
Max yang sudah berada di depan ruangan mek up calon kakak iparnya Mengetuk nya terlebih dahulu.
Tok Tok Tok.
Dari dalam melinda yang masih bercanda gurau dengan calon menantu nya, Mendengar ketukan pintu dengan segera membuka nya.
"Aku akan membuka nya, Pasti itu calon adik ipar kamu nantinya." Ucap melinda dengan antusias dan hanya di balas anggukkan kepala oleh lyra.
Jeglek...
"Max sayang... Rupanya kamu benar benar menepati janji mu ya." Ucap Melinda yang langsung memeluk tubuh putra bungsu nya itu dan memberikan ciuman bertubi tubi di pipi max, Hingga membuat max tampak sedikit risih.
"Mah! banyak orang mah."Mohon max kepada mamah nya karena malu dengan beberapa pelayan yang ada di sekitar nya.
"Kamu menolak ciuman dari mamah..." Tuduh melinda dengan mata tajam nya, Membuat max hanya mendengus kesal menghadapi mamah nya yang super bawel ini.
"Bukan begitu mah, Max hanya sed..." Ucapan max berhenti ketika melinda melanjutkan nya dengan nada ketus.
"Malu! Kamu malu punya orang tua mamah."
Max yang mendengar Omelan mamah nya yang suka seuzon kepada nya tampak kesal, Marah pun juga percuma dirinya yang akan kalah pastinya.
"Apa mamah tidak mau memperkenalkan calon menantu mamah itu kepada max." Bujuk max dengan mengalihkan pembicaraan nya.
Melinda yang mulai ingat, Dirinya langsung masuk ke dalam menemui lyra dan mengajak nya keluar untuk memperkenalkan calon adik iparnya nya nanti. "Mamah sampai lupa, Kamu tunggu di sini mamah akan mengajak keluar untuk turun sekalian." Ucap melinda yang langsung masuk ke dalam.
"Ingat jangan kemana-mana." Ujar nya lagi, Membuat max hanya geleng-geleng kepala.
"Iya mamah sayang." Jawab max dengan memaksakan senyumnya.
Di dalam ruangan melinda melihat lyra dari atas sampai bawah yang sudah tampak ferfack, Mengajak nya untuk segera keluar ruangan.
"Sayang ayo kita keluar acara nya sudah mau di mulai." Titah melinda.
"Iya mah."
"Hati hati sayang." Ucap Sarah membantu Putri ke sayangan nya.
Setelah Sampai di luar ruangan, Melinda yang melihat max tetap stand bay di luar ruangan tersenyum, Ia memanggil max yang Sibuk bermain ponsel.
"Max." Panggil melinda.
Membuat max segera memasukkan ponselnya ke dalam saku dan berjalan menemui mamah nya.
"Hem."
__ADS_1
"Sayang kenalin ini calon menantu mamah."
"Cantik kan."
Degggg...
Duaaaarrrr...
Lyra yang menatap ternyata calon adik iparnya nanti adalah ayah dari bayi yang ia kandung saat ini tampak kaget, Dirinya reflek memundurkan tubuhnya. Mencoba menghindar dari hadapan max.
Max juga tidak kalah terkejut melihat calon kakak iparnya ternyata adalah wanita yang pernah ia paksa untuk melayani dirinya pada waktu di klub malam itu.
"Ini pasti mimpi... Tidak mungkin ini pasti mimpi."
Entah perasaan apa yang saat ini di rasakan oleh lyra, Air mata yang ia tahan seakan akan mengalir saja di pelupuk matanya.
Bahkan saat berada di hadapan pria itu, Dirinya ingin menangis begitu saja memberi tahukan beban yang selama ini ia tahan.
"Kamu jangan menangis lyra, Kamu jangan menangis."
Dada nya saat ini terasa begitu sesak karena menahan air mata nya.
"Auuuh sakit... Hiks Hiks Hiks. Sakit." Tangis lyra mulai pecah di saat perut nya tiba-tiba terasa terhantam.
