Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Permainan Licik


__ADS_3

"Aku akan melakukan apapun untuk dirimu, Waktu ku hanya lah untuk mu dan aku tidak mau meninggal kan mu sampai diriku benar benar memiliki mu Hiks Hiks Hiks." Mira yang masih memohon kepada andrew, Melihat raut wajah andrew yang terlihat begitu tidak nyaman membuat mira tersenyum licik.


"Sebentar lagi."


Seketika tubuh andrew terasa begitu panas, Andrew pun berusaha menahan nya agar tidak melakukan kepada mira. Andrew yang sudah paham betul dengan rencana mira tetap berusaha menetral kan tubuh nya seperti tidak ada apa apa.


"Sial... Sepertinya dia memberi ku obat perangsang." Batin andrew yang merasa begitu kesal.


Mira yang tidak mau menggagal kan rencana nya sendiri tetap dengan pendirian nya, Berusaha menggoda andrew kembali agar tergoda dengan nya.


"Aku mencintai mu, Apapun akan aku lakukan untuk mu.... Kecuali meninggal kan mu." Rayu mira Dengan kata kata buaya nya.


"Maaf..." Ucap andrew yang langsung pergi menuju pintu apartemen mira untuk keluar.


Bukan mira nama nya jika tidak menghalal kan segala cara untuk mencapai tujuan nya, Mira pun dengan cepat menarik tangan andrew.


Tubuh andrew yang tampak sudah tidak mempunyai tenaga, Ahkir nya membuat nya terjatuh di atas sofa apartemen mira. Dengan jinak nya pun mira berusaha menjatuh kan tubuh nya di atas tubuh andrew dan ******* bibir andrew Dengan lembut.


Andrew yang merupakan pria normal dan sedang terpengaruh obat perangsang yang di berikan mira di dalam minuman nya, Membalas perbuatan mira Dengan sangat kasar. Mira yang ciuman dan ******* nya di balas oleh andrew tersenyum puas.


Karena terlalu berlarut dalam sebuah ciuman membuat mira ingin merasakan lebih pada diri andrew, Mira pun membuka bathrobe yang ia pakai pelan hingga menyisakan tubuh polos nya yang tinggal andrew nikmati.


"Kita akan melakukan kembali sayang." Ucap mira sebelum memulai permainan.


Bruuuk...


Melihat seorang pria yang masuk secara tiba tiba di dalam apartemen nya, Membuat mira Dengan cepat memakai bathrobe nya kembali.

__ADS_1


"Sial..." Decak mira menatap pria yang baru datang tersebut yang ternyata adalah assisten dari andrew sendiri yaitu jerry.


"Dasar murahan." Umpat jerry yang langsung menuju ke sofa untuk membopong tubuh andrew.


Mira yang melihat jerry membawa andrew pergi, Mendorong tubuh jerry. Karena tubuh jerry yang lebih besar dari mira dan tenaga jerry yang begitu kuat membuat jerry tetap berdiri di tempat.


"Lo mau bawa andrew kemana, Andrew itu milikku." Ucap mira Dengan wajah kesal nya.


Jerry yang melihat mira begitu marah kepada nya, Menjatuh kan tubuh andrew kembali. Dirinya pun berusaha untuk mengikuti permainan mira yang di buat untuk andrew.


Mira yang melihat tatapan jerry yang terlihat Tidak biasa kepada nya, Merasa begitu takut dirinya pun memundurkan tubuh nya dengan pelan.


Memang Jerry terlihat begitu tampan, Dirinya juga tidak kalah dengan ketampanan andrew. Tetapi menurut nya jerry merupakan assisten dari andrew yang tidak pantas untuk bersanding dengan nya.


"Lo mau ngapain." Tanya mira Dengan kegagapan nya, Yang melihat ekpresi jerry yang ingin menerkam nya.


