
.
.
.
Drt...drt..drt..
Hp devano berbunyi,devano tidak akan mengangkatnya selama ia masih di meja makan.devano tidak suka makan sambil bermain hp atau menjawab panggilan dari orang lain.
"Hmmm.angkat siapa tau penting" aisyah
"Lagi makan" devano masih memasukkan nasi ke mulutnya.
"Kalo penting gimana?" Aisyah masih mengitot kepada devano.
"Gak akan penting orang,orang pentingnya aja ada di depan gua" devano masih sempat ya membuat aisyah blushing malu.
"Cepet angkat atau aku yang angkat" aisyah Devano menyerah ia tak mau aisyah yang mengangkat telpon nya jadi mau tidak mau devano mengangkatnya.
"Halo" devano
"Devano mamah masuk rumah sakit" laki laki yang di kenal sebagai ayah
"Mamah yang mana?kan ada dua" devano.
"Devano kamu yah durhaka sama mamah kamu sendiri.mamah sendiri aja gak kenal.astagfirullah" ayah devano
"Kan devano udah menikah ya gak salah lah devano nanya gitu bisa jadi mamah aisyah atau bener bener mamah" devano santai wajah datarnya.
"Devano kami kesini ke rumah sakit melati, mamah sakit sudah...jangan banyak tanya" ayah devano
Telepon di matikan oleh pihak ayah devano,devano langsung menaruh hp nya ke dalam kantongnya kembali.
__ADS_1
aisyah melihat ke arah devano dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Mamah sakit kita di suruh ke sana" devano
"Tuh kan penting udah ayo kita ke rumah sakit" aisyah sudah cepat cepat minum air es yang tadi sudah di hidangkan.
"Iya" devano menaruh uang rupaiah di meja yang ia duduki.
"Tuh untung aku suruh kamu angkat panggilannya kalo engga gimana jadinya?" Aisyah
"Ya jadi gitu" devano
"Ya gitu gimana devano?"aisyah tidak mengerti maksud devano.
"Lo terlalu begini yang buat gua terlalu begitu" devano ngasal saja berbicaranya biar aisyah tidak banyak bertanya.
"Ihh maksud" aisyah
"Biar cepet" devano masuk kedalam mobil begitu juga aisyah
***
Sampai nya di rumah sakit melati devano langsung keluar menuju ruang mamahnya di rawat bersama aisyah.
"Ini bener kamarnya" aisyah
"Benerin aja udah,kalo salah bilang 'ini lagi acara YouTube YouTube'" devano dengan pede nya.
Pada saat masuk kamar ternyata mereka masuk ke kamar yang tepat,sudah ada bunda aisyah mamah devano yang terbaring di kasur dan ayah devano di sampingnya tapi tidak ada papah aisyah.devano mendekati ibunya.
"Mamah kenapa?" Devano
Devano sangat sayang dengan ibu sangat sangat sayang walaupun ibunya menyebalkan tapi bagi devano ibunya adalah sumber kebahagiaan pertamanya.
__ADS_1
"Mamah pusing doang kok" mamah
"Mamah pusing mikirin apa sih? mamah udah tua mah jangan banyak pikiran" devano
"Mamah mikirin kamu sayang" mamah devano
"Mamah aku sama devano baik baik aja kok..mamah gak perlu khawatir" aisyah mendekati mamah.
"Bukan sayang... mamah kepikiran kapan mamah bisa punya cucu kaya tetangga sebelah" mamah tersenyum
"MAH..." devano
"Mamah tau itu hal yang sepele mamah juga tahu kamu masih SMA tapi mamah pengen cucu takut mamah gak kesampean liat cucu mamah" mamah devano
"Nanti ya mah cucu nya" aisyah
"Kalian udah lakuin itu?" Bunda aisyah
"Lakuin apa bunda?" Aisyah bingung sedangkan devano diam menunduk.
"Itu loh-baby baby" bunda aisyah
"Baby?maksudnya?" Aisyah
"Udah udah pikirin sekolah dulu yah.urusan anak gampang,mamah cepet sembuh jangan banyak pikiran kalo banyak pikiran gimana mau liat cucunya" devano
Aisyah baru mengerti maksud kedua ibu di depannya ini,masa iya aisyah harus melakukan itu bersama devano. Aisyah dan devano mengobrol banyak hingga larut malam merenggut waktunya.
"Mah devano ama aisyah pulang dulu,mamah cepet sembuh.besok aisyah sama devano kesini lagi" devano
"Iya sayang,makasih banyak mau nengokin mamah" mamah devano
"Apaan sih mah...mamah kan mamah kita masa kita biarinin" devano
__ADS_1
"Iya sayang makasih banyak" mamah devano.
Aisyah tidak banyak berbicara, biasanya aisyah yang banyak bicara sekarang kebalikannya malah devano yang aktif sepeti radio rusak yang menyala.