
.
.
.
"miss aisyah?alvaro...maksut saya devano sering membicarakn anda selama 1 setengah tahun ini.devano bilang kalo istrinya cantik dan perhatian bahkan insiden kecelakaan pada waktu itu ia benar benar memikirkan diri anda.devano juga bilang kalo istrinya yang membangunkan pagi setiap ingin melakukan aktivitas,dan devano selalu berbicara tentang anda yang selalu bersikap sabar walaupun devano telah menyakiti anda" suster irene menceritakan kembali apa yang devano pernah ceritakan, aisyah meneteskan air mata entah air mata kebahagiaan atau sedih.
"terimakasih atas ceritanya" aisyah
suster irene memutuskan untuk meninggalkan aisyah dan menyuruh aisyah pergi ke tempat yang sudah di tuliskan di atas tissue dan mungkin saja devano berada disana.
savanah st,coffe johnestera.'meet me after this
aisyah bergegas mencari bus kemabli namun pertama tama ia harus menanyakan rute ke arah savanah.
stelah di tanya jaraknya tidak jauh hanya perlu menaiki bis umum dan aisyah mengikuti instruksi seorang penyupir bus.setelah beberapa lama akhirnya aisyah berada di savanah st.aisyah mencari coffe johnestera.
aisyah melihat tempat tersebut lalu ia memasuki tempat coffe yang sangat harum wangi khas coffe,seorang barista memberikan menu dan aisyah memesan moccacino lalu barista meninggalkan aisyah sendirian.
aisyah membuka laptopnya karena ia melihat sekitarnya belum ada devano jadi ia memutuskan mengecek berbagai e-mail yang masuk karena keperluan kampus.
__ADS_1
barista datang mengantarkan minuman lalu memberikan tisu yang sudah ada tulisannya.
'Miss me:)?'
aisyah melihat kanan kiri lalu menghadap kebelakang namun tidak ada tanda tanda devano di sekitarnya.
"nyari siapa?" laki laki itu sudah ada di depannya dengan senyuman enteng sedikit menutup matanya.
aisyah meneteskan air matanya kembali lalu berjalan mengarah devano,devano dengan siap menangkap pelukkan erat itu.aisyah senang dia bahkan tidak percaya orang yang ia sayangi hidup di negara orang lain meninggalkannya dan aisyah juga kesal bahkan kecewa kepada devano yang meningglkannya tanpa kabar namun semua tertutup akan rasa rindunya yang ia pendam selama satu setengah tahun.
"aisyah dan devano berpelukkan"
"kamu tega.hiks.." aisyah menangis di pelukkan devano
mereka berdua tidak peduli menjadi bahan tontonan gratis oleh orang orang yang terpenting mereka sudah menyalurkan rasa rindu yang tertunda dulu.
"maaf,syah maaf" devano mengelus pala aisyah
aisyah merasakan kembali kenyamanan yang dulu hilang, aisyah merasa bebannya sudah tidak ada bahkan tuntutan melupakan devano sudah tidak ada.
__ADS_1
"hanya kata maaf yang bisa gua sampein ke lo,gua nerima apapun perlakuan lo sehabis ini ke gua" devano
mereka menghabiskan waktu berpelukkan lalu melepas pelukkannya tersebut dan duduk di kursi yang aisyah duduki.
"kamu kapan pulang?" aisyah
"doain aja ya abis ini selesai aku keluar dari identitas aku yang baru sebagai alvaro aku bakal pulang" entah mengapa devano menjadi manis jika berbicara dengan aisyah menggunakan 'aku-kamu'
"kenapa gak sekrang aja?" aisyah
"aku juga mau pulang sekrang tapi kamu harus tahu kalo rekan aku william ketahuan kalo dia tidak memiliki sepupu kembali dan aku akan di introgasi mengenai hal hal yang bersangkutan jati diri alvaro ini,jika aku kabur semua akan menjadi panjang dan aku mau kamu pulang duluan" devano
"gak bisa aku pulang sama kamu,aku tunggu kamu kok" aisyah devano menggeleng dengan cepat.
"gak bisa syah,kalo kamu disini kamu akan kena juga dan disini gak seaman yang kamu bayangkan" devano memegang tangan aisyah aisyah benci dengan devano jika sedang meminta sesuatu.
"tapi kan." aisyah terpotong
"aku mohon setidaknya jangan buat aku khawatir' devano
aisyah mengalah walaupun ia akan kehilangan devano lagi tapi devano meyakikan kembali aisyah.
__ADS_1
.
.