Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj

Perjodohan Seorang Ceo Dan Dj
Bertemu


__ADS_3

Dea yang kena marah oleh majikan nya di hari pertama nya merasa kesal karena ulah karin yang terlalu ceroboh, Mendengar kan perintah dari majikan nya dea segera membersihkan lantai yang kotor karena ulah karin.


Dea langsung mengambil ember dan lap pel untuk mengepel lantai nya.


"Jeng kalau ada Yang kayak gini satu buat anak saya."Desi yang menggoda jovi sambil mengedipkan mata sebelah nya.


"Gak ada... Khusus untuk anak ku aja." Jawab jovi tersenyum kepada glo.


Glo pun mengangguk sambil menarik bibir nya sedikit.


"Lihat pipi menantu kita ini jeng." Tyas yang melihat pipi glo merah merona, Tyas yang sudah menganggap Andrew sebagai anak juga menganggap glo sebagai menantu nya.


"Kapan nih kita semua di kasih cucu baru." Ucap hilda menimpali pembicaraan tyas.


Glo yang Mendengar pembicaraan mama Andrew dan teman teman mama Andrew sedikit canggung, Dengan senyum sungkan nya glo membalas satu persatu ucapan teman teman mama Andrew.


Sementara dea yang sedari tadi berjongkok sambil mengepel sedikit menguping pembicaraan majikan nya.


"Dasar ibu ibu lebay, Menantu orang dari tadi di puji puji." Gerutu dea yang Mendengar pembicaraan majikan nya dan teman teman nya.


"Ma..." Ucap glo memanggil mama nya Andrew, Mendengar suara glo semua langsung menatap ke wajah glo sambil tersenyum.


"Ada apa Sayang." Tanya jovi beralih menatap nya.


"Mau ke belakang." Glo yang meminta izin kepada semua orang yang ada di ruangan tersebut, Melihat glo yang saat ini sedang memakai kursi roda nya karena kecelakaan yang di alami. Dengan antusias tyas memanggil assisten rumah tangga nya untuk membantu glo, Melihat salah satu pembantu yang sedang mengepel tyas segera memanggil nya.


"Hay Kamu ke sini." Ucap tyas memerintah, Dea yang melihat kanan kiri tidak ada siapa siapa menunjuk Dirinya sendiri.


"Saya nyonya."


"Kalau bukan kamu siapa, Emang ada orang lain."Tyas yang mendengus kesal, Setelah itu beralih kepada glo untuk tersenyum.


Sementara Beberapa orang yang ada di ruangan tersebut, Menatap dea dengan wajah tidak suka Kecuali glo dan jovi yang menghadap ke depan.

__ADS_1


"Dasar pembantu tidak sopan, Udah tau tidak ada siapa siapa tadi masih aja bertanya." Ucap marisa kepada teman teman nya sambil menatap ke arah dea sinis.


Dea yang merasa di panggil berjalan mendekati tyas majikan nya itu.


"Ada apa nyonya." Ucap dea bertanya, Dea yang melihat ke semua orang satu persatu menatap nya dengan sinis hanya diam.


Dea melihat ternyata menantu yang di puji puji sedari tadi sampai membuat nya iri ialah glo, Dengan tatapan tidak suka dea menatap glo.


"Oh jadi dia yang sedari tadi di puji puji...


lebih baik aku kali." Ucap dea dalam hati dengan menyombongkan diri.


Glo yang melihat pembantu yang di panggil tante tyas adalah dea sedikit kaget Begitu juga dengan jovi, Jovi pun menatap dea dengan tatapan sinis nya.


"Kamu antar putri ku ini ke kamar mandi segera." Suruh tyas kepada dea.


Dea pun tersenyum mendapatkan perintah dari majikan nya untuk mengantar glo ke toilet, Seperti mendapatkan angin segar dea kembali merencanakan hal buruk kepada glory karena kondisi glo saat ini.


