
.
.
.
.
Perjalanan sudah merengut waktu aisyah,tak di sangka Alleira tidak menangis melainkan tidur di kamarnya,mungkin efek lelah sehabis bermain.
aisyah menjatuhkan badannya di atas kasur,lalu melihat ke arah langit kamarnya yang bernuansa putih. Aisyah membangunkan badannya lalu pergi ke arah kamar mandi untuk membersihkan badannya.
***
Sore sudah datang dan aisyah duduk di sofa menatap layar TV sedangkan Alleira belum bangun dari tidurnya,aisyah tidak ingin mengganggu Alleira dalam hal tidur.
"Assalamualaikum" devano muncul dari arah pintu depannya yang mengarah luar dan dalam rumah.
"Waalaikumsallam" aisyah langsung berdiri palu berjalan mengarah ke devano.
"Tumben pulang cepat,Ada apa?" Aisyah
"Gak ada apa apa cuma kangen sama alle sama kamu juga." Devano
"Bisa ya gitu,mandi dulu ya nanti kamu bangunin alle" aisyah
__ADS_1
"Iya sayang" devano mencium pipi aisyah.
Drt..drt...
Hp aisyah berbunyi dengan cepat aisyah langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Selamat sore,saya lionel dari laboratorium lionel daerah glendale,apakah benar ini mrs Danendra?" Ucap lionel penelfone tersebut.
"Ya saya sendiri bagaimana hasil uji coba sampelnya?" Aisyah
"Berdasarkan hasil uji coba sampel coklat yang miss berikan positive mengandung bahan berbahaya salah satunya arsenik,tapi kami harus meneliti lebih lanjut dan akan memakan waktu yang lama" lionel berbicara.
Aisyah syok ia langsung meneteskan air mata dan menutup mulutnya seakan tidak percaya apa yang di bicarakan lionel.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya devano melihat aisyah ketakutan.
"Gak apa apa" aisyah langsung pergi ke dapur dan menghampiri wastafel.
"Siapa yang ingin melukai alle?siapa yang mengganggu keluarga kecil kami? bagaimana bisa dia kembali" aisyah dalam hati kecilnya.
***
Akibat kejadian coklat itu aisyah jadi menemani Alleira hingga pulang sekolah walaupun hari hari seperti itu tapi ada yang berbeda, aisyah menemani Alleira di depan gerbang sekolah dari awal masuk hingga pulang sekolah.
devano belum mengetahui masalah ini menurut aisyah,aisyah dapat mengatasinya sendiri.aisyah mengubah jadwal aktivitas rutin nya demi melindungi Alleira.
__ADS_1
"Momy aku mau makan" Alleira kepada aisyah yang baru saja mendaratkan kakinya di depan rumahnya itu.
"Momy masakin dulu ya kamu masuk duluan