
.
.
Devano mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa.devano tahu dia sudah telat janji dengan aisyah maka dari itu devano sangat terburu buru.devano memasukkan barang barang ke dalam tas dan untuk hasil pertandingan sangat memuaskan devano karena tim devano menang dengan skor tertinggi dengan kedatangan gara dan sandi masuk kembali ke tim inti.
"Bro gua cabut duluan yah" devano keluar kamar ganti.
"Hati hati lur" sandi
Devano berjalan ke arah parkiran dengan melewati koridor koridor yang sudah sepi sejak 1 jam yang lalu.di ujung koridor terlihat batang hidung naura yang sedang diam menatap devano.
"Awas gua mau balik" devano
Naura mencegahnya dengan berhenti di depan devano.
"Aku mau ngomong dulu sama kamu" naura
"Gua idah gak ada waktu lagi" devano
"Gak akan lama...beri aku 5 menit" naura.
Devano pasrah jika tidak di turuti naura akan mengejarnya lebih jauh jadi devano memutuskan menyelesaikannya sekarang juga.
"Duduk dulu" naura
Devano duduk samping naura dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
"Ada apa to the point aja" devano dingin.
__ADS_1
"Aku-aku- masih sayang sama kamu-aku harap kita bisa kembali seperti dulu.aku mau yang dulu tanpa pengganggu" Naura
"Cuma itu doang?" Devano menaiki satu alisnya.
"Iya" naura
"Basi sumpah.gua udah pernah bilang ke lo naura.gua gak bisa tolong jangan ganggu gua" devano
"Boleh aku minta sesuatu dari kamu?" Naura
"Apalagi?" Devano malas
"Peluk aku terakhir kali nya aja" naura
"Hmm" devano sebagai jawaban.
Aisyah POV
Aisyah masih saja mengerjakan tugasnya hingga tanda titik mengakhiri tugasnya.aisyah menutup laptopnya dan melihat arah pintu masuk cafe.
"Devano mana sih?udah jam setengah enam.apa iya dia gak dateng?apa iya dia udah sampe duluan?" Aisyah melihat jam.
Drt...drt...drt...
Harry send a photo
Awalnya tidak ingin membuka pesan dari Harry api karena penasaran mau tidak mau aisyah membuka pesan yang di berikan Harry.
Aisyah melihat dengan muka datar dan kecewa di hatinya.harty memberikan photo devano dengan naura yang sedang pelukkan berdua dan di balas satu sama lain.
__ADS_1
Harry send a vidio
Vidio yang dikirimkan Harry terlihat jelas devano sedang pelukkan dengan naura,hancur hatinya.
"Pantes aku gak boleh nunggu di sekolah.cukup tau dan jujur aku gak masalah" aisyah tak sadar sudah meneteskan air matanya.
Cling. Bell tanda masuk orang ke dalam cafe.devano dengan wajah senyumnya melihat ke arah aisyah.aisyah segera menghapus air matanya.
"Maaf lama nunggu" devano menyengir kepada aisyah.
Wajah aisyah datar tidak senyum sama sekali.aisyah kecewa dengan devano.
"Sebaiknya kamu jelasin Kemana aja ampe lama kaya gini" aisyah
"Gua tadi ngobrol dulu di ruang ganti sama sandi gara" devano
"Terus." aisyah
"Udah gitu aja kalo terus terus nabrak" devano
"Apa susah nya sih jujur sama aku!" Batin aisyah.
"Nih sebaiknya kamu kasih penjelasan tentang vidio ini dan foto ini,aku pulang naik taxi" aisyah memberikan hp nya kepada devano dan kunci rumah. Kalau seperti ini aisyah tidak akan pulang ke rumah,devano melihat foto berpelukannya dengan naura.
"Shit" devano langsung keluar membawa hp dan kunci rumah.
Aisyah masuk ke dalam taxi dan menuju arah hotel yang ia mau.aisyah menangis terlihat lebay tapi aisyah lelah jika harus berusaha terus dalam hubungan ini.
***
__ADS_1