Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
kamar devano


__ADS_3

.


.


.


.


"Istri bapak di dalam keadaan nya membaik saya sarankan ke-" dokter memberhentikan ucapannya karena devano sudah nyelonong masuk tanpa mendengarkan ucapan dokter.


"Sopan sekali laki laki itu, untung ganteng kalo engga gua tendang" ucap dokter yang di tinggalkan oleh devano.


Di dalam kamar ada aisyah yang terbaring di kasur dengan selang infus di tangannya.devano berdiri tegak dingin menatap aisyah yang terlelap di kasur.mulai perlahan devano menuju ke kasur aisyah.


"Cepet sembuh" ucapan yang keluar dari mulut devano.


"Engh.." suara aisyah yang perlahan membuka mata cantiknya.


"Pelan pelan" ucap devano


Aisyah mencoba duduk di bantu juga oleh devano.aisyah tersenyum sambil memegang kepalanya.


"Aku mau pulang" aisyah mencoba berdiri


"Lo belum sehat" devano


"Semakin lama aku disini semakin aku sakit,kalo gak mau bawa aku pulang aku pulang sendiri aja" aisyah


"Dokter bilang tunggu keadaan lo agak membaik" devano


"AKU...MAU...PULANG..." aisyah mengeja perkataannya.


Devano menatap dingin aisyah seakan omongan aisyah tak berpengaruh sama sekali pada dirinya.


"Kenapa diam?aku pulang sendiri" aisyah sudah berdiri tegak.


"Gak ada yang pulang sendiri lo tetap sama gua" devano


Aisyah tersenyum penuh kemenangan,aisyah berjalan dengan hati hati dirinya masih lemas bahkan aisyah tak tahu apa yang terjadi setelah Reza menculiknya dan membawanya ke tempat sebuah bar ramai.


"Apa yang terjadi sama Reza?" Tanya aisyah di dalam mobil.


"Pergi" singkat devano


"Apa dia akan kembali?" Aisyah


"Gua pastikan itu tidak akan datang" devano dalam batinnya.

__ADS_1


"Pikirin diri lo sendiri jangan pikirin orang lain.sampe rumah gua mau lo istirahat jangan lakuin aneh aneh,apa perlu gua panggil kedua mamah?" Devano


"Gak gak perlu aku bisa" aisyah


"Tidak banyak omongan berbeda dengan aisyah kemarin.apa karena kejadian ini dia takut" batin devano


"Udah makan?" Tanya aisyah


"Belum" devano


"Biar aku masak aja nanti" aisyah


"Lo denger omongan gua gak tadi? jangan banyak tingkah punya kuping?" Devano


"Denger dan aku paham tapi kalo kamu sakit dan aku juga lagi sakit siapa yang jagain kamu?" Aisyah memberikan pertanyaan yang mustahil devano jawab.


Devano diam aisyah membuat devano diam,mau tak mau aisyah melakukan itu supaya devano tak mengeluarkan Kata kata pedasnya kepada aisyah.


 


\*


 


Sampai di rumah aisyah menuju dapur mengambil bahan bahan makanan lalu mencucinya di wastafel.


"Besok gak usah sekolah dulu" devano berada di samping aisyah.


"Gua suami lo dengerin apa kata gua" devano


"Yang baik saja yang aku dengerin, bagi aku gak baik" aisyah


"Sejak kapan lo berani melawan?" Devano geram menatap aisyah dengar tatapan penuh kematian.


"Sejak hari ini" aisyah santai


"Lo sekarang milik gua,tanggung jawab gua,gak usah takut memang gua pernah bilang gak peduli ke lo tapi." devano memberhentikan ucapannya


"Tapi..?" Aisyah melihat ke arah devano


"Tapi untuk sekarang gua akan lindungi lo jika netra gua gak akan masuk jauh lagi ke kehidupan lo" devano


Bukan jawaban itu yang aisyah mau,akhirnya aisyah melanjutkan acara memotongnya.


"Tunggu di sana makanan hampir siap" aisyah


"Dan satu hal lagi untuk saat ini lo sama gua tidur bareng di kamar gua" devano senyum membuat aisyah melotot ke arahnya.

__ADS_1


"Apa?gak aku menolak itu" aisyah


"Gak menerima penolakan,relaxs gua gak akan apa apain lo gua gak napsu sama lo" ucap devano


"Si-siapa yang Mikir kesitu?" Terbata bata aisyah.


"Kalo lo gak mikir kesana artinya lo langsung diam menerima tanpa penolakan,gua mau lo save dah cukup itu doang." Devano


Aisyah tak bisa berkata kata langsung saja ia menaruh makanannya di atas meja makan.


Aisyah dan devano makan bersama masih sama tidak ada perbincangan satu sama lain di meja makan ini.


 


\*


 


Setelah makan aisyah membersih kan badannya dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur,devano masih di bawah menonton televisi dengan tayangan unfaedah.


"Seranjang?" Aisyah melihat kasur kamar Devano lalu menidurinya


"Tenang Syah selama devano gak melakukan macam macam lo akan baik baik aja,pegangan tangan gak akan buat lo hamil" batin aisyah


Aisyah tidur di atas ranjang lalu mencoba menutup matanya sampai ia terlelap.


Ceklek...


Devano masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya hingga menguncinya.


"Kenapa harus di kunci?" Tanya aisyah


"Biar gak ada yang masuk" ucap devano menaiki kasur.


"Lo gak takut gelap kan?" Devano


Di balas dengan gelengan oleh aisyah.devano mematikan lampu dan memegang kepala aisyah.


"Kalo gua bilang gua gak akan apa apain lo,percayalah.gua gak akan apa apain lo" ucap devano


"Hanya berbeda belum menyesuaikan" aisyah


"Besok ada dua nyokap kesini buat jaga lo,gak usah sekolah biar gua aja,jangan debat tidur tutup mata" devano


aisyah hanya bisa pasrah kapan devano bisa di lawan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2