Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
112


__ADS_3

# Gedung tua.


Mobil Ari berhenti tepat didepan gedung tua tersebut. Dan disaat itu pula motor Rafa datang. Ari datang bersama Steffi sedangkan Rafa datang bersama intan.


"Rafa? Ngapain kamu disini?" Tanya Ari heran.


"Aku kesini mau bantuin intan kak" Rafa menoleh ke intan.


"Kakaknya intan mau membunuh seseorang digedung ini"


"Iya kak" jawab intan.


"Kak Yori mau membunuh seseorang. Aku harus cegah dia"


"Yori?!" Ari kaget mendengarnya.


Tanpa berpikir panjang ari berlari memasuki gedung tua itu. Dan disusul oleh Steffi, Rafa, dan intan. Pikiran Ari sudah kemana tau. Ia sekarang sudah bisa menebak siapa dalang dipermasalahan ini.


Yori! Ari tidak akan membiarkan Yori menyakiti aisyah. Ari berlarian kesana kemari. Menggeledah semua ruangan digedung ini. Sampai akhirnya ia sampai dilantai enam. Ari bertemu dengan Ajil dan Sarah.


"Mana Aisyah!!" Tanya Ari.


"Kita belum nemuin Aisyah ri. Mungkin ada dilantai tujuh ataupun delapan" jawab Ajil.


Steffi, rafa, dan intan datang. Karena Ari berlari cukup cepat, jadinya mereka tertinggal. Ari kembali berlari dan disusul oleh Ajil.


"Ka sarah, sebenarnya ada apa? Kenapa kak Ari panik gitu?" Tanya Rafa yang masih belum paham.


"Kak Aisah dan Ara masuk ke gedung tua ini" Rafa membelalakkan matanya.


"Itu artinya" Rafa menatap intan.


"Kak Yori mau ngebunuh kak Aisah?" Rafa menggeleng.


Air matanya mulai menetes. Ia tidak boleh membiarkan hal buruk terjadi pada kakaknya. Sudah cukup ia ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Rafa berlari mengejar Ari dan Ajil.


'please jangan kak aisah' batin Rafa.


"Yori berada disini?" Kini Sarah yang bertanya pada Steffi. Steffi mengangguk.


"Yori adalah kakak kandung dari intan" ucap Steffi yang sudah diberi tahu oleh intan tadi dilantai bawah.

__ADS_1


"Itu artinya Aisyah dalam bahaya!! Ayo cepet kita susul yang lain" ajak Sarah.


Sedangkan Ari, Ajil, dan Rafa kini sudah sampai dilantai delapan. Nafas mereka tersengal-sengal. Namun Ari tidak peduli, ia harus menyelamatkan Aisyah dan Ara.


Bruk!


Seseorang menubruk Ajil. Ari mengenali orang itu. Ari langsung mendekatinya dan mencengkram kerah bajunya. Atthala. Ia lari terburu buru sampai sampai menambrak Ajil. Tangannya terluka. Darah segarnya terus menetes.


"DIMANA AISYAH!" Teriak Ari yang sudah tersulut emosi.


Atthala hanya diam. Ia berdiri dengan tubuh lemah dihadapan Ari. Mungkin karena ia sudah mulai kehabisan darah. Ari merasa jengkel lalu menghempaskan atthala kelantai.


"Jil, urus dia" Ari kembali berlari menuju tempat dimana atthala baru saja keluar. Ari yakin Aisyah ada disana.


"Raf, cepet telfon polisi" ucap ajil yang sedang memegangi atthala. Rafa mengangguk.


Beberapa menit yang lalu.


"MAMAH!!!" teriak Ara.


Semuanya sudah terjadi. Perut Aisyah mulai keluar darah. Tubuh Aisyah lemas. la terjatuh. Aisyah menoleh ke arah Ara. Ara menangis histeris.


"Jangan nangis de, mamah baik baik aja" ucap Aisyah pelan. Entah Ara mendengarnya atau tidak. Suara tepuk tangan muncul begitu saja.


"Yo-Yori Attala" ucap Aisyah tak percaya. la tetap menahan rasa sakit diperutnya.


'nak kamu harus kuat didalam sana' batin Aisah.


"Bagus cer!! Kerja Lo bagus banget!!" Yori menepuk bahu cery. Cery menepis tangan Yori. Kini tatapannya beralih pada Yori. Tatapan penuh amarah.


"Kak yori lihat?" Cery menunjuk aisyah.


"Kak Aisyah udah terluka. Itu artinya..." cery menyeringai.


"Kak Yori juga harus terluka" Yori membelalakkan matanya.


"A apa maksud Lo hah?! Jauhin pisau itu!! Atau gw bakal buat ayah Lo menderita!!" Perlahan Yori mundur. Cery tertawa.


"Dalam keadaan seperti ini pun, kak Yori masih berani ngancem aku? Wah hebat banget" kini Yori tersudut.


