
AUTHOR POV.
#apartemen Ari.
Suasana apartemen Ari kini sedikit kacau. Itu karena ia sedang mempersiapkan suprise untuk Aisyah besok. Tapi ia tidak sendiri, melainkan bersama Steffi.
Steffi bersedia membantu Ari untuk mempersiapkan suprise untuk Aisyah. Kini mereka sudah terlanjur mengantuk. Ari tidak mengijinkan Steffi untuk pulang karena mengingat ini sudah larut malam. Ari dan Steffi tidur di sofa, namun terpisah. Apartemen Ari sudah didesain bertema panda. Sesuai dengan selera Aisyah. Ya tapi belum selesai semua. Masih ada beberapa yang harus perbaiki. Dan soal kue? Besok baru mereka akan mengambilnya. Tidur nyenyak mereka terganggu oleh suara dering telfon.
"Ri, hp Lo bunyi nih" Steffi mengucek ngucek matanya.
"Angkat Stef. Gw males nyamperin" ucap Ari yang masih memejamkan matanya. Steffi berdecak kesal.
"Hallo" ucap Steffi yang baru saja bangun dari tidurnya. Ia tidak sempat melihat nama si penelpon karena matanya masih sangat berat. Satu menit berlalu, namun belum ada jawaban dari si penelpon.
"Siapa steff?" Tanya Ari sambil mengeratkan pelukannya pada bantal. Steffi menguap. Dengan malas ia melihat layar ponsel yang menyala terang.
"Owh, Aisyah ri" Ari mengerjapkan matanya.
"Sini" Ari meminta ponselnya.
"Nih. Eh dimatiin ri. Noh liat" Steffi memberikan ponsel Ari.
"Kok dimatiin sih" Ari menggaruk rambutnya yang sudah terlihat berantakan.
"Yaudah lah besok aja gw telfon balik" Steffi hanya merolling eyes.
#rumah Herlan Uchi.
Pukul 06:55.
"Ayo Ara makannya yang banyak" ucap Herlan. Kini mereka sedang sarapan dimeja makan.
"Iya kakek. Ini ala makan banyak kok" ucap Ara dengan mulut yang penuh.
"Owh iya syah. Ari gk kesini? Udah kamu hubungin belum" ucap uchi.
__ADS_1
"Papah lagi-"
"Ari lagi sibuk mah" ucap Aisyah memotong ucapan Ara. Aisyah takut Ara berkata yang aneh aneh.
"Sibuk banget sih Ari. Nanti papah coba telfon deh biar kesini nyusul kamu sama Ara" ucap Herlan.
"Gk usah pah. Aku tadi pagi pagi sempet telfon Ari kok. Katanya dia bakal telfon aku kalo pekerjaannya udah beres"
'maafin Aisyah pah, Aisah harus bohong terus' batin Aisyah.
"Owh gitu. Yaudah deh bagus. Papah cuma gk mau gara gara perkejaan Ari jadi lupa sama keluarga" Aisyah terkekeh.
"Nggak kok pah. Ari gk gitu"
"Ngomong ngomong nih ya. Bukannya ini hari anniversary kamu sama Ari ya syah?" Tanya Uchi.
Aisyah terdiam. Ingin sekali rasanya ia menangis sekarang. Meluapkan semua tentang hubungannya dengan ari kepada Uchi dan Herlan. Tapi ia tidak sebodoh itu. Ia harus mengatasinya sendiri. Aisyah tersenyum.
"Iya mah. Ari udah ngucapin kok di telfon" Aisyah berbohong lagi.
"Intinya kalian harus saling percaya" timpa Herlan. Aisyah mengangguk.
"Iya mah, pah. Amin, semoga aku dan Ari sama sama terus"
#rumah someone.
Pukul 10:08.
"Ada apa kamu manggil aku?" Tanya gadis yang mempunyai tubuh kecil.
"Kita akhiri semuanya" jawab gadis berbadan tinggi.
"Maksud kamu apa?"
"Lo pernah bilang kan, Lo capek ngelakuin ini terus. So, ini saatnya kita akhiri. Kita akhiri dia. Dengan begitu Lo bisa bebas dari gw"
__ADS_1
"Kamu gila ya. Kamu mau bunuh dia?! Aku gak mau ngebantu kamu soal ini"
"Lo gk mau? Oke. Itu tandanya Lo gk tau diri. Lo gk tau caranya balas Budi!! Seharusnya Lo sadar! Kalo bukan karena gw, bokap Lo udah mati!!!"
"Tapi aku gk mau ngelakuin perbuatan se keji itu! Selama ini aku selalu ikutin kemauan kamu. Tapi kalo yang ini aku gak bisa"
Gadis berbadan tinggi itu mendekati gadis bertubuh kecil. Lalu menarik rambutnya. Gadis bertubuh kecil itu kesakitan.
"Lo bunuh dia, atau gw bunuh bokap Lo" lirih gadis bertubuh tinggi itu.
"Yori aku mohon, jangan sakitin ayah aku" ucapnya menangis. Yaps, ini adalah rumah Yori.
"Ya gw sih simpel aja. Sesuai omongan gw barusan. Lo bunuh dia atau gw bunuh bokap Lo" Gadis itu menangis.
"Baiklah" jawabnya bergetar.
"Aku bakal lakuin kemauan kamu" Yori melepas cengkramannya.
"Nah gitu dong. Kan jadinya gw gak usah marah pagi pagi" Yori kembali duduk.
"Sekarang Lo boleh pulang. Gw bakal susun rencana dulu. Intinya hari ini dia harus lenyap"
Gadis bertubuh kecil itu pergi tanda menjawab ucapan Yori. Yori tertawa puas. Lalu menelfon seseorang.
"Hallo tal"
"Lo kerumah gw sekarang juga. Kita susun rencananya"
"Hmm... Hari ini dia bakal lenyap"
"Oke see you" Sedangkan disisi lain, ada seseorang yang mendengar ucapan Yori.
"Kak Yori mau bunuh orang?" Lirih gadis itu yang bernama intan. Ya dia adiknya Yori. Intan sedari tadi mendengar obrolan Yori dengan temannya barusan yang sudah pulang. Sekarang ia sedang bersembunyi agar tidak terlihat oleh Yori.
"Kenapa kak Yori jadi serem gini sih. Sebenarnya dia mau bunuh siapa" pikir intan mencoba menebak nebak. Namun ia tidak bisa menebak siapa orang yang akan dibunuh kakaknya.
__ADS_1
"Aku harus pantau kak Yori terus" intan pergi menuju kamarnya.