Mira yang sudah terbiasa melakukan dengan seorang pria, Bahkan dari kalangan bawah sampai atas dirinya sudah pernah mencoba nya. Tetapi Kenapa hari ini dirinya begitu merasa ketakutan dengan seorang pria yang berada di hadapan nya saat ini.


"*Sial... Mengapa diriku begitu ketakutan seperti ini dengan nya." Batin mira yang sudah Merasa kan panas di Tubuh nya.


"Mira mana keberanian mu yang sebelum nya, Kenapa diri begitu cemen hari ini. Dia itu hanya seorang assisten perusahaan mira*!"


"lo jangan macam macam ya, Atau aku akan teriak." Mendengar perkataan mira membuat jerry ingin tertawa sangat keras, Ternyata sosok seorang mira tidak seperti apa yang ia pikir kan.


Setelah jas yang ia pakai ia lepas dan buang entah kemana, Kini dirinya mencoba melepas kancing kemeja satu persatu. Mira yang di buat tambah ketakutan dengan sikap Jerry. memundurkan tubuh pelan hingga sampai lah mereka berdua di dalam kamar mira.


Jerry pun membuang kemeja ke sembarang tempat, Hingga membuat nya bertelanjang dada. Mira yang melihat tubuh jerry begitu sispaks, Menunjukkan roti sobek ambs nya yang begitu menggoda bagi kaum wanita membulat kan mata nya.

__ADS_1


Mira pun melototkan mata nya, Bukan merasa senang dirinya malah semakin merasa ketakutan entah Setelah apa ini yang jerry lakukan kepada nya.


"Lo jangan macam macam, Kalau lo berani macam macam sama gue... Gue akan telpon polisi sekarang juga." Ancam mira, Rupanya ancaman mira tidak membuat jerry untuk mundur.


"Bukan nya kamu lebih suka di macam macam min." Ucap Jerry dengan senyum tertarik di sudut bibir nya.


"Tidak ada takut takut nya ya Orang ini." Batin mira yang sudah mulai kesal dengan sikap assisten tengil dari andrew, Di tambah rasa takut yang sudah meronta ronta dalam dirinya nya.


Yang di takuti mira adalah bagaimana kalau jerry berbuat kasar kepada nya, Dan akan menggagalkan rencana satu persatu yang sudah ia susun dengan rapi


"Punya apa diri mu hingga berani berani nya mengingin kan ku." Ejek mira yang langsung di balas senyuman oleh jerry.


"Apa yang kamu ingin kan aku akan memberi mu sekarang juga." Balas Jerry yang tidak mau kalah dengan ucapan mira.


"Tenang saja aku akan memberi kan uang tips untuk mu apa bila kamu benar benar memuaskan mu hari ini." Imbuh jerry kembali.


"Aku tidak menerima pembayaran di ahkir permainan." Dengan sombong nya mira mengatakan nya pada jerry.


"Sepertinya assisten tengil ini tidak mempunyai uang sebanyak itu." Mira yang sudah memikir kan rencana licik nya kembali untuk menyingkirkan jerry dari hadapan nya, Rasa ketakutan yang ia pendam di awal bertemu jerry tadi seketika hilang.


Melihat tidak ada jawaban sama Sekali dari mulut jerry, Membuat mira tersenyum licik penuh kemangan. Jerry yang berjalan menuju pintu kamar mira seakan akan memberi kan ruang kepada mira untuk menghindar dari hadapan Jerry.


"Sepertinya dia tidak mempunyai uang itu, Hingga memilih pergi dari kamar ini." Mira yang sudah tersenyum penuh kemangan nya.


Melihat jerry yang bukan pergi dari kamar nya, Melainkan malah menutup pintu dan mengunci pintu kamar nya membuat mira kembali di hadang rasa ketakutan. Seketika senyum man yang tadi ia pancar kan menjadi surut karena jerry yang berjalan mendekat ke arah tubuh nya kembali.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa nih komen dan juga like nya biar gak males up nya.


__ADS_2