
.
.
.
Baru saja athalla ingin mencium aisah namun ada seseorang menarik athalla dengan sangat kuat. Aisah melihat sesosok yg sangat ia butuhkan saat itu akhirnya datang juga.
Orang itu adalah ari.
Ari menarik athalla dan memukul nya habis habisan. Mereka saling adu jontos. Sampai akhirnya athalla kewalahan dengan tonjokan ari. Ari membawa athalla turun kebawah. Ari mendorong tubuh athalla keluar sampai tersungkur ke tanah.
"Jangan pernah coba coba buat deketin aisyah lagi!!!" Tegas ari.
Bukan nya menjawab omongan ari, athalla malah tertawa seperti tak punya dosa.
Karena jengkel dengan sikap athalla. Ari menarik lagi tubuh athalla dan menatap nya tajam.
"Lu bisa denger omongan gw gk sih!!!"
"Kenapa? lu suka ama aisah?" Athalla tertawa meremehi.
"Ambil aja. Gw udah jebolin aisah. Jadi lu ambil aja barang bekas gw"
perkataan athalla membuat kemarahan ari memuncak. Tanpa basa basi ari memukul athalla lagi lagi dan Sampai athalla pingsan. Ari langsung menelfon polisi. Dan selang beberapa menit polisi datang untuk menangkap athalla.
__ADS_1
Selesai dengan urusan itu ari berlari kekamar aisah. Ari melihat jelas aisah duduk diatas kasur dengan keadaan menangis sesegukan sambil memeluk kedua kaki nya dan kepala nya menunduk.
Ari berjalan perlahan mendekati aisah. Lalu ari duduk disamping kasur aisah. Karena aisah merasakan kasur nya bergerak, dengan cepat aisah mendongak dan melihat ari yg sedang menatap nya. Aisah langsung memeluk ari erat dan meluapkan tangisan nya.
"Tenang gw disini. Gw gk bakal tinggalin luh" ari menenangkan aisah sambil mengelus kepala aisah.
Setelah kejadian kemarin aisah belum mau sekolah. Ia takut keluar rumah.
Dipikiran nya bila ia keluar maka athalla akan datang membawa aisah pergi. Dan aisah akan dilecehkan oleh athalla. Aisah tidak mau itu terjadi lagi.
***
AISAH POV
>Kamar Aisyah<
"Iya aisah kamu makan dulu" sambung farhan-papah gw.
"Gk mau. Aisah gk mau makan!"
"Sah nanti lu sakit" kata raka.
"Biarin! Gw gk mau hidup! Hidup gw udah hancur gara gara diaa!!" Karena jujur gw gk bisa hidup bila hari hari gw dihantui oleh dia terus.
"Kamu itu ngomong apa sih! Papah gk akan biarin itu. Papah akan sewa banyak orang buat jagain kamu. Jadi kamu gk perlu takut. Papah akan slalu lindungi kamu"
__ADS_1
"Aisah.. mamah mohon kamu jangan kaya gini lagi. Mamah gk akan biarin athalla deket deket kamu lagi"
Gw malah nangis mendengar ucapan mamah papah.
"Sah maafin gw ya. Gw gk bisa jagain luh. Gw gk ada disaat lu dalam bahaya. Gw terlalu sibuk sama kerjaan gw. Maaf" raka menyesal atas sikap dia selama ini yg terlalu sibuk hingga melupakan gw.
"Gk bang. Ini bukan salah luh. Semua ini salah gw. Akkhhh..." teriak gw histeris mengacak ngacak rambut gw sendiri.
"Hey aisyah! Sahh!! Dengerin mamah!" Ucap mamah menenangkan gw.
"Mamah mohon sekali... kamu jangan seperti ini. Kamu harus kuat nak" mamah meneteskan air matanya.
"Mah aisah udah kotor..." Gw kembali menangis mengingatnya.
"Gk aisyah! Kamu gk kotor. Yg kotor itu dia!" Ucap mamah.
"Sekarang kamu makan ya"
"Akkhhhhh!!!!!" Teriak gw sangat kencang.
Mamah tidak kuat menahan air mata. Akhirnya mamah keluar kamar dan disusul oleh papah. Raka sangat kasian melihat hidup gw seperti ini.
"Aisyah" raka duduk disamping kasur.
"Gw kotor.. akhh!!" Disitu gw masih belum tenang. Gw terus teriak dan teriak. Raka membiarkan gw buat teriak meluapkan semua unek unek gw.
__ADS_1
.
.