Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Awal pernikahan


__ADS_3

1 Minggu kemudian.


Lyra yang sudah berada di ruang rias sedang bersiap untuk memulai ijab Kabul nya, Kali ini dirinya sudah mengenakan gaun berwarna putih dengan hiasan bunga di bagian bawah nya.


Kulit nya yang terlihat putih nan bersih serta tubuhnya yang begitu berisi membuat lyra Semakin pas dalam mengenakan gaun nya.


Lyra yang saat ini tengah menatap wajah nya yang terlihat cantik bak seorang putri yang turun dari khayangan hanya menarik bibir untuk berusaha tersenyum, Agar orang yang berada di samping nya percaya bahwa dirinya sedang baik baik saja.


"Jangan menangis lyra."


Entah kenapa lyra harus berusaha menjadi wanita yang sok kuat dan tegar, Seakan akan dirinya hanya butuh sandaran untuk menenangkan hati serta pikiran nya saat ini.


Tapi siapa orang tersebut?


Orang tua nya yang membuat nya harus menjalani pernikahan ini, Sedangkan teman nya hanya bisa memberikan kekuatan kepada nya untuk tetap semangat dalam menjalani hidup.


"Sudah selesai! Saya keluar dulu ya kak untuk memanggil pihak keluarga." Pamit penata rias yang sudah selesai merias wajah lyra, Lyra pun hanya menggangguk mempersilakan.


Di lihat lah punggung wanita penata rias itu sudah mulai menghilang, Dengan pelan lyra menghembuskan nafas.


Tesss...


Air mata yang ia tahan di pelupuk matanya tampak keluar, Dengan pelan lyra mengusap dengan punggung tangannya.


"Ingat lyra kamu harus kuat, Jangan menangis... tidak ada guna nya menangis." Ucap lyra berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.


Tapi kenapa air mata yang ia tahan, Malah Semakin mengalir.


"Jangan nangis, Menangis tidak akan mengurangi beban mu. Jangan nangis." Imbuh nya lagi.


"Lyra kamu sudah selesai sayang."Sapa Sarah dan Melinda yang baru datang, Dengan segera lyra mengambil tisu setelah itu mengusap matanya agar tidak meninggalkan bekas.


"Mamah."Balas lyra.

__ADS_1


Melinda yang melihat wajah wanita yang akan menjadi menantu nya nanti, Merasa sangat kagum dirinya tak segan-segan memuji kecantikan calon menantu nya.


"Kamu sangat cantik sayang, Terima kasih sudah mau bersedia menjadi pendamping Roy." Puji melinda.


Lyra hanya menarik bibir untuk tersenyum menanggapi pujian dari melinda, Entah saat ini dirinya harus sedih atau bahagia. Lyra merasa bingung dengan posisi nya saat ini.


Disisi lain Roy yang juga berada di ruang mek up yang berbeda dengan lyra tersenyum menatap penampilan nya saat ini.


"Hay kak." Sapa pria yang baru datang, Yang tidak lain adalah max adik dari Roy.


Roy yang melihat adik nya datang menyapa nya hanya menatap nya sekilas, Setelah itu melihat penampilan nya kembali di depan cermin.


"Apa sudah selesai, Melihat penampilan mu sendiri di depan cermin" Sindir max yang melihat Roy mengabaikan nya.


Dirinya sudah susah payah meluangkan waktunya untuk hadir di pernikahan kakaknya, Tetapi kakak nya itu malah mengabaikan dirinya seperti ini.


"Percuma gue jauh jauh ke sini untuk menemui." Gerutu max seraya Menjatuh kan bokong nya di sofa, Setelah itu merogoh ponsel nya di saku jas nya.


"Apa dirimu sudah menemui ibu mu tadi."Tanya Roy dengan nada dingin nya.


"Aku tidak tau mamah berada di mana saat ini, Karena hotel ini juga sangat luas tidak mungkin juga aku membuka pintu kamar hotel satu persatu untuk mencari keberadaan Mamah." Jawab max dengan santai sambil memulai panggilan nya.


Ya memang pernikahan lyra dengan Roy di adakan di sebuah hotel ternama di kota nya, Karena ini adalah pernikahan Putri semata wayangnya Sarah menyarankan untuk menyewa gedung ini karena menurut nya hal ini akan menjadi pernikahan anak nya yang akan ia kenang sepanjang hidup nya.


Dengan antusias keluarga Roy mengiyakan kan permintaan besan nya itu.


Satu panggilan telepon pun langsung di angkat oleh melinda.


"Hallo sayang apa dirimu sudah datang di pernikahan kakakmu, Kamu tidak bohong kan sama mamah. Kamu sudah janji sama mamah untuk datang hari ini."


Berjejar pertanyaan langsung di lontarkan pada max. "Max sudah datang mah, Max sudah bersama dengan kak Roy. Jadi Mamah jangan khawatir."


"Ok... Kalau begitu kamu ke atas saja sayang temui mamah, Sekalian mamah kenalkan dengan calon kakak ipar kamu."

__ADS_1


Max yang seakan akan mendapat perintah dari mamah nya hanya menurut, Dirinya mulai meninggalkan Roy menuju ruang mek up calon kakak iparnya.


"Kamu mau kemana." Tanya Roy, Melihat max yang keluar dari ruangan nya.


"Menemui mamah." Jawab max dengan malas.


Max yang bersimpangan dengan Morgan papah nya, Menyapa Morgan terlebih dahulu. Dirinya tidak mau di sebut anak durhaka nantinya karena mengabaikan papah nya yang berada di depan nya.


"Kamu sudah sampai nak." Sapa Morgan pada putra bungsu nya.


"Iya pah! Baru sampai." Jawab max berbasa basi.


"Nak, Paman David yang akan menjadi besan papah dan mamah nantinya." Morgan memperkenalkan David sebagai besan nya kepada max, Max pun membalas nya dengan antusias.


"Max... Gimana kabarmu sekarang." David yang sudah mengenal max sedari kecil, Juga menyapa max.


Max pun bergantian memeluk David, Karena dirinya yang sudah hafal dengan klien papah nya menganggap klien papah juga seperti orang tua nya sendiri. Apa lagi David yang dulu juga ikut membimbing nya dalam menjalankan bisnis nya.


"Baik Paman." Jawab max ramah.


"Apa pekerjaan membuat mu sesibuk ini, Hingga dirimu tidak mempunyai waktu untuk berkumpul dengan kita." Goda David, David pun juga merasa bangga dengan pencapaian max. Karena max telah membangun perusahaan nya sendiri tanpa bantuan dari ayah nya yaitu Morgan.


Max yang waktu saat kuliah, Sering menghabiskan waktunya bersama teman-teman papah nya bila ada waktu longgar sehingga membuat nya sangat akrab dengan teman papah nya.


Max pun hanya menanggapi candaan David dengan senyuman, "Raihlah impian mu nak, Semoga sukses." Doa David pada max.


"Terima kasih Paman." Setelah sedikit berbincang dengan papah nya dan juga teman papah nya yang akan menjadi besan keluarga nya nanti, Max pun berpamitan kepada papah nya Morgan dan David untuk menemui mamah nya.


"Max pamit dulu ya ke atas, Menemui mamah." Pamit max sopan. David dan Morgan pun hanya tersenyum menanggapi max.


"Setelah ini berkumpul lah lagi." Pesan Morgan pada max dan mulai melanjutkan kembali obrolan dengan David.


Max yang sudah berada di depan ruangan mek up calon kakak iparnya Mengetuk nya terlebih dahulu.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen 😃.


__ADS_2