
Setelah pulang dari taman aisyah dan ari langsung mengganti pakaian mereka. Mereka cukup lelah karna seharian berjalan jalan terus, tetapi mereka bahagia bisa menghabiskan waktu berdua. Saat Ini mereka berada di ruang tamu sambil menonton TV. Tidak bukan mereka, mungkin hanya aisyah saja.
"Ri,dari tadi lo main hp mulu"
"Emm sorry syah,gue lagi chat sma yori"
"Ohh"
"Gue mau bujuk dia, besok gue jemput dia lagi gpp kan?"
"Gpp lah,pacar lo juga kan? Lagian kalian harus bicara berdua
"Iyaa"
Tiba suara kilat terdengar,aisyah reflek memeluk tubuh ari karna memang aisyah takut dgn petir. Yap! Sepertinya hujan akan turun
"Duh masih takut aja sma petir?"ucp ari
"Diem deh ri,gue takut beneran ini"
Duarr!!! Bunyi petir
__ADS_1
"Aaaaa..."teriak aisyah
"Hiks...gue takut"jawab aisyah sambil
"Aisyah lo gpp kan?"tanya ari cemas sedikit menangis
"Udh jangan takut kan ada gue."ucp ari sambil mengeratkan pelukannya
"Makasih"jawab aisyah membalas pelukan ari Lalu ari melepaskan pelukan nya, aisyah mengerutkan dahinya ketakutan karna dia masih takut dengan petir. Tapi ari justru tersenyum.
"Udah nikah masa masih takut petir?"ledek ari
"Ihh namanya juga phobia gimana dong? Kesal deh gue."ucp aisyah mengerucutkan bibirnya
"Ihh mesum deh lo"
"Bercanda."
Lalu kembali ari memeluk aisyah kembali sambil memejamkan matanya. Entah kenapa jika bersama aisyah dia begitu nyaman,tak ingin terus berjauhan dengan aisyah. Apa mungkin kah ini efek kerinduan nya? Ahh mungkin Iyaa,pikir ari. Aisyah membalas pelukan ari dan menyembunyikan kepalanya pada dada bidang ari. Aisyah begitu senang di peluk ari seperti ini,rasanya tidak ingin lepas dan tetap seperti ini. Tapi ia juga sadar bahwa ari masih milik yori. Ari mencium kepala aisyah dalam pelukan nya *tau kan gimana?* Dia mencium nya lama...sekali sampai mata aisyah terpejam,dan tak sadar air matanya turun tanpa izin nya. Ari melepaskan pelukan nya lagi lalu menghapus air mata aisyah,dia mengerti mengapa aisyah menangis. Aisyah tersenyum akan perlakuan ari terhadapnya,dia bahagia sangat bahagia. Entah dorongan dari mana,ari mencium bibir aisyah, hanya mengecup nya, tidak **********:v. Dan entah setan dari mana aisyah membalas ciuman ari,cukup lama mereka melakukannya. Setelah itu, dengan sepihak aisyah melepaskan ciuman tersebut. Setelah melepaskan ciuman itu aisyah sedikit merasa canggung, ari pun terkekeh.
"Kenapa syah?"ucp ari meledek
__ADS_1
"Ha...ha? Gak...gpp cuma dingin aja kok."jawab aisyah gugup
"Sini aku peluk..."kata ari lalu memeluk tubuh mungil aisyah lagi dan lagi.
"Ihh gak usah lebay deh lo,aku aku an segala,alay!!"
Entah ari memang sangat labil. Terkadang memakai kosa kata lo-gue dan terkadang memakai kosa kata aku-kamu
"Waktu kecil juga kita panggil aku-kamu-,"
"Waktu itu kan masih kecil,skrg udh gede udh beda"
"Terserah,ngambek nih."ucp ari sambil melepaskan pelukannya dari aisyah
"Ihh jangan baperan amat napa sih."ucp aisyah
"Terserah kamu,gak mau ngomong lagi."ucp ari yg benar2 di buat buat-,:V
"Ari...jangan marah dong. Iya iya lo boleh manggil aku ke gue. Tapi jangan marah dong ntar gak ganteng lagi lho "bujuk aisyah
Sebenarnya ari tidak marah kepada aisyah. Untuk apa dia marah? Dia hanya ingin membuat aisyah khawatir. Ari tau,dari dulu aisyah tak bisa melihat ari marah kepadanya. Aisyah akan cemas sekali apabila ari marah kepadanya. Bahkan dulu sewaktu mereka masih kecil ari pernah marah kepada aisyah selama 3 hari karna aisyah bermain dgn orang lain:v. Dan itu membuat ari tak mau berbicara kepada aisyah dan bermain bersamanya. Berbagai cara dilakukan aisyah agar ari mau memaafkan nya. Dan akhirnya ari pun memaafkannya dan bermain lagi bersamanya.
__ADS_1
"Kalau manggil sayang boleh?"tanya ari yg membuat aisyah terdiam