Diam diam Attala mendekati cery, ia berniat untuk mengambil pisau tersebut dari belakang. Namun cery mengetahuinya. Dan... Sret! Pisau itu menggores tangan Attala. Yori sangat kaget melihatnya. Itu artinya cery tidak main-main dengan ucapannya. Buktinya sekarang Attala sudah terluka. Dan Yori tidak mau ikut terluka. Cery kembali menatap Yori.

__ADS_1


"Kalo lo berani nusuk gw. Gw jamin Lo bakal masuk penjara!!" Cery tertawa lagi.


"Aku tau kok ka. Bahkan setelah aku ngelukai kak Aisyah pun aku pasti bakal masuk penjara. Dan sekarang mending sekalian aja" cery menunjuk Yori dengan pisaunya.


"Kak Yori juga harus mati" Diam diam atthala keluar. Ia tidak mau ikut mati bersama Yori. Dan Ara menghampiri Aisyah. Ia menangis dihadapan Aisyah. Aisyah tersenyum pada Ara. Tangannya menghapus air mata Ara.


"Mamah beldalah" ucap Ara.


"Ma- mah gapa-pa de" Aisyah beralih menatap cery. Cery yang masih tersulut emosi.


"Ce-cery" ucap Aisyah yang mulai melemas.


Cery menoleh ke Aisyah namun tangannya tetap memegang pisau yang terus mengarah pada wajah Yori.


"Jangan la- kuin itu cer. Ja- jangan jadi o-rang jahat" Cery menangis mendengarnya.


Aisyah memang benar benar orang baik. Bahkan disaat seperti ini Aisyah masih mencegah cery untuk tidak melukai Yori.


"Nggak kak!!" Cery menatap Yori tajam.


"Dia yang udah buat aku ngelakuin ini!! Dia yang udah paksa aku ngelukai kak Aisyah!!! Dia udah manfaatin kebodohan aku. Dan aku dengan tololnya mengikuti kemauan dia. Ka Aisyah, memang benar selama ini yang meneror kakak adalah aku. Tapi dalang dari semua ini adalah kak Yori!! Kak Yori yang udah nyuruh aku untuk menghancurkan keluarga kakak. Kak Yori yang udah buat kak Steffi sebagai kambing hitam!! Seolah-olah kak Steffi lah yang menjadi selingkuhan kak Ari. Padahal nyatanya itu salah! Kak Steffi gk tau menahu soal ini!! Dia hanya dijadikan kambing hitam. Dan soal orang tua kakak yang meninggal gara gara kecelakaan. Dalang dari semua itu juga kak Yori!!! Kak Yori udah sabotase mobil orang tua kak Aisyah!!! Kak Yori merencanakan ini semua bersama kak atthala. Karena kak Yori lah yang telah membebaskan kak atthala dari penjara!!!" Cery menghapus air matanya. Ia kembali menyeringai.


"Biarkan semuanya berjalan dengan adil" Tiba-tiba Ari datang.


Jleb! Pisau itu menancap diperut Yori. Darah mulai mengalir keluar. Cery menarik kembali pisaunya. Ia menatap pisau tersebut. Kini dipisau ini sudah tercampur darah Yori dan Aisyah. Cery bernafas lega. Ia tersenyum.


Seenggaknya sekarang sudah impas. Sekarang ia benar benar rela jika dirinya harus dipenjara. Atau bahkan dihukum mati. Ia sangat rela.


"MAMAH!!!" teriak Ara ketika Aisyah kembali merasakan kesakitan. Ari yang mendengar suara anaknya langsung berlari menghampiri Aisah dan Ara.


"Sayang" Ari menangkup wajah Aisyah yang mulai pucat.


"Ari" Aisyah tersenyum. Ari menangis melihat keadaan Aisyah saat ini.


"Sayang kamu harus kuat ya. Kamu harus kuat" Ari mengangkat tubuh Aisyah. Ia menggendongnya.


"Ade, ayo ikutin papah" pinta Ari pada Ara. Ari membawa Aisyah keluar dari gedung ini.


Tiba-tiba polisi mulai memasuki tempat tersebut. Dan memborgol kedua tangan cery. Cery tidak melawan sama sekali. Karena ia memang sudah ikhlas. Cery dibawa polisi menuju keluar dari gedung ini.


Disaat cery ingin masuk kedalam mobil polisi, ia menoleh ke arah Aisyah terlebih dahulu. Kini Aisyah sedang dimasukkan kedalam ambulan. Air mata cery kembali menetes.

__ADS_1


'sekali lagi maafin aku ka' batin cery.


Cery pun masuk kedalam mobil dan dibawa kekantor polisi untuk diproses. Gedung tua itu mulai diberikan garis polisi. Masyarakat ramai berkumpul karena penasaran dengan kronologis kejadian tersebut.


__ADS_2