
#Kamar rafa.
"Yah anjir kalah lagi gw!" Ucap san pada ponselnya.
"Berisik lo!!" Kesal rafa.
"Yaelah lo sensi amat. PMS ya?"
"Goblok"
"Makasih"
"Ett upil gorila!"
"Dihh ketek miper!"
"BH miper!!"
"****** miper!!"
"*** miper!!"
"Pantat miper!!"
"Kon--"
"STOPP!!!"
Ka esta datang tiba tiba diambang pintu. Rafa dan san panik melihat ka esta yang tiba tiba dateng.
"Berisik tau kalian!!"
"Nih dia dulu yang mulai" san menunjuk rafa.
"Ehh enak aja lo!" Bantah rafa.
"Dia duluan ka tadi"
"Udah ilah! Kalian berdua tuh sama aja! Sama sama biang rusuh!" esta mendekati rafa dan san.
"Ini hukumam karena omongan kalian yang ngaur kemana tau!" Esta menarik telinga rafa dan san.
"AWWW SAKITT KAAAAA"
"ADUHHHHH AMPUN KA SAKITTTT"
__ADS_1
"Bodo amat" esta terus menarik telinga rafa dan san.
"SAKITT BANGET INIH KAAAA"
"SAKITTTTTTTT" Esta melepas jewerannya.
"Awas ya! Kalo kaka denger kalian ngomong kasar lagi. Gk akan kaka kasih ampun!" Esta pergi keluar. Namun esta berhenti diambang pintu.
"Cepet tidur!!"
"Iya ka" jawab rafa dan san.
#Kamar arsah.
Kini ari dan aisyah sudah tertidur dikasurnya. Posisi aisah membelakangi ari, sedangkan ari memeluk aisyah dari belakang. Tadi setelah makan aisyah tidak memberi tau ari bahwa steffi sempat menelfonnya.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Namun tiba tiba ponsel ari kembali berbunyi. Ari mengucek ngucek matanya melihat siapa yang menelfon nya malam malam seperti ini. Steffi. Ari menoleh ke arah Aisyah, memastikan bahwa Aisyah sudah tidur atau belum.
"Hallo" ucap Ari sambil berjalan keluar kamar. Namun diam diam Aisyah mengikuti Ari. Karena sedari tadi Aisah memang belum tidur.
"Kenapa Stef?"
"Emm... Nanti aja ya bahas soal itunya. Kalau sekarang ada Aisyah"
"Iya oke. Assalamualaikum"
AISYAH POV.
#Rumah arsyah.
"Gimana kabar rumah tangga Lo sama Ari?"
"Ya gitu, baik baik aja kok"
"Serius syah" tanya Sarah menyelidik.
"Iya serius. Masa gw boong sih sama Lo" gw mengaduk sebuah minuman.
"Nih minum" gw memberikan orange. jus kepada Sarah..
"Thanks"
"Tunggu sebentar ya. Gw kasih minuman ini dulu ke Ajil sama anak anak" Sarah mengangguk. Gw pergi menuju taman belakang.
"Jil, minum dulu nih"
__ADS_1
"Eh iya, makasih syah"
"Ade" Ara menoleh.
"Susunya minum dulu nih"
"Iya mah" Ara berlari menghampiri Aisyah.
"Diki, kamu juga sinih" Diki tersenyum. Ara dan Diki meminum susu yang Aisah buat.
"Tumben gak kerja Jil"
"Sengaja ngambil cuti" ajil mengelus rambut Diki.
"Nih nemenin dia kesini. Katanya kangen sama Ara. Sekalian deh habis dari sini mau nginep kerumah ortu gw" Gw tersenyum.
Ternyata Ajil sangat perhatian sama keluarganya. Sedangkan Ari? Akhir akhir ini Ari sangat sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan tadi Ari berangkat kerja pagi pagi sekali.
"Woy kok bengong" Gw terkekeh.
"Nggak kok, yaudah gw masuk ya. Kasian Sarah sendiri"
AUTHOR POV.
#rumah sakit.
"Aku berangkat kuliah dulu ya yah"
"Iya nak. Belajar yang bener ya" Bima mengelus rambut panjang cery.
"Agar kamu jadi orang sukses" senyum tercetak dibibir Bima.
"Kalo ada yang ayah butuin, ayah pencet tombol ini aja" cery mengarahkan tangan Bima.
"Nanti susternya langsung Dateng"
"Iya. Sudah sana berangkat. Nanti kamu telat" Mata cery berkaca kaca. Sebenernya ia sudah tidak kuat menjalani hidupnya.
"Kamu nangis ya?" Tangan besar Bima mengelus pipi cery. Cery tersenyum.
"Nggak kok yah. Ini cery senyum. Ayah jangan nuduh dong" Bima terkekeh.
"Iya ayah percaya. Sudahlah cepat berangkat kuliah. Ayah bisa jaga diri" Selalu seperti ini. Cery selalu mengundurkan waktu untuk berangkat kuliah.
"Iya yah" cery menyalami tangan ayahnya.
__ADS_1
"Cery berangkat dulu ya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"