
.
.
"Gar devano dan?" Aisyah bertanya namun kepalanya menghadap jendela.
"Di jati alam..dia bakalan baik baik aja" gara
"Kenapa kita gak kesana?" Neta
Sandi menggeleng kepada neta bukan saatnya ia mengusulkan saran yang dapat membahayakannya juga,devano menyuruh keluarga nya untuk di tempat aman dan itu adalah sebuah perintah
"Kita akan dapat kabarnya secepatnya" gara
"Selamat siang selamat datang di berita CN* IDN kali ini Kita akan membahas tentang perusahaan yang guncar jatuh secara tiba tiba, bukti dari bukti jatuhnya para perusahaan ternama di Indonesia karena adanya pelaku pemerasan uang perusahaan" berita sebut kini di saksikan oleh teman temannya.
"Devano pasti kesana karena ini kan?" Zolla mulai menaiki nada tinggi kepada gara dan gara hanya bisa mengangguk.
"Pelaku masih dalam pengejaran oleh pihak polisi terimakasih dan selamat siang"
"Kalian tunggu apa disini?" Neta melihat gara dan sandi
"Gua-gua gak bisa ngapa ngapain" sandi menundukkan kepala.
"Selamat siang semuanya warga di kejutkan oleh suara bom yang Meledak di kawasan jati alam Bogor.bom tersebut meledak pada pukul 15.36 dini hari,warga sempat cemas dan mencari sumber suara..korban begitu banyak bahkan polisi menemukan buronan turunnya para perusahaan ternama.pelaku tewas mengenaskan bersama laki laki di sampingnya yang tidak di ketahui... memiliki ciri ciri postur tubuh tinggi..hanya itu yang dapat kami sampaikan salam sejahtera"
__ADS_1
"Gak itu bukan devano kan?yang di samping Reza bukan devano kan" aisyah menangis sejadi jadinya di depan gara.
Gara hanya diam dan dia pergi menaiki mobil berniat menuju TKP jati alam.aisyah terpukul mendengar berita singkat yang baru 2 menit yang lalu terjadi.
"Jangan kan teman cinta, teman hidup pun gua mau" devano.
Kata kata tersebut terngiang di dalam pikiran aisyah.penglihatan aisyah memburam hingga ia benar benar menutup matanya.
"Aisyah" neta dan zolla
***
"Aisyah bangun"
Mata cantik itu terbuka dan menampil kan lelaki yang ia tahu itu adalah suaminya.mereka berdua berada di kamar namun tidak ada ke 4 sahabatnya yang tadi menemaninya sebelum suaminya.
"Kamu.kapan pulang?" Aisyah
"Jaga diri kamu,kamu teman cinta ku hingga akhir" devano
Jawaban devano tidak masuk dengan pertanyaan aisyah.aisyah semakin Bingung
"Kamu mau Kemana?" Aisyah
"Pergi,aku pasti balik" devano
__ADS_1
Devano perlahan meninggalkannya, aisyah tidak bisa menggapainya lagi.tangan yang hangat itu melepaskan genggaman aisyah.batu saja ia sampai di rumah namun dia pergi meninggalkan aisyah seorang.
"Syah,bangun." suara di telinganya
"Bangun?" Aisyah
"Aisyah bangun"
Aisyah memejamkan matanya lalu membuka kembali,suasana normal tetapi tidak ada devano hanya sahabatnya saja.gara dan sandi menundukkan kepala,mereka semua meneteskan air mata.
"Kalian kenapa?" Aisyah bingung
"Lo harus kuat Syah,lo harus kuat" neta memeluk aisyah dan zolla juga.
"Devano meninggal Syah" zolla
Air mata mengalir deras di pipi aisyah,hingga aisyah tidak merasakan apapun.
"Kalian bercanda,baru aja gua ketemu devano dan gua ngobrol kok sumpah" aisyah menggeleng dan mencoba memberikan penjelasan kepada temannya namun temannya hanya bilang 'sabar' aisyah tidak ingin kalimat 'sabar' aisyah ingin devano.
"Ya Tuhan kenapa takdir memainkan ku seperti ini dan begitu sulit" aisyah
Semua menghadiri pemakaman devano,aisyah menangis tak ada hentinya apalagi keluarga yang di tinggalkan.
.
__ADS_1
.