
.
.
Devano dengan wajah datar menghampiri 2 perempuan yang sedang adu mulut,aisyah tetap saja berwajah tak enak seperti jutek dan devano menenangkannya menyuruh aisyah menghindar terlebih dahulu,aisyah menuruti mendengarkan omongannya dengan Agatha perkataan devano tapi tetap saja aisyah memperhatikan devano
"Ada apa?" Dingin devano
"Aku mau kasih berkas ini,kemarin kamu ketinggalan" Agatha
"Emang gak bisa kasih di kantor?" Devano mengambil berkas dan melihat isi berkas tersebut.
"Ini berkas tanggalnya udah lama gak perlu di kasih ke saya" devano sudah tahu kelakuan Agatha datang kemari.
"Ternyata kamu pintar,aku kesini mau lihat istri kamu.aku mau lihat keadaannya,apakah dia senang sekarang?kalo dia senang aku hanya ingin bilang, dia tidak pantas untuk senang...lihat apa yang kalian perbuat devano kepada reza.dia orang yang aku cintai tapi kamu malah menghabisi nyawanya" Agatha tidak menangis mengucapkannya dengan senyum yang tidak dapat terbaca oleh devano dan aisyah yang dapat mengartikan hanyalah Agatha sendiri.
Agatha maju selangkah mendekati kuping devano.
"Berbahagialah kalian saat ini, tapi lihat aku gak akan kasih kalian ampun!!" Bisik Agatha
"Anyway makasih udah nerima aku disini,aku pulang ya." Agatha pergi meninggalkan devano yang terdiam seolah dirinya ingin membunuh perempuan yang di depannya tadi.agatha mengancam keluarganya dan devano tidak suka itu,devano tidak suka ada yang mengancam keluarganya apalagi Agatha.
Aisyah yang sudah lama mendengar pembicaraan hanya bisa diam,diamnya aisyah karena takut tetapi bukan takut akan dirinya yang di ancam tapi takut devano dan anaknya di kandungan ini,aisyah tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka ataupun keduanya.
"Apa semua akan baik baik saja?" Aisyah
__ADS_1
"Baik baik aja, ayo pergi belanja" devano mengajak mencairkan suasana.
***
Sesampainya di supermarket besar,aisyah mengambil trolly untuk membawa barang yang akan di beli.devano di belakang sehabis memarkirkan ketinggalan jauh dengan aisyah.
"Yuk" devano
Anggukan serta senyuman di berikan kepada devano dan aisyah.
"Jangan senyum,di liatin orang nanti mereka cinta" devano
"Mereka cinta aku tapi aku cintanya sama kamu" aisyah
Devano tersenyum dengan jawaban aisyah,aisyah tidak sekaku dulu waktu pertama kali dengan devano,kini aisyah bisa berbaur dengan siapapun.
"Iya dong cewe harus menang" aisyah
"Iya deh,memiliki pasal pasal dalam hidupnya" devano
Mereka berjalan mengambil barang keperluan,aisyah mengambil bahan masakan dan devano menaruh barang yang di berikan aisyah.
Sampai di tempat para ice cream mengumpul aisyah melihat rasa rasa pada ice cream tersebut.
"Bukan selera aku makan ice cream" devano
__ADS_1
"Maka dari itu ini harus menjadi selera baru kamu" aisyah menaruh 1 box besar ice cream bermerek di trolly.
Selesai berbelanja mereka berdua membayar semua belanjaan lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
"Oke Kemana lagi kita?" Devano
"Kamu cape gak?" Aisyah
"Engga kok" devano
Aisyah ingin bermain timezone tapi ia takut dilarang oleh devano karena aisyah sedang mengandung anak,tapi ini salah satu ngidamnya semoga devano mengerti.
"Kok Diem?kamu ngidam?" Devano
Pipi aisyah merona ternyata devano tau kalo aisyah ngidam.
"Iya tapi.." aisyah
"Tapi apa?" Devano
"Mau main timezone boleh kah?" Aisyah dengan wajah imutnya.
"Boleh asalkan kamu gak boleh cape cape,kalo cape cape kita udahin aja ya!?" Devano dengan lembut kepada aisyah.
"Oke Ayu main" aisyah menarik devano seperti anak kecil.
__ADS_1
.
.