
"Di bar vinson lu bunuh bokap gua,dan gua akan bunuh orang yang di depan lo ini..dan cewe ini dulu prioritas gua sekarang hahahah jadi cewe sampah" Reza
"Jaga mulut lo bangsd lo gak tau apa yang lo bicarakan barusan,ayah lo meninggal akibat ulahnya" devano
"Bokap gua gak pernah ada masalah sama lo tapi lo malah ambil nyawa dia" Reza
"Bokap lu bermasalah dengan negara gua...korupsi narkoba apalagi nanti" devano
"Bacod lo gak usah sok alim,gua akan tembak sekarang nih cewe" Reza
Devano terlebih dahulu mengarahkan pistol nya ke arah Reza.
"Turunin punya lo" ucap Reza
"Apa imbalannya kalo gua turuni punya gua?" Ucap devano
Tidak ada jawaban dari Reza.devano tau Reza adalah pemula pengguna pistol dan terlihat bodoh ketika mengarah ke aisyah karena tidak memiliki peluru dan juga tidak menarik pelatuknya.
"Gua tau lo gak mau nyusul bokap lo kan?lepasin aisyah dan gua jamin hidup lo tenang" devano
Ikatan aisyah di buka oleh Reza dengan perlahan.
"Hanya untuk saat ini aja gua membebaskan kalian,gua akan lakukan apapun untuk bunuh lo Dev" Reza
"Silahkan semoga berhasil" ucap devano kepada Reza
Reza perlahan mundur menjauh devano dan mengarah ke pintu di belakangnya.
Devano berjalan sedikit berlari ke arah aisyah.devano melihat mukanya yang pucat tanpa di sadari aisyah yang sudah di racuni dari dalam mulutnya terlihat mengeluarkan busa banyak.
__ADS_1
"Aisyah...aisyah... aisyah sadar Syah" devano memukul sedikit pipi cabi aisyah.
Telat selangkah hilang lah sudah aisyah.
Devano mengangkat aisyah masuk ke dalam mobilnya.devano segera melaju pikirannya tak karuan hingga sampai di depan rumah sakit yang tidak begitu besar.
"Sus tolong sus istri saya" devano mengangkat aisyah.
"Baik pak taruh di sini" suster membawa kasur dan mendorong ke arah ruangan UGD.
"Mohon tunggu di sini ya pak..dokter akan menanganinya" ucap suster
"Aisyah kenapa kenapa gua gak akan maafin diri gua" batin devano
Devano menunggu lama di depan ruangan rumah sakit,tak ada yang keluar dari ruangan UGD.devano tidak menelfon ke dua orang tua aisyah dan dirinya tak tahu alasannya mengapa tapi yang jelas devano belum menelfon mereka.
Devano menundukkan kepalanya dan membiarkan arah matanya ke lantai yang berwarna putih.
Suara pintu terbuka keluar seorang dokter perempuan serta dua suster di belakangnya.devano segera berdiri dan melihat kepada dokter.
"Keluarga aisyah aqilah Azhar" ucap dokter
"Saya suaminya dok" ucap devano dengan yakin.
"Maaf kami sudah melakukan sekuat tenaga kami,tapi nyawa aisyah tidak tertolong" suara dokter
"Pak" suara kecil di kuping devano
"Engga...dokter bercanda istri saya masih hidup dok,dia baik baik saja" devano menolak
__ADS_1
"Maaf pak tapi kami." dokter
"PAK..." suara itu kencang di kuping devano membuat devano memejamkan matanya.
Ternyata itu hanya mimpi,devano tertidur di kursi depan ruang UGD dan di bangunkan oleh seorang dokter perempuan tetapi tidak dengan suster tidak ada di belakangnya.
"Itu hanya mimpi,terasa nyata"devano batinnya.
"Keluarga aisyah aqilah Azhar?" Ucap dokter tersebut
"Gimana keadaan istri saya dok?apa dia baik baik saja" devano dengan wajah pucatnya.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like and comen ya***!
__ADS_1