Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
95


__ADS_3

#Tempat pemakaman.


Pukul 08:03


"Kamu tunggu dimobil aja. Aku masih mau disini sebentar" bayu mengelus rambut ajeng.


"Yaudah. Jangan lama lama ya"


"Iya" Setelahnya ajeng pergi kemobil.


Bayu dan ajeng kemarin mendapatkan kabar bahwa farhan dan lisna meninggal. Dengan cepat bayu memesan tiket kejakarta. Namun karena lama diperjalanan dan ajeng kecapean disaat baru sampai. Jadi mereka baru sempat mendatangi makam farhan dan lisna pagi ini.


"Maafin semua kesalahan bayu pah mah. Bayu belum bisa jadi anak yang baik. Bayu belum ngebahagiain kalian"


"Sebenernya bayu mau kasih tau sesuatu. Ini soal aisyah. Mungkin mamah papah udah berulang kali nanya soal ini kebayu. Tapi bayu selalu bohong. Namun sekarang bayu mau jujur. Sebenernya...."


"Sebenernya bayu pernah ngelecehin aisyah" bayu mengeluarkan air matanya. Wajahnya terlihat amat sangat menyesal.


Bukk!


Bayu tersungkur setelah seseorang memukulnya.


"Lo apa apaan sih bang!" Kesal bayu pada raka. Ya. Raka datang tiba tiba kemakam dan emukul bayu.


"Bajingan!" bukk!


"Bang! Lo kenapa?!" Tanya bayu.


"Jangan panggil gw abang!! Setelah apa yang lo lakuin ke aisah selama ini!!!" Ucap raka sangat emosi.


"Jadi... lo denger itu"


"Bisa bisanya ya lo ngelecehin ade lo sendiri! Ade kandung lo sendiri bayuu!!!"


"Itu gk disengaja bang. Gw gk sadar saat itu. Gw-gw dalam keadaan mabuk"


"Mabuk lo bilang? Sejak kapan lo dibolehin mabuk! Sedangkan saat itu umur lo masih 18 tahun!!"


"Gw-gw diajak temen bang. Tapi gw gk sejauh itu kok. Gw cuma nyium aisyah secara paksa. Sampai sampai baju dia robek" bayu menunduk. Bukk! Sekali lagi raka memukul bayu.


"Sampah!" Ucap raka dengan tegas lalu pergi.


"Ay" panggil ajeng. Ajeng membantu bayu berdiri.


"Kamu kenapa? Kok kamu berantem sama bang raka?" Ajeng tadi sempat melihat raka pergi setelah memukul bayu. Namun ajeng hanya mendengar raka memaki bayu sampah.


"Nanti aku jelasin dirumah. Sekarang kita pulang aja"


#kamar rafa.


"Udah dong... masa rafa seorang bad boy nangis terus" ledek san.


"Gw gk nangis setan" ucap rafa dingin.


"Kemaren lo nangis"

__ADS_1


"Itu kemaren. Sekarang enggak"


"Iya deh iya" Rafa kembali menutup mukanya dengan bantal.


"Maen ps yok" ajak san.


"Ogah" jawab rafa dari balik bantal.


"Ngapain gitu kek. Gw maen kerumah lo, tapi malah didiemin gini"


"Siapa yang suruh lo dateng kerumah gw?" Rafa menatap san dingin.


"Gk ada" san menyengir.


"Udah sono keluar. Gw mau sendiri dulu" pinta rafa.


"Gitu banget lo sama sodara sendiri" san memasang wajah sedih sedih alay gitu.


"Sodara? Sejak kapan gw nganggep lo sodara?"


"Nanan ah" akhirnya san pergi keluar.


Rafa hanya terkekeh melihat tingkah sodaranya itu yang sering banget kepedean. Lalu rafa kembali menutup wajahnya dengan bantal.


Tringg!


Rafa menoleh kearah nakas. Tangannya. meraih benda pipih yang berbentuk persegi panjang itu.


"Intan" kening rafa berkerut.


Intan.


*Thanks*:)


sama sama


ya


(read)


Rafa kembali menaruh hpnya. Baru saja rafa ingin menutup wajahnya lagi. Namun hp rafa kembali berbunyi.


Intan.


Lo lagi apa?


*Tiduran*.


owh...


(read)


Rafa tak membalas pesan intan. Karena bagi rafa itu sangatlah tidak penting. Namun hpnya kembali berbunyi.


Gk ada niatan keluar? Yahhh:(

__ADS_1


Gk. ??


yah:(


Sebenernya gw mau ketoko buku. Tapi gk ada yg nganterin:(


Lo kn pnya mbl sndri.


Lagi dibengkel.


Oh.


Iyaaaaaaaa:(


Pesen tksi online aj. Emng lo gk bisa keluar???


Gk.


Kenapa?


Mls.


Yaudah deh:(


(Read)


Rafa berpikir sejenak. Dari pada dia dikamar seperti ini. Cuma bisa bikin gabut. Lalu rafa berubah pikiran dan kembali mengetikan sesuatu keintan.


Gw otw.


(Read)


Disebrang sana, intan sedang senyum senyum sendiri mendapatkan balasan pesan dari rafa.


#dikamar arsyah.


Aisyah, ari, dan ara kini sudah kembali kerumah mereka. Sedangkan dirumah sebelumnya, kini menjadi milik raka dan esta. Namun disana juga ada bayu dan rafa.


"Mahhhh...." ara memanggil aisyah yang sedang duduk dipinggir kasur. Aisyah sedang melamun sambil menatap kosong kearah jendela. Namun buyar karena ara memanggil namanya. Aisyah mendengar itu. Namun aisyah tidak memperdulikannya. Ara kembali mendekat keaisyah. Tangan mungilnya mengelus ngelus tangan aisyah.


"Mamah... ala au minum cucu"


"Mamah..."


"Mamah!" Kesal ara lalu memukul tangan aisyah. "


" Aisyah tetep diam menatap kosong kearah jendela.


"Mam-- "


"DIEM!" Bentak aisyah.. Aisyah menatap tajam ara. Ara memasang wajah kaget. Mungkin ara tidak percaya. Aisyah yang selama ini selalu memanjakannya, kini membentak ara.


Ari datang dari ambang pintu karena mendengar aisyah berteriak tadi.


Ari menghampiri ara. Lalu menggendongnya. Ari membawa ara kebawah.

__ADS_1


__ADS_2