi Andrew tampak cemas.
"Makasih."Andrew pun langsung masuk ke dalam ruangan glo dan meninggalkan Jovi,tyas dan frans yang Masih bengong di depan pintu.
__ADS_1
"Dasar bucin." Ucap frans mencaci Andrew karena telah mengabaikan nya Andrew,Frans,jerry dan hans merupakan empat sepupu yang sangat akrab bahkan sudah seperti sahabat.
"Tan kenapa Andrew jadi bucin seperti ini tadi." Tanya frans polos pada Tante nya.
"Maklum udah cinta, Makanya cepet nikah." Jawab Jovi tersenyum berjalan masuk ke dalam ruangan glo bersama Tyas meninggalkan frans sendiri.
"Iya sih gue belum nikah, Tapi masih banyak kan pengalaman gue kali dengan Andrew." Decak frans langsung pergi meninggalkan ruangan glo untuk memeriksa pasien yang lain nya.
Di dalam ruangan glo, Andrew yang melihat tubuh glo tampak lemah di atas ranjang mendekat kan dirinya untuk duduk di samping ranjang glo dan meraih tangan kanan glo pelan.
"Sayang..." Ucap Andrew lirih sehingga membuat glo sadar.
Glo pun membuka mata nya,Melihat Andrew yang ada di depan nya dengan memegang tangan nya membuat glo tampak sedikit tenang.
"Kamu udah sadar."Tanya Andrew dan hanya di balas anggukan oleh glo.
"Auuuhhh." Rintih glo yang merasa kan kakinya terasa sakit.
"Jangan banyak bergerak sayang." Andrew yang melihat glo untuk bangun membantu nya berdiri dan menyandarkan nya di sandaran hospital bed.
"Kenapa sayang."
"Glo kamu gak kenapa napa kan maaf pin mama karena telah meninggal kan mu sendiri."Ucap Jovi yang baru datang dengan sejuta perkataan.
"Glo maaf pin tante ya, Tante akan pecat pembantu tadi yang membuat kamu celaka." Tyas yang juga menimpali ucapan Jovi teman nya.
"Tan... Ma... ini maksud nya apa coba." Tanya Andrew menatap Tyas dan Jovi bergantian dengan sorot mata tajam nya.
"Sayang udah." Karena tidak mau membuat suami nya marah hingga menyebabkan pertengkaran anak dan ibu nantinya glory berusaha menenangkan suami nya.
"Ma... Tan... Glo gak kenapa kenapa kok, Glo sehat sehat saja." Ucap glory menjelaskan.
"Maaf pin mama ya sayang." Jawab Jovi memeluk menantu nya Glo, Glo pun membalas pelukan Jovi kembali. Andrew yang melihat drama keluarga di depan matanya hanya menggeleng kan kepala nya.
"Mama pulang aja... Takut nya mama kecapean nanti." Andrew yang ingin menghabiskan waktunya berdua bersama istrinya Menyuruh mama nya untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
"Jadi kamu udah berani ngusir mama." Goda Jovi ber pura pura marah membuat Andrew meringsut ketakutan.
"Bukan gitu ma, Takut nya mama kecapean karena kan mama udah dari tadi di rumah sakit." Jawab Andrew yang tidak tega melihat mama nya yang sudah tua harus menemani istri nya sakit dan juga dirinya ingin menghabiskan waktu berdua bersama istrinya.
"Bilang aja mau berduaan gitu aja gengsi."Batin Jovi yang sudah hafal dengan sikap anak semata wayangnya.
"Jeng udah kita pergi aja, Mungkin Andrew mau kangen kangen nan sama istrinya." Tyas yang menimpali ucapan Andrew menarik tangan Jovi pelan untuk keluar dari ruangan glory.
"Bukan gitu Tan... ma..." Andrew yang tampak malu menyelah ucapan Tyas.
"Tinggal bilang iya aja gengsi banget."Ucap Jovi yang langsung keluar dari ruangan Glory.
"Sayang jaga diri kamu ya." Jovi dan Tyas pus menautkan pipi nya kepada glory secara bergantian Setelah itu keluar untuk pulang, Sementara Andrew yang melihat sikap mama nya dan teman mama nya sedikit malu.
Setelah Jovi dan Tyas pulang,Kini tinggal Andrew dan glory yang berada di ruangan glo berdua.
Melihat kehadiran suami nya seketika tangis glo pecah karena mengingat ucapan ucapan Dea kepada dirinya, Dalam ke adaan seperti saat ini bahkan berjalan pun tidak sanggup membuat glo Semakin putus asa.
Andrew yang Melihat istrinya menangis berusaha untuk menenangkan nya.
"Hay kenapa menangis sayang." Ucap Andrew yang membantu glo menghapus air matanya dengan punggung tangannya.
Hiks... Hiks... Hiks...
Glory pun tetap menangis, Andrew langsung memeluk tubuh glo erat berusaha untuk menenangkan nya.
Setelah merasa puas menangis glo melepaskan pelukannya dari tubuh Andrew sambil mengusap air matanya.
"Kenapa sayang." Tanya Andrew pelan membujuk istrinya untuk mengatakan apa yang terjadi dan membuat istrinya seperti ini.
"Aku mau...mau Nanya sa..ma ka..mu ta..pi kamu jang..an mar..ah" Ucap glory yang masih sesenggukan karena habis Menangis.
Andrew pun semakin di buat penasaran dengan sikap glo Yang tidak mau jujur kepada nya.
Bersambung.
__ADS_1