"Sakit! Hiks Hiks Hiks."
"Sayang..." Sarah pun juga tak kalah panik dengan kondisi Putri nya saat ini.
Max yang tadi nya hanya diam dengan pikiran nya sendiri, Melihat wanita yang ada di hadapannya merasa kesakitan. Dengan segera meraih tubuh lyra dan membopong menuju mobil untuk mengantarkan nya menuju rumah sakit.
Entah mengapa saat menggendong tubuh lyra, Ingatan kembali di saat kakak nya mengatakan bahwa wanita yang akan di nikahi nya saat ini tengah hamil.
Bukan nya dirinya yang waktu itu mengambil kesucian wanita yang berada di hadapannya saat ini.
"Kakak tidak mungkin melakukan hal segila ini."
Batin max yang tampak kecewa dengan perbuatan yang ia lakukan waktu itu.
"Sakit! Hiks Hiks Hiks." Jerit lyra merasa kesakitan di gendongan max, Entah mengapa dirinya saat ini merasa nyaman di pelukan max.
Roy yang baru keluar dari ruangan, Melihat lyra yang sudah berada di gendongan adik nya. Segera mengambil kontak mobil nya dan mengantarkan lyra menuju rumah sakit.
Di Dalam mobil saat ini Roy berada di depan bagaikan sopir, Sedangkan lyra dan max berada di belakang seperti seorang majikan.
melihat max memeluk tubuh lyra erat Dari kaca spion nya, Membuat roy merasa kan panas gemuruh di dada nya.
__ADS_1
Dengan cepat Roy berusaha menghilangkan perasaan cemburu itu, Seharusnya dirinya saat ini berterima kasih kepada max karena telah bersedia menolong calon istrinya.
Mendengar Rintihan lyra membuat nya semakin tidak tega,Dengan cepat Roy melajukan mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit.
"Sakit...! Hiks Hiks Hiks." Lyra mencoba memegang tangan max dengan erat untuk mengurangi rasa sakit nya.
"Tenang lah kita akan segera sampai." Ucap max mencoba menenangkan lyra.
Setelah sampai di rumah sakit, Max segera keluar mobil. Dengan menggendong tubuh lyra.
Roy pun ikut keluar, Mencari perawat rumah sakit untuk segera menangani lyra.
Beberapa suster rumah sakit pun akhirnya keluar juga, Dengan membawa brankar dan membantu lyra untuk tidur di atas brankar setelah itu langsung membawa nya masuk ke dalam ruangan untuk di periksa.
*--------*
Glo yang sudah berdandan rapi untuk menghadiri acara pernikahan lyra, Segera keluar dari apartemen.
Dret dret dret...
Glo yang merasakan ponsel nya bergetar, Dengan malas membuka tas nya untuk mengambil ponselnya.
Dirinya merasa kesal bila Andrew terus menghubungi nya, Apabila Andrew menelpon dirinya saat ini tidak segan Segan ia menolak panggilan telepon dari suami nya itu.
Yang saat ini glo butuhkan adalah pembuktian bukan penjelasan, Apabila tidak ada bukti dari Andrew yang ia berikan kepada nya maka ia akan segera mengurus surat cerai untuk dirinya dan Andrew.
"Lisa." Dengan segera glo mengangkat telepon dari teman nya.
"Hallo glo, Gue susul ya Lo..."
"Gue berangkat sendiri aja, Lo..."
Hemmmm
Glo yang merasakan mulut nya di bungkam seseorang dari belakang, Langsung Menjatuh kan ponsel nya.
"Hallo glo... Lo gak papa kan glo."
Glo yang merasakan pandangan terasa gelap, Membuat nya tidak sadar kan diri.
Dua pria itu yang melihat ponsel glo masih tersambung dengan seseorang, Segera mengambil nya dan memutuskan sambungan telepon nya.
"Glo..."
Sebelum di lihat seseorang, Dua pria itu segera memasukkan tubuh glo ke dalam mobil dan mulai menjalankan mobil nya.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen...