
.
.
.
Pagi pagi devano sudah terbiasa bangun karena suara aisyah membundar mandir membuka kemarin menyiapkan segalanya.devano sekarang sensitif terhadap suara mungkin devano siap siaga pada saat aisyah kenapa kenapa.
"Mandi dulu abis itu sarapan" aisyah
"Gak usah beres beres apa gunanya pembantu kalo kamu masih beres beres dan lihat lah perut kamu" devano mengucap matanya karena masih baru mendapatkan nyawanya kembali.
"Iya devano sekarang mandi" aisyah
Selesai mandi bersiap sana sini,devano siap berangkat ke kantor dengan mobilnya.
"Aku berangkat hati hati di rumah,ada apa apa telfone aku tapi jangan kerjain aku pada saat waktu aku sibuk" devano trauma akibat aisyah sering mengerjai nya dengan hal yang tidak penting.
"Iya iya," aisyah
Devano menaiki mobilnya.
.
.
Pada jam istirahat sandi dan gara memang biasa ke ruangannya,sandi dan gara kerja di perusahaan milik devano.
"Muka lu pada kenapa stres gitu?" Devano melihat teman temannya yang berwajah kusut.
"Ya lu kan tau si zola udah masuk 4 bulan banyak ngidam apalagi zola ngidam tengah malam lagi" gara bersuara kesahnya yang ia rasakan.
"Apalagi gua neta kan udah lahiran gua di suruh sift jaga anak gua kalo laper ataupun apa" sandi
__ADS_1
"Lo sendiri keknya enteng aja ya devano?" Gara
"Emang kalo 3 bulan belum ada ngidam nya yah?" Tanya devano dengan serius
"Harusnya udah gua aja udah" gara
"Tapi istri gua gak minta apa apa ama gua sekalinya minta emang kebutuhan" devano
"Wah kalo kaya gitu lu enak dan kasian aisyah nahan untuk gak ngidam ke lu biar lu gak ganggu kali,lagian yah minta ama lu juga bakal susah nge luangin waktu dan susah minta banyak alasan itu sebab aisyah gak mau kali" sandi
"Hahahah gak rasain ngidam bumil belum rasain jadi seorang ayah" gara
"Ye bacot lu ngidam istri aja kok lu udah stress kaya **** guling" sandi
Devano diam saja dari pada ia salah berbicara atau lainnya.
Tok...tok...tok..
"Kenapa lo blay?" Gara
kata 'blay' sebagai tanda bahwa Agatha adalah jablay.
"Apaan sih lu gar" Agatha
"Ada apa Agatha?" Devano dengan sopan hanya bersikap profesional.
"Ada meeting 1 jam lagi,Ohh ya devano salatnya aku taruh teh di meja yang plastik warna merah,dimakam yah itu buatan aku sendiri" Agatha
"Iya makasih Agatha" sandi
bukan devano yang menjawab Devano hanya memberikan senyuman kepada Agatha.
Salat yang di berikan Agatha biasa di makan sandi dan gara,devano tidak pernah makan makanan pemberian perempuan klien hanya istri saja. maupun sahabat
__ADS_1
"Agatha baik ya sama lo,padahal tau kalo lo punya istri" gara
"Emang dia tau?" Sandi
"Tau kali masa engga" devano
"Baiknya itu loh kelewatan,dasar jablay kaga ada yang lain mau di godain maunya yang ganteng aja" gara
"Akhirnya lo akuin gua ganteng gar" devano
"Gak ada yang bilang lo ganteng Dev" gara
"Lo bilang si Agatha mau nya yang ganteng,dia deketin gua karena ganteng dong,and i say thank you" devano
"Kampret punya otak jangan encer encer meleleh gak bagus" gara
Agatha sering memberikan perhatian lebih,setelah keluar dari penjara akibat kasus devano pengeboman dulu,Agatha di terima di perusahaan devano anggap saja devano tidak jahat dengan Agatha.
Agatha memang menjadi prima Dona kantor,selain cantik bodynya seksi maka dari itu orang di kantor jarang jarang bolos dan selalu masuk niat melihat badan Agatha rasanya tidak afdol jika tidak melihat badan Agatha,di tambah agatha menggoda para lelaki di kantor tapi devano tidak tertarik sama sekali.
"Devano udah di makan salatnya?" Agatha
"Udah enak terimakasih" bohong devano padahal salat tersebut di makan sandi dan gara
"Dev makan bareng yuk?" Ajak Agatha memegang tangan devano..
.
.
.
.
__ADS_1