Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Kesempatan


__ADS_3

"Kenapa lo gak lercaya sama gue Ndrew...Hiks Hiks.. Gue udah ngomong sejujur nya kenapa." Karena terlalu emosi glory memukul mukul kemudi nya sampai membuat tangan nya memerah. Tetapi itu tidak sebanding dengan perasaan yang dirasakan glory saat ini.


Glo pun menyalakan mesin mobil dan langsung melajukan mobil nya.Dengan kecepatan di atas rata rata Glo melajukan mesin mobil nya menuju apartemen nya sendiri.ber kali kali glo memukul kemudi untuk meluapkan perasaan nya.


"Kenapa lo gak percaya Hiks Hiks Hiks." Ucap glo dengan tangisan pecah di dalam mobil. tangan yang saat ini sudah bercucuran darah Karena pukulan nya pada kemudi sudah tidak berarti apa apa.


Rumah sakit.


Andrew yang tadi nya duduk di sofa Mendengar teriakan dea Berjalan mendekat pada dea.


"Mas tangan karin bergerak mas... Cepat panggil dokter." Teriakan dea kepada Andrew, Andrew pun langsung mendekat dan memencet tombol merah di atas ranjang karin.


"Ma... Karin di mana." Ucap karin yang melihat dea berada di samping nya.


"Om karin dimana... om" Imbuh karin lagi Setelah melihat dea dan bergantian pada Andrew.


"Kamu berada di rumah sakit Sayang..." Jawab dea kepada karin, Karin yang Mendengar kata rumah sakit seketika air mata nya berkaca berkaca.


"Ma aku gak mau di rumah sakit! Aku mau pulang... Hiks Hiks Hiks." Rengek karin kepada dea.


"Iya nanti kita pulang Setelah di izinin dokter ya Sayang."


"Aku mau pulang Sekarang...? Aku gak mau di sini pengen pulang." Dea yang tidak bisa meyakinkan karin menatap ke arah Andrew dengan mata yang sendu, Andrew yang tidak tega kepada dea pun berusaha untuk meyakinkan karin.


"Sayang... Kamu Sekarang belum sembuh jadi gak boleh pulang dulu."


"Tapi karin pengen pulang. Karin takut dengan suntik."


Andrew yang Sebenar nya juga takut pada jarum suntik berusaha untuk menarik bibir nya memberikan senyuman sedikit pada karin.


"Jarum suntik gak sakit! Tenang saja."


"Beneran gak sakit...! Kalau gitu aku mau di sini sama di suntik asal om kasih hadiah." Ucap karin manja kepada Andrew.


"Baiklah... Apa ya Nggak buat karin!" Jawab Andrew sambil mengelus kepala karin.


"Janji." Imbuh karin lagi sambil menunjukkan jari kelingking nya untuk memastikan benar atau tidak perkataan Andrew, Andrew pun melihat sikap karin tersenyum dan melingkar kan jari kelingking nya di jari kelingking karin.

__ADS_1


"Janji." Setelah itu mereka bertiga pun tersenyum bahagia, Dokter yang baru datang pun dengan segera memeriksa karin.


Setelah selesai memeriksa, Dokter tersebut menjelaskan ke adaan karin untuk saat ini.


"Putri anda sudah semakin membaik ke adaan nya, Jadi mulai besok bisa langsung pulang! Jadi siapa yang akan mengambil resep obat karin... Papa karin atau mama karin." Ucap Dokter wanita dengan senyum yang terpancar dari bibir nya, Dea dan andrew pun saling menatap satu sama lain.


"Gimana pak." Imbuh seorang Dokter tersebut yang belum mendapat jawaban dari pertanyaan, Karin yang melihat dea dan andrew saling menatap tersenyum bahagia.


"Saya saja dok." Ucap Andrew.


"Ok silahkan papa karin." Titah Dokter tersebut, Dea yang Mendengar panggilan Dokter tersebut Sebenar nya sangat bahagia Dirinya berpura pura membuka mulut nya, Andrew yang melihat dea ingin berbicara memegang tangan dea, Dea yang merasakan sentuhan dari Andrew hanya diam menatap andrew.


