
.
.
.
"Mamah mengerti perasaan kamu nak" tangan Lisna terulur mengelus rambut panjang Aisyah.
"Mamah paham sekali, namun mamah tidak ingin melihat kamu terus terusan seperti ini" tiba tiba suasana menjadi haru.
"Syah" panggil Raka-abang aisyah yang sedari tadi hanya diam.
Aisyah menoleh pada Raka yang sedang berada disisinya.
"Apa lo bahagia dengan hidup lo sekarang ini?" Aisyah terdiam dulu.
"Gw gak tau bang. Gw emang gak ngerasa bahagia dan selalu kesepian, tapi gw merasa lebih baik hidup gw seperti ini, dari pada gw dikelilingi banyak orang tetapi orang orang tersebut malah nyakitin gw" luapan aisyah membuat dia menangis sesegukan.
Raka memeluk adiknya dari samping
"Tenang, kejadian dulu gk bakal terulang lagi. Gw ada disini dan bakal jagain lo. Jangan khawatir syah" Raka mengelus kepala aisah untuk menenangkannya.
Sedangkan bayu hanya sibuk dengan ponselnya.
"Tapi gw takut bang" aisyah berusaha menghentikan tangisnya.
Raka melepas pelukannya dan memegang bahu aisyah agar aisyah menatapnya
"Gw abang lo. Gw gk bakal biarin siapapun nyakitin lo dan memang jika ada orangnya, gw bakal nyakitin dia juga. Bahkan dua kali lipat dari apa yang dia lakuin ke elo" ucap raka sangat serius.
Aisyah tertegun mendengarnya. Lalu ia tersenyum. Raka yang melihat Aisyah tersenyum merasa gemas. Tangannya terangkat untuk mengacak ngacak rambut Aisyah.
__ADS_1
"Yaudah aisyah mau buat sekolah diluar" ucap aisyah mantap.
"Beneran sayang?" Tanya lisna.
"Iya mamahku" aisyah tersenyum manis. Lalu Lisna memeluk aisyah bahagia, karena aisyah sebentar lagi akan sekolah diluar. Semuanya senang mendengar keputusan Aisyah. Kecuali bayu, ia merasa tidak peduli dengan apapun keputusan Aisyah. Mereka tidak tahu bahwa keputusan mereka akan membuat aisyah bahagia atau malah lebih menderita.
>Kamar aisyah
Pukul 08:00.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi. Namun gadis cantik bernama aisyah belum juga terbangun dari tidurnya. Lalu wanita paruh baya memasuki kamar aisyah untuk membangunkan anak tersayangnya itu.
"Bangun sayang ini udah jam delapan. Masa belum bangun sih?" Lisna berusaha membangunkan putrinya.
"Hmm.. apa sih mah" jawab aisyah dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Ayo bangun dong" lisna membuka gorden kamar aisyah agar sinar matahari memasuki ruangan itu.
"Aisyah ayo dong bangun, hari ini kamu harus ikut sama mamah kesekolah baru kamu" Aisyah kaget dan langsung terduduk.
"Hah? Emang harus banget gitu aku ikut? Gk mau ah" aisyah melipat tangannya didepan dada.
"No! Kamu harus ikut sayang. Agar kamu tau sekolahnya seperti apa" tegas lisna.
"Oke oke oke. Aku mandi dulu" aisah pasrah dan berlalu kekamar mandi.
.
.
.
__ADS_1
>Kantin sekolah
pukul 08:20.
"Gimana? kemaren bisa gk luh nembak si megan?" Tanya azka kepada ajil.
Ajil mengeleng lesu "gw gagal"
"Lu gk mau nyoba nembak si sarah?"
"Masih belom berani. Gw takut ditolak" Semua tetawa dengan jawaban ajil.
"Lo semua gk usah ketawa *****"
"Cewe masih banyak. Jangan sedih cuma gara gara satu cewe" kini Ari bersuara.
"Nah betul tuh" sambung kefan.
"Apaansih lu. Lu aja masih jomblo" ucap ajil tak mau kalah.
"Gw jomblo banyak yang suka" jawab Ari dengan nada sombong.
"Iya dah yg ganteng mah beda" ucap azka, ajil, dan kefan berbarengan. Lalu meninggalkan ari sendirian dikantin. Ari yg menyadari hal itu langsung lari mengejar teman teman nya dan terus berteriak memanggil mereka.
"Woyy tungguin gw setan!"
.
.
.
__ADS_1