
.
.
.
.
.
"Athallaa.." lirih aisyah kaget melihat foto athalla.
"Gk, gk mungkin" aisyah menggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya.
"Gk mungkinn!!!" Teriak aisyah frustasi.
Tiga menit kemudian, tiba-tiba terdengar Suara ketukan pintu yang mengagetkan aisyah.
'Hah?siapa itu?' Batin aisyah.
"Aisyah sayang.. buka pintu nya dong..." suara itu membuat aisyah langsung berdiri kaget.
"Gk mungkin. Itu gk mungkin dia" aisyah berjalan mundur.
Tiba tiba pintu terbuka begitu saja menampakkan sesosok athalla yg sedang tersenyum miring menatap aisyah. Pintu rumah aisyah tidak terkunci. Mungkin aisyah lupa mengunci nya.
Athalla berjalan mendekati aisyah. Aisyah mau berlari namun tangan nya sudah digenggam oleh athalla.
"Lepasin!" aisyah mencoba melepaskan genggaman athalla.
"Kenapa syah? Ayo kita tunangan lagi. Tanggal nikah kita sudah ditentukan" ucap athalla menakuti aisyah.
"Gk thal. Gw gk mau.. lepasin gw.." Aisyah menangis ketakutan.
__ADS_1
Aisyah tidak kuat lagi menahan rasa takut didalam hati nya.
"Ayo ikut gw" athalla menarik aisyah keluar.
"lepas!!" Teriak aisyah.
Namun athalla tetap menarik nya. Dia tidak menghiraukan teriakan aisyah.
'Mah pah tolong aisyah.. bang raka gw butuh bantuan lo. Siapapun tolong gw..."
Aisyah melihat vas bunga diatas meja. Karena tangan kanan aisyah tidak ditarik athalla, aisyah buru buru mengambil vas tersebut dan memukul kepala athalla. Dengan cepat aisyah lari kekamar nya.
"Aisyahh!! Awas ya loh. Gw bakal abisin luh" athalla marah atas perlakuan aisyah tadi.
Cepat cepat aisyah mengunci kamar nya dan berdiri disamping pintu. Suara ketukan pintu terdengar kencang.
"Cepet buka syah! Kalaw lu gk mau buka gw bakal dobrak nih pintu!!" Ancam athalla.
"Aduh gimana inih. Gw harus ngapain?" aisah panik.
Aisah menelfon papah mamah nya tidak diangkat. Raka bayu tidak aktif. Teman teman nya ada yg tidak aktif dan ada yg nomer nya sibuk.
"Ari. Iya ari" buru buru aisah menelfon ari.
"Aisahhh!!!" Teriak athalla marah.
"Halo rii"
"Iya kenapa sah? bentar lagi gw kesono ko. Jangan bawel deh"
"Ri ong gw ri. Gw takut hiks.." aisah menangis.
"Sah lu kenapa nangis? Ngomong sama gw!" Tanya Ari panik.
"Ri dia ada disini ri. Tolong gw... " Aisah menangis.
__ADS_1
"Iya siapa sah? bilang sama gw!"
"Gw takut ri.. cepetan lu kesini. Gw takut" perkataan aisah membuat ari bingung
"Aisahh!!! Cepet buka pintu nyaa!!" Amarah athalla membludak. Aisah menangis sejadi-jadinya.
"Ari tolong gw!!" Aisah sekarang sudah bener bener takut.
"Tenang sah. Lu ngumpet dulu. Sekarang gw kerumah lu. Inget Lo harus ngumpet!"
Ari memutuskan sambungan telfon nya sepihak Dan langsung menuju rumah aisah.
Braakk!!!
Suara pintu yg didobrak athalla membuat aisah kaget. Aisah berjalan mundur karena athalla mendekati dia.
"Kesabaran gw udah habis. Mungkin dengan cara kasar bisa membuat luh patuh sama gw!"
"Gw mohon jangan apa apain gw thal...
Athalla berjalan cepat dan mendorong aisah kekasur. Aisah masih berusaha untuk mundur disaat athalla mendorong ia kekasur.
"Gw gk bakal biarin luh bahagia kecuali sama gw" athalla membuka kancing kemeja nya satu persatu.
"Nggak thal nggak" aisah sangat takut. Ia berpikir mungkin takdir nya bakal seburuk ini.
Athalla membuang kemeja nya kesembarang tempat. Dan menindih tubuh aisah yg mungil.
"Aku sebenernya sayang banget sama kamu" athalla mengelus pipi aisah.
"Tapi kamu udah bikin kesabaran aku habis!"
Baru saja athalla ingin mencium aisah namun ada seseorang menarik athalla dengan sangat kuat.
Aisah melihat sesosok yg sangat ia butuhkan saat itu akhirnya datang juga.
__ADS_1
.
.