"Biar aku antar sendiri saja jeng." Jovi yang mau mengangkat tubuh nya untuk berdiri tetapi di cegah oleh tyas.


"Gak usah jeng biar dia saja, Lagian sedari tadi dia juga belum ngapa ngapa in." Tyas pun tetap menyuruh jovi untuk menikmati suguhan yang sudah di sungguhkan oleh pelayan rumah.


Sementara dea yang merasa di jelek jelekkan oleh majikan nya merasa sangat marah, Tapi karena posisi nya saat ini hanya sebagai pembantu membuat Dirinya tidak bisa berbuat apa apa.


"Dasar udah tua aja belagu banget, Kena struk mampus lo." Batin dea menatap tyas.


"Bukan nya begitu jeng aku hanya tidak tega saja." Ucap jovi ber alasan karena Dirinya juga tidak mungkin bahwa dea yang sekarang ini menjadi pembantu nya adalah mantan kekasaih anak nya dulu.


"Jeng nanti kalau glo meminta bantuan Dirinya pasti akan memanggil pelayan di rumah ini kan, Jadi kita nikmati dulu saja makanan nya." Kirana yang menimpali ucapan jovi.


Sementara glo memegang tangan jovi untuk menyakinkan jovi bahwa tidak akan terjadi apa apa, Jovi pun mengangguk paham dan mengizinkan glo untuk di antar ke toilet oleh dea.


"Ingat kalau ada apa apa ngomong, Jangan sungkan sungkan ya." Tyas yang mengingat kan pada glory.

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Glo tersenyum, Dea pun mendorong kursi roda glo pelan untuk mengantar kan ke toilet belakang.


"Kerjakan tugas mu Dengan baik." Tegas tyas memperingat kan kepada dea pembantu baru nya itu.


"Baik nyonya." Jawab dea masih dengan menundukkan kepala nya, Lalu berjalan menuju toilet.Semua orang pun kembali melanjutkan makan nya sambil sedikit berbincang.


"Seperti tidak ada harga diri saja gue di sini." Dengus dea merasa kesal


Pada saat mendorong Kursi roda glo dea tersenyum licik memandang glo, Kali ini Dirinya ingin sedikit bermain main dengan glo. Sementara glo memilih diam karena ke adaan nya saat ini tidak memungkinkan Dirinya untuk melawan dea.


Dea pun membelok kan kursi roda glo berlawanan menuju kamar mandi, Dirinya malah membawa glo ke lantai rumah paling atas sendiri.


"Kemana Kamu akan membawa ku." Glo yang tidak tau bertanya kepada dea kemana Dirinya akan mendorong kursi roda nya.


Dea pun tidak menghiraukan ucapan glo Dirinya tetap menjalan kan kursi roda glo menuju tempat tersebut.


"Hentikan... Aku bilang Hentikan" Ucap glo sedikit berteriak kepada dea, Tetapi dea sama sekali tidak merespon ucapan nya.


Tempat yang begitu luas dan sangat terbuka membuat glo semakin ketakutan dengan sikap dea, Apa yang akan di lakukan dea saat bila sedang berdua dengan nya.


Glo berusaha tidak menunjukkan rasa takut nya dan tetap berusaha tenang untuk duduk di Kursi roda.


"Apa yang akan kamu lakukan." Dirinya memilih langsung menanyakan untuk apa dea membawa Dirinya ke lantai atas milik tante tyas.


Dea berjalan memutari kursi roda glo dan berdiri tepat di hadapan glo, Setelah itu Dirinya menjongkok kan tubuh nya agar bisa menatap wajah glo dengan jelas.


"Jangan macam macam dirimu." Ancam glo kepada Dea.


Mendengar ucapan glo dea tertawa dengan keras hingga membuat glo sedikit ketakutan dengan sikap dea.


Bersambung.


Jangan lupa like nya semoga kalian terhibur dengan cerita saya, Jangan lupa like nya 👍

__ADS_1


__ADS_2