
#diruang meeting.
Meeting sudah dimulai. Terlihat keseriusan diwajah ari. Ari menjelaskan dengan sangat detail. Disini hanya ada 4 orang. Ari, steffi, pak galih, dan dinda. Sesuai bukan? Atasan dan sekretaris,
"Jadi-"
Ucapan ari terhenti karena ponselnya berbunyi nyaring. Ari merutuki dirinya karena lupa mensilent ponselnya. Ari melihat siapa orang yang menelfonnya disaat jam sibuk seperti ini.
Istri Ternyata itu aisyah. Ari berpikir sejenak. Setelahnya ari memilih untuk mensilent ponselnya. Ia tidak memencet tombol hijau maupun merah. Lalu ia letakan kembali ponsel nya diatas meja.
Ari tau pasti disana aisyah sedang mendumel dengan mata melototi ponselnya. Itu sangat lucu. Ari kembali melanjutkan meeting.
"Maaf" ucap ari sedikit tidak enak.
"Baik kita lanjut lagi. Jadi kita akan membangun sebuah proyek dibandung, Soal daerahnya saya belum mensurfey sendiri. Tapi sekretaris saya sudah datang kesana dan melihat situasinya" ari berdiri disamping layar monitor yang besar (author gk tau namanya apa)
"sesuai laporan sekretaris saya. Ini lokasi yang akan kita bangun proyek. Menurut saya tempat ini sangat setrategis. Mungkin besok kita bisa kesana untuk melihat lebih jelasnya" jelas ari.
Namun ponsel ari terus menyala pertanda ada yang menelfon. Dan sipenelfon pun tetep sama, yaitu aisyah. Semua orang disana memandang ponsel ari yang terus menyala.
"Gimana pak galih? Bisa?" Tanya ari menyadarkan semua.
"Owh besok? Oke saya bisa. Kira kira kita berangkat jam berapa?" Tanya galih.
"Stef, besok saya ada urusan penting tidak?" Tanya ari memastikan pada steffi.
"Besok bapak harus bertemu klien dibogor. Kira kira setelah jam makan siang"
"Oke" ari mengangguk.
"Pa galih, gimana kalo besok pagi aja? Jam 7 kita berangkat. Agar sampai dibangdungnya tidak terlalu siang"
Ponsel ari kembali menyala. Ari geram sendiri jadinya. Ia pun meraih ponsel itu.
__ADS_1
"Saya permisi angkat telfon dulu" Ari mengangkat telfon didepan ruang meeting.
Sebelum mengangkat telfon, ari membaca doa dulu dan menarik nafas panjang.
"Hall--"
"ARI!!!!!!" Ari langsung menjauhkan ponselnya.
"Kuping gw bisa budek kalo gini" gumam ari pelan menatap ponselnya.
"KAMU KEMANA AJA! DARI TADI AKU TELFONIN TAPI GK DIANGKAT ANGKAT! KAMU PASTI LAGI BERDUA AN SAMA STEFFI KAN? IYA KAN?! NGAKU DEH!!"
"Gk baik nuduh nuduh suami"
"ILAH BOONG KAMU!
"Tadi tuh aku lagi meeting penting. Maka nya gk bisa angkat telfon. Kamu kenapa nelfon aku?"
"Ada hal penting"
"aku mau cilok bandung" nada aisyah sedikit di manja manjain. Ari menepuk jidatnya. Aisyah nelfon ari berkali kali cuma mau bilang bahwa dia mau cilok?
"Ya allah sayang... kirain ada hal penting"
"Ini hal penting ari! Aku mau cilok!"
"Kan ada bi wawa. Kamu minta bi wawa buat beliin aja"
"Gk!! Aku mau nya kamu yang beliin!"
"Tapi aku masih ada meeting. Kamu tolong ngertiin ya"
"Bodo amat! Beliin aku cilok bandung sekarang! Titik!" Ari membuang nafasnya kasar.
__ADS_1
Frustasi banget ngadepin aisah yang kaya gini. Heran, gk biasanya aisah kaya gini. Permintaan nya ngaco dan gk masuk akal.
"Oke. Sekarang aku berangkat ke depan buat cari tukang cilok"
"Ihhhhh bukan!" Teriak aisyah.
"Apa lagi sayangggg" ari gereget sendiri sama aisyah.
"Kamu gk denger apa yang aku bilang tadi?! Ci-lok-ban-dung" aisyah menekan setiap kata.
"Aku mau kamu beli cilok bandung ya dibandung!! Bukan cilok jakarta!"
"Tapi aku lagi sibuk yang. Aku suruh karyawan aku aja ya"
"EHH NGGK!!! Aku mau nya kamu! Bodo amat pokok nya kamu harus beli langsung kebandung. Buat buktinya kamu harus selfi sama abang ciloknya plus gerobaknya. Awas aja kalo diem diem kamu nyuruh karyawan! KAMU TIDUR DILUAR!!" Aisyah memutuskan sambungan telfon.
Ari cengo sambil memandangi ponselnya. Gk nyangka aisyah sekonyol itu.
"Pak" seru steffi membuyarkan lamunan ari.
"Eh iya. Kenapa?"
"Bapak yang kenapa. Kok bengong gitu"
"Ah pusing kepala saya!" Ari memasukan ponselnya kesaku celana.
"Cepat selesai kan meeting ini. Setelah itu kamu temani saya kebandung"
"Kita surfey proyek sekarang pak?"
"Nggk"
"Lah terus kita ngapain kebandung?"
__ADS_1
"Beli cilok" ari masuk lebih dulu keruangan meeting meninggalkan steffi yang bingung setengah mati.