
#Kantor ari.
"Permisi pak"
"Iya stef" "Saya cuma mau mengingatkan, sepuluh menit lagi kita ada meeting dengan rahadja group"
"Oke makasih"
"Sama sama. Saya permisi" Ari dan steffi selalu menggunakan bahasa formal jika ada dikantor.
Namun jika sudah diluar kantor mareka akan berbicara layaknya seorang sahabat. Steffi akan bekerja secara profisional. Ari berdiri dari kursinya, mengambil jas hitam yang tersampir dipunggung kursi. Lalu memakainya. Tak lupa ia mengancingkan kembali lengan kemejanya. Setelah merasa dirinya sudah rapi, ari pergi keluar menuju ruang meeting. Namun baru keluar sampai depan pintu ari berbalik lagi ke arah mejanya.
"Ini dia. Hampir aja lupa" ari mengambil ponselnya yang tertinggal barusan.
#rumah sakit.
"Alhamdulillah keadaan ayah mulai membaik" Bima, ayah cery kini sedang terbaring dirumah sakit.
__ADS_1
Setelah kejadian naas menimpa bima dua tahun yang lalu bima kini hanya terbaring dirumah sakit. Cery selalu menemaninya. Cery selalu tidur dirumah sakit. Itu karena ia tidak ingin meninggalkan ayahnya sendiri. Paling juga cery akan pulang kerumah hanya untuk mengganti pakaian. Sebelum berangkat kuliah cery selalu memastikan ayahnya memakan sarapannya. Dan setelah pulang kuliah cery buru buru untuk kembali lagi ke rumah sakit. Semua waktunya selalu untuk bima. Cery selalu menjaga bima dengan baik. Cery akan melakukan apapun untuk kesembuhan bima ayahnya. Walaupun ia tau caranya selama ini adalah salah. Ia menolong ayahnya namun menyakiti hati seseorang. Kemudian cery menangis mengingat kejadian yang menimpa ayahnya dulu.
Setelah sembuh dari kanker, bima memutuskan untuk mencari pekerjaan. Bima diterima disalah satu perusahaan yang sedang membutuhkan OB. Bima bekerja dengan sangat keras. Ia harus membiayai kuliah cery. Walaupun disaat itu cery kerja sampingan disebuah caffe, namun tetep saja itu kurang. Sudah satu tahun bima bekerja disana. Bima bekerja dengan sangat baik. Namun disaat takdir berkata lain, bima mengalami kecelakaan. Bima jatuh dari tangga. Itu yang mengakibatkan tulang dilututnya retak dan harus diamputasi. Cery sangat bingung harus mencari uang dari mana untuk biaya oprasi. Cery meninggalkan kuliahnya untuk beberapa hari. Ia mencari kerja lagi untuk menambah biaya oprasi. Namun tetap saja. Hasil gaji dari kerjanya itu masih kurang. Cery sempat berfikir akan menemui aisyah, namun pikiran itu ia tepis jauh jauh. Cery tidak mungkin harus meminta bantuan aisyah lagi. Cery harus sadar bahwa dia bukan siapa siapa aisah. Cery dan aisyah hanya sebatas teman SMA.
Dan sampai suatu hari cery bertemu dengan seseorang ditaman rumah sakit. Cery senang karena diberikan pinjaman uang oleh orang itu. Namun orang tersebut memberikan syarat yang sangat berat. Awalnya cery menolak, tapi cery mendapat telfon dari rumah sakit bahwa bima ayahnya harus segera dioprasi. Dengan hati yang sangat berat cery pun menerima syarat dari orang tersebut. Cery mendapatkan uang nya dan segera kembali kerumah sakit. Kaki bima berhasil di amputasi dan kini hanya menyisakan kaki kanan. Cery sangat sedih melihat keadaan ayah nya.
Tujuh bulan berlalu, bima hanya ada dirumah dengan kursi rodanya. Bima mempunyai inisiatif untuk bekerja. Bima diam diam keluar rumah saat cery sedang kuliah. Bima mendapat pekerjaan menjadi penjual koran dipingir jalan raya. Entah mengapa takdir selalu mengutuknya. Bima mengalami kecelakaan saat berjualan koran. Mungkin karena lokasi tempat berjualan koran itu terlalu bahaya bagi bima yang sedang cacat. Bima mengalami serangan jantung dan penglihatan matanya terganggu alias buta. Hal itu membuat cery harus meminta bantuan lagi dengan orang yang sama waktu itu. Sampai sekarang bima belum mendapatkan mendonor mata. Bima harus terus terbaring dirumah sakit dan melakukan cek up agar jantungnya cepat sembuh. Cery menahan air matanya saat kembali mengingat semua itu. Keadaan ayahnya cery kini sangat memprihatinkan. Kaki kirinya telah di amputasi. Kedua matanya tidak dapat melihat. Dan lagi hima harus merasakan nyeri dijantungnya.
"Kamu udah makan nak?" Tanya bima sambil menggenggam tangan cery.
"Udah yah" jawab cery tersenyum. Tibatiba ponsel cery berbunyi.
Cery keluar dari ruang rawat ayahnya. la duduk dikursi yang berada didepan ruang itu.
"Hallo"
"Hallo cer. Gimana keadaan ayah lo? Udah baikan kan?"
__ADS_1
"Iya. Kenapa kamu nelfon aku?"
"Biasa, ada tugas lagi dari gw"
"Sampai kapan kamu terus nyuruh nyuruh aku?! Kapan semua ini berakhir!!"
"Semuanya akan berakhir. Jika dia juga berakhir"
"Buang semua rasa dendam kamu. Ikhlas kan dia. Biarkan dia bahagia. Dia sudah punya keluarga. Dia sekarang sudah mempunyai putri kecil. Apa kamu tega jika putri kecil nya menangis. karena kehilangan ratunya"
"Gw sama sekali gk peduli! Ingat ya cer, kalo lo gk mau patuhi semua permintaan gw. Fasilitas ayah lo dirumah sakit akan gw cabut!!"
"Baik! Aku akan menuruti kemauan kamu"
"Bagus. Emang udah seharusnya lo nurut sama gw. Lo temui gw dicaffe deket rumah sakit. Tugas lo akan gw kasih tau disana" Ceryy tidak menjawabnya.
Cery memilih untuk mematikan sambungan telfon nya lebih dulu. Ia membuang nafas kasar lalu memejamkan matanya..
__ADS_1
"Ya tuhan... cery nyesel ngelakuin ini" satu tetes air mata keluar.
Hari ini cery tidak ada jadwal kuliah. Cery meminta ijin kepada bima lalu segera pergi ke caffe.