Sementara Andrew pun Berjalan mengikuti Dokter untuk mengambil resep obat pada karin. Setelah Andrew berjalan keluar dari ruangan karin, Dea dan karin pun saling menatap dan tersenyum penuh kemenangan.


Mereka berdua saling menautkan jempol satu sama lain.


"Ma Gimana akting karin..." Tanya karin pada dea.


"Seperti nya mama harus mendaftarkan mu untuk pergi casting." Jawab dea sambil mengelus kepala karin, Karin yang paham dengan jawaban mama nya tersenyum bahagia.


"Glo Kenapa kamu ngelakuin ini..." Dengus Andrew yang merasa kesal karena kelakuan glory pada karin. Dirinya pun berusaha untuk menghubungi jerry assisten.


Satu panggilan yang langsung tersambung.


"Hallo Ndrew tumben lo telfon gue malam malam seperti ini... Lo gak tau apa kalau gue lagi seneng Seneng." Cerocos jerry pada andrew yang merasa terganggu karena sedang aktifitas nya bersenang senang di klub.


Andrew yang Mendengar suara musik yang sangat keras menghembuskan nafas kasar.


"Rupanya dia tidak juga berubah." Gerutu Andrew yang langsung membicarakan tujuan nya menelpon jerry.


"Sekarang cari tau istri gue di mana Dirinya berada...? Awasi Dirinya Jangan sampai ia Kenapa Kenapa." Ucap Andrew yang langsung membicarakan tujuan nya.


"Jangan ber canda deh! Lo kan yang punya istri Kenapa gue yang ribut..." Jawab jerry sambil tertawa.


"Sekarang kerjakan tugas gue... atau gaji mu akan gue potong." Bentak Andrew yang langsung mematikan sambungan telephon nya.


"Masa harus se..."

__ADS_1


(Dret Dret Dret) Jerry pun menatap layar hp nya merasa kesal.


"Kebiasaan lo Ndrew..." Gerutu jerry yang langsung berdiri dari sofanya untuk menjalankan tugas nya.


Setelah selesai menebus obat Andrew berjalan menuju kamar karin, Andrew yang melihat dea duduk di depan kamar karin mendekat.


"Maaf... Karena ulah istri ku anak mu jadi seperti ini." Ucap Andrew meminta Maaf.


"Iya gak papa! mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Dea pun balik menatap andrew Sambil tersenyum.


"Apa gue gak lagi mimpi! Andrew yang seorang pria dingin dan memiliki ego yang besar minta maaf sama gue... Karin tanpa kamu mama gak bisa apa apa. Gue akan meminta kesempatan pada Andrew lagi untuk menerima gue kembali." Ucap dea dalam hati.


"Ngomong saja." Jawab Andrew mempersilahkan, Dea pun tersenyum kepada Andrew.


"Beri aku kesempatan ke dua untuk memperbaiki hubungan kita Yang dulu." Ucap dea secara langsung tanpa basa basi sambil memegang tangan Andrew erat.


Apartemen Glory.


Sesampai di apartemen glory langsung memakirkan mobil nya di halaman apartemen lalu Berjalan masuk ke dalam melewati lift.


Di dalam apartemen glory mengobrak abrik meja nya rias sambil menatap wajah nya di cermin.


Sroook brak...


"Kurang baik apa sih gue sama lo de! kurang apa coba... Hiks Hiks Hiks" Darah segar pun bercucuran dari tangan glory. Dirinya sempat di buat tidak percaya oleh bentakan Andrew kepada nya.


"Gue udah ngasih apapun sama lo... Tapi kenapa lo gak percaya sama gue Hiks Hiks Hiks." Ucap glo sambil melempar vas bunga ke sembarang tempat.


Tuarrrr


Pecahan pecahan vas bunga tersebut pun berserakan di bawah lantai hingga membuat kaki glo terluka Karena terkena serpihan kaca dari vas Bunga tersebut.


"Mama... Papa.. Glo pengen sama kalian Hiks Hiks Hiks." Tangis glo pun semakin pecah diri nya melempar satu pas bunga dengan ukuran lebih besar ke arah cermin.


BYARRRR


Jangan lupa like👍 nya ya buat Adek adek Kakak kakak serta bunda bunda semoga cerita haluuu saya menghibur kalian! Dan semoga kalian suka.

__ADS_1


__ADS_2