
Aisyah POV
Hari pertamanya aku tidur bersama devano,malam tadi aku tahu devano memeluk ku rasanya nyaman.apa yang terjadi dengan ku kemarin masalah Reza sudah kulupakan dan ku ingat hanya semalam.
"Bangun Dev mau sekolah engga?" Tanya ku
Aku beranjak menuju kamar mandi yang ada di kamar devano,kamar devano memang kamar terbesar dari seluruh kamar di rumah ini bahkan kamarku aja tidak sebesar kamar devano.
Aku mencuci muka lalu turun ke bawah.aku menuju ke arah kulkas dan aku lihat sudah ada note kertas menempel di kulkas tersebut.
"BILA WAKTUNYA SUDAH TEPAT GUA AKAN KEMBALI TUNGGU..."
"R"
Tidak ini tidak mungkin, Reza kembali itu tidak mungkin.
"AAAAAA..." teriak ku
.
.
.
Devano langsung beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke bawah.devano sudah melihat aisyah yang jatuh di lantai,devano mengambil kertas yang di tulis oleh Reza.devano membuang kertas itu lalu berjalan ke arah aisyah.
Aisyah langsung memeluk devano dengan sela tangisan ketakutannya.devano tidak akan melepaskan aisyah sendiri dan saat ini devano membalas pelukan aisyah dengan erat.
"Gua janji gua gak akan melakukan ke salahkan yang sama" batin devano
"Jangan Reza dia...balik...dia balik..." aisyah dengan ketakutannya.
__ADS_1
"Gak gak akan" devano mengelus puncak kepala aisyah.
Aisyah menghapus air matanya lalu devano mengembalikan suasana seperti semula.devano juga bersiap siap berangkat sekolah jika di katakan devano mencintai aisyah ya memang benar kini perasaannya mulai terbuka kepada aisyah.
"Maaf aku.aku.aku lupa bikin sarapan" aisyah
"Gua sarapan di sekolah aja,jaga diri baik baik nanti mam-," devano berhenti di potong omongan oleh aisyah.
"Gak usah aku baik baik aja,aku di kamar kamu aku kunci saja.kamu bawa kunci cadangan" aisyah
"Oke gua bawa" devano
"Hati hati" aisyah
"Assalamualaikum" devano
"Waalaikumsallam" aisyah
Devano POV
Devano sudah berada di sekolah,devano memarkirkan mobilnya dengan rapih lalu berjalan ke arah kelasnya yang sudah ada sandi dan gara di depan kelas.
"Devano ma bro dah sehat lo?" Tanya sandi
"udah lah bro kalo belum mah dia masih molor" gara
"Udah dan gua lagi kena teror" devano dengan serius
"Reza?" Tebak sandi
"Iya" devano
__ADS_1
"Lo kan yang bunuh bokap Reza?" Gara
"Iya tapi gua gak sepenuhnya salah dong" devano mencoba mengkoreksi dengan bertanya kepada sandi dan gara.
"Dia bukan ngincer lo tapi 'Aisyah' karena dulu Reza punya hubungan spesial dan putus karena Reza ikut taruhan sama temen temennya dan aisyah gak terima dengan perlakuan Reza dan aisyah trau-" sandi di potong oleh gara
"Tunggu lo tau dari mana?" Gara
"Anak tongkrongan Reza" sandi
"Terus gimana lagi?" Devano
"Aisyah trauma dan takut sama Reza akibat kejadian itu." Sandi
Gara dan devano terkejut bukan main,pantas saja sandi bisa bercerita dengan fasih.devano hargai kejujuran sandi bagaimana pun sandi baik sudah memberikan informasi kepada devano.
"Tenang aja Dev gua gak sebejat Reza kita sahabat, lo banyak nolong gua Dev" ucap sandi
Memang banyak yang devano tolong kepada sandi dari mulai masalah keuangan dan masalah keluarga nya.
"Berarti lo bakal jahat in gua dong di?" Gara
"Makanya tolongin gua dong gar" sandi
"Apa tuh?" Ucap gara
"Jajanin gua di kantin" sandi dengan santainya meminta dengan gara.
"Itu pemalakan sandi" gara jengkel dengan sandi.
"Gua masuk kelas dulu" devano
__ADS_1
Banyak anak perempuan yang sudah menunggu devano yang suka di anggap oleh devano fans fanatik sekolahannya.fansnya banyak sekali sampe ada yang melihat devano jalan di koridor banyak wanita yang melihatnya bahkan menyapanya tapi devano diam saja itu sudah biasa.