Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
Detik Detik


__ADS_3

"UNKNOW NUMBER"


Aisyah mendekatkan hp nya pada telinganya. "Hallo" aisyah


"Kalian hanya menunggu bukan menunda,kalian hanya menantikan sebuah pembalasan dan kalian lupa bagaimana caranya menyerang" Panggilan tersebut tidak di ketahui,suara pada panggilan tersebut seperti suara wanita,aisyah menutup mulutnya seakan syok dengan perkataan wanita misterius tersebut.


"Hei kamu kenapa?" Devano


Aisyah mematikan panggilan itu lalu mengusap air matanya,aisyah yakin semua akan baik ba saja seperti dulu selama devano di sampingnya.


"Bukan siapa siapa,salah sambung" aisyah


Devano mungkin tidak begitu menyadari apa yang terjadi,dan aisyah menghiraukan kejadian tadi seperti angin lewat yang berhembus,semua kembali fokus dan tentunya devano fokus dengan menyetir.


Aisyah melakukan rawat inap menunggu proses pembukaan persalinan,devano masih setia menunggu aisyah dan tidak merasa kewalahan walaupun aisyah meminta tolong untuk mengantar kemanapun aisyah inginkan.


"Sakit Syah?" Devano dengan posisi kepala yang berada di atas pundak aisyah dan menatap ke arah perut aisyah yang membesar.


"Lumayan...kamu makan gih" aisyah


"Tar aja" devano

__ADS_1


"Sekarang devano nanti kalo kamu.argh.sakit-" aisyah tidak melanjutkan pembicaraannya lagi melainkan beralih memegang perutnya.


"Syah kamu kenapa?" Devano panik ia bingung harus melakukan apa perkiraan dokter besok akan melakukan proses persalinan karena ini baru pembukaan ke 2.


"Devano panggil dokter.argh." aisyah meringis kesakitan.


"Panggil dokter dimana?" Devano tidak bisa berfikir karena panik.


"Di depan..argh..devano kamu kenapa tiba tiba oon gini,aku mau nangis...argh..sakit devano cepat" aisyah


Devano langsung memencet bel pada atas kasur aisyah lalu berlari keluar berteriak memanggil dokter serta suster.


Devano mengangguk lalu duduk pasrah,ke-4 orang tuanya belum datang dan devano tidak akan menelfone mereka karena ini sudah pukul 2 pagi dan devano tidak sanggup untuk membangunkan mereka.


devano duduk di kursi besi yang sudah di siapkan oleh rumah sakit.


Ceklek...


Pintu terbuka, bukan dari ruangan aisyah namun ruangan sebelahnya yang juga di masuki oleh dokter dan suster.


"Devano" ucap laki laki di depannya,devano yang tadi menunduk kemudian mengangkat kepalanya untuk melihat sosok orang yang memanggil di depannya.

__ADS_1


"Gara,lo ngapain disini?" Devano


Laki laki di depannya ini adalah gara,gara berada di rumah sakit yang sama dan di ruangan persalinan.


"Jangan bilang anak lo mau brojol?" Gara


"Lahir ****,iya ini gua lagi nunggu" devano


"Kok bisa bareng?lo ngikutin ya?wah gak bisa gini nih" gara


"Gak tau lah,gua nunggu ini" devano menggaruk kepalanya yang tidak gatal.muka devano terlihat stres serta takut semuanya tercampur aduk.


menit kemudian...


Sebuah kasur berjalan menuju kamar aisyah, ternyata itu zolla tetapi mengapa zola dipindahkan ke kamar aisyah.gara hanya melihat dengan wajah bingung,muka gara terlihat polos seperti **** pink yang ingin di tumpahkan lumpur!.


"Loh sus kenapa istri saya di pindah in?" Tanya gara


"Iya pak supaya proses persalinan lebih mudah dan lebih banyak bantuan" suster


Mereka hanya diam sedangkan suster kembali masuk ke dalam ruangan.mereka ber dua kembali menunggu,karna anak pertama devano lebih merasa takut kehilangan,semua orang tua pasti takut kehilangan anaknya yang jelas!!

__ADS_1


__ADS_2