
Skip cerita.
#tempat pemakaman.
"Ayo raf" ajak esta. Sebelum pergi, rafa mencium papan nisan farhan dan lisna secara bergantian.
"Rafa sayang mamah papah" lirih rafa kemudian. Jangan khawatir mah pah. Raka akan selalu jagain ade ade raka. Mamah papah harus tenang disana. Raka akan selalu doain kalian. Karena raka sayang mamah papah. Terima kasih mah selama ini udah ngerawat dan ngasuh raka. Terima kasih juga pah karena udah sekolahin raka, kasih makan raka. Berkat kalian berdua sekarang raka bisa sukses. Maafin raka yang belum bisa bahagiain mamah papah- batin raka.
Raka menarik nafasnya. Dia berusaha menahan air matanya yang sudah hampir keluar.
'Raka sayang banget sama mamah papah' batin raka.
Setelah itu raka pergi menyusul esta dan rafa. Kini hanya ada ari dan aisyah.
"Sayang... kita pulang yuk" ajak ari dengan sangat lembut.
"Aisyah... "
"Kamu kalo mau pulang duluan aja" ucap aisyah tanpa menoleh.
"Sayang... ikhlasin ya. Biarin mamah papah kamu tenang"
"Ri" ucap aisyah tanpa menoleh. Matanya masih terus menatap dua makam orangtuanya.
"Aku mohon. Tinggalin aku sendiri dulu" Ari menghela nafasnya.
"Yaudah. Aku tunggu dimobil ya" ari mengelus pucuk kepala aisyah. Setelah ari pergi, aisyah kembali meneteskan air matanya. Aisyah sungguh tidak percaya. Tuhan merenggut kedua orang tuanya dengan sangat cepat.
Flasback.
"Mamaaaahhhhhhh.. " rafa menangis sejadi jadinya diruang jenazah tersebut.
"Jangan tinggalin rafa mahhh! Papah! Papah kan udah janji sama rafa gk akan tinggalin rafa! Cepet bangun mahhh! Pahh!"
"Rafa tenang rafa" esta memeluk rafa dengan erat. Membiarkan rafa menangis dipelukannya. Raka menyenderkan tubuhnya pada dinding rumah sakit. Matanya terpejam namun mengeluarkan air mata. Raka sangat terpukul atas kepergian farhan dan lisna. Raka sempat emosi saat mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya sudah tiada. Bahkan raka sempat memukul dinding rumah sakit. Dan hal itu membuat tanganya terluka. Namun raka menghiraukan lukanya.
"Gk mungkin ri gk mungkin" ari memeluk aisyah yang sedari tadi menangis dan berteriak histeris.
__ADS_1
"Ja-jangan per-gi pah mah" ucap aisyah terbata bata karena menangis. Setelahnya aisyah pingsan.
Flasback off.
"Pah... siapa yang bakal jagain aisyah lagi? Dulu disaat aisyah dibully temen temen. Papah yang selalu bela aisyah. Papah yang selalu jagain aisyah"
"Dan mamah. Mamah yang selama ini selalu support aisah. Mamah yang selalu nasehati aisyah disaat aisyah berada dijalan yang salah. Disaat aisyah ada masalah sama ari, mamah selalu kasih solusi yang baik"
"Dan sakarang!! Kemana kalian?! Hah! Kenapa kalian pergi ninggalin aisyah sendiri!!" aisyah menghapus air matanya kasar.
"Kau!" Aisyah menatap langit yang mulai mendung.
"Kenapa kau merenggut kedua orang tua ku! Kenapa secepat ini!! Tidak ada yang lebih berharga lagi selain mereka! Kini mereka telah hilang!!! Itu semua karena kau! Kau jahat!! Kau sangat jahat!!! Jangan ambil mereka" aisyah kembali menangis. Kini kedua orang tuanya sudah tiada. Mereka telah tenang dialam sana.
#rumah raka esta.
Pukul 20:17
Malam ini ada acara pengajian untuk mendoakan kepergiam farhan dan lisna. Para tetangga, teman kerja farhan, sodara sodara, dan teman teman aisah juga dateng.
"Assalamualaikum" ucap kefan dan maureen.
"Ri, bang raka, ka esta, dan rafa. Gw sama mauren ikut turut berduka cita ya. Semoga amal ibadah om farhan dan tante lisna diterima disisi Allah. Dan kalian semua diberi ketabahan. Maaf gw baru bisa dateng. Tadi mauren nya bermasalah, biasa ibu hamil" jelas kefan. Mauren sedikit menyubit pinggang kefan.
"Makasih ya de" ucap raka.
"Iya bang"
"Makasih ya bro" ucap ari.
"Sans"
"Ri. Aisyah mana?" Tanya mauren.
"Aisyah dikamar. Tadi udah gw bujuk keluar. Tapi dia tetep gk mau"
"Boleh gk gw nyamperin dia?" Ijin mauren.
__ADS_1
"Boleh. Tapi jangan lo paksa ya. Gw takut emosinya naik lagi"
"Iya ri"
"Aku ke aisyah dulu ya yang" ucap mauren pada kefan.
"Iya hati hati" Mauren pergi kekamar aisyah. Tapi tidak sendiri. Mauren mengajak sarah, cipa, dan cery.
"Pah... ala au kemamah" ucap ara yang sedang berada dipangkuan ari.
"Emm... nanti ya sayang" ari mengelus ngelus lembut rambut ara. Kasian ara, Sedari tadi ara dicuekin sama aisah. Aisyah hanya sibuk mengurung diri.
"Tapi pah-"
"De. Biarin mamah sendiri dulu ya" ucap ari selembut mungkin. Arapun menganggukan kepalanya.
#kamar aisyah.
"Aisyah" panggil sarah.
"Syah ini gw. Mauren, sarah, cipa, sama cery"
Ceklek.
Akhirnya aisah membuka pintu kamarnya. Lalu mereka semua masuk.
"Ka... jangan nangis terus. Aku tau kok. Kakak wanita yang kuat. Kakak wanita hebat" ucap cery duduk disamping aisyah.
"Lo harus bisa ngadepin ini semua syah" lanjut mauren.
"Gk segampang itu. Emang lo pikir hidup tanpa orang tua itu gampang? Hidup tanpa orang tua itu enak?!" Kesal aisyah.
"Nggak" aisyah menunduk sambil menggelengkan kepalanya. Lalu semuanya memeluk aisyah..
"Kita bakal selalu ada buat lo" ucap sarah.
"Iya syah. Jangan pernah sungkan buat curhat sama kita" tambah cipa.
__ADS_1
Tetep kuat ya ka. Kaka pasti bisa ngedepin semua permainan dia' batin. cery.