Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
106


__ADS_3

#taksi.


Diperjalanan pulang Aisyah masih tetap menangis. Entah mengapa ia tidak bisa menahannya. Bentengnya sudah hancur sejak Ari menamparnya. Ara duduk dipangkuan Aisyah. Tangan mungilnya menghapus air mata Aisyah.


"Mamah jangan nangis lagi" Aisyah tersenyum.


"Nggak kok mamah gk nangis" Aisyah segera menghapus air matanya. Ia tidak boleh terlihat lemah dihadapan Ara.


"Mah"


"Iya de?"


"Papah galak ya" Ara memajukan bibirnya.


"Ala udah gk sayang papah lagi. Papah udah nampal mamah" air mata Ara berlinang.


"Papah jahat" Ara memeluk erat mamahnya.


Tidak seharusnya Ara melihat perbuatan Ari tadi. Bagaimanapun juga Ara masih kecil. Aisyah tidak ingin Ara jadi benci dengan papahnya sendiri.


"Ade gk boleh ngomong gitu" Aisyah mengusap lembut rambut Ara.


"Papah itu cuma lagi kesel sama pekerjaannya. Jadi papah marah marah deh. Ade harusnya kasih semangat buat papah, biar papah gk marah. Oke?" Ara hanya menganggukkan kepalanya malas.


Tiba tiba ponsel Aisyah berbunyi. Ternyata mamah Uchi yang menelfon.


"Assalamualaikum. Hallo mah"


"Waalaikumsalam. Aisyah gimana kabar kamu?"


"Alhamdulillah baik. Kabar mamah sendiri gimana?"


"Mamah baik kok. Kamu sekarang lagi dimana?"


"Ini aku sama Ara lagi dijalan pulang mah"


"Habis dari mana kalian?" Aisyah diem sesaat. Ia jadi teringat kejadian tadi.

__ADS_1


"Aku sama Ara habis dari kantor Ari. Emang kenapa mah?"


"Owh gitu. Gapapa sih, mamah cuma kangen sama kalian"


"Yaudah sekarang aku sama Ara kerumah mamah deh. Lagian aku udah lama gak ketemu mamah sama papah"


"Iya, mamah tunggu ya dirumah. Kalian hati hati dijalan. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Setelah sambungan telepon terputus, Aisyah melihat Ara yang masih berada dipangkuannya. Ara sedang memainkan bunga yang ingin ia berikan kepada Ari. Namun tidak jadi. Karena Ara sudah terlanjur marah dengan Ari.


"Ade"


"Iya mah" Ara mendongak.


"Kita kerumah nenek Uchi yuk"


"Iya mah. Ala mau"


"Tapi Ade harus janji sama mamah. Ade gk boleh cerita tentang papah yang marah sama mamah tadi. Ya?" Ara berpikir sebentar. Lalu mengangguk.


"Iya mah, ala janji" Ara dan Aisyah menautkan jari kelingking mereka. Lalu Aisah mencium kening ara.


"Baik neng" jawab supir taksi tersebut. Setelah sepuluh menit berlalu, mereka sampai didepan rumah Uchi. Aisyah menggandeng tangan Ara.


"Ayo de"


"Bentar dulu mah"


"Kenapa?" Ara berjalan menuju tong sampah yang berada didepan rumah Uchi. Ara menatap bunga tadi yang ia ingin berikan kepada Ari. Lalu membuangnya ke tong sampah tersebut.


"Ayo mah" kini Ara yang menggandeng tangan Aisah. Mereka masuk kedalam rumah Uchi.


ARI POV.


#caffe.


Pukul 12:47.

__ADS_1


"Gw bener bener nyesel udah nampar Aisyah" gw mengacak-ngacak rambut frustasi.


"Lo juga sih ri. Kenapa sih Lo gk bisa ngobrol emosi" ucap Steffi. Kini gw dan steffi sedang istirahat makan siang.


"Ya Lo kan tau sendiri. Gw lagi pusing sama pekerjaan. Perusahaan sebentar lagi bangkrut. Semuanya gara gara Toni! Awas aja kalo gw sampai ketemu dia, gw bakal abisin dia. Berani beraninya dia ngambil uang perusahaan!"


"Gw tau kok. Sebaiknya Lo minta maaf deh sama Aisyah. Gw tau banget perasaannya sekarang" Gw mengangguk.


"Nanti gw bakal minta maaf. Tapi besok" gw tersenyum mengingat sesuatu.


"Kenapa besok sih ri? Bukannya lebih cepat lebih baik. Nanti Aisyah malah nambah marah"


"Besok adalah hari Anniversary pernikahan gw dan aisah, yang ketiga tahun" senyum gw semakin mengembang.


"Gw bakal kasih dia suprise besok. Lo mau kan bantuin gw?"


"Mau lah. Gk nyangka gw umur pernikahan Lo udah tiga tahun. Gw bangga sama Lo. Gw doain semoga hubungan Lo sama Aisyah langgeng sampai maut memisahkan" Gw terkekeh.


"Amin amin. Thanks ya" Ponsel gw tiba tiba berbunyi.


"Iya ton ada apa?"


"Pak ada kabar bagus. Perusahaan gk jadi bangkrut pak" ucap Toni karyawan di kantor gw. Dia termasuk wakil gw kalo gw lagi pergi.


"Maksud kamu apasih? Yang jelas dong kalo ngomong"


"Jadi gini pak. Ada perusahaan besar yang mau bekerjasama dengan perusahaan bapak. Dia bilang dia mau menolong kita"


"Ini serius kan?" Gw gk nyangka dengan kabar ini.


Setelah seminggu perusahaan gw berada diujung tanduk, kini akhirnya ada yang mau bekerjasama dengan perusahaan gw.


"Serius lah pak. Masa saya bohong soal beginian" Gw terkekeh.


"Oke oke. Jadi gimana untuk selanjutnya?"


"Mereka bakal Dateng jam 13:30 pak, untuk membahas hal hal selanjutnya"

__ADS_1


"Yasudah, secepatnya saya akan kembali kekantor. Terimakasih infonya"


'Akhirnya masalah kantor selesai. Sekarang tinggal satu masalah. Gw harus memperbaiki hubungan keluarga kecil gw'


__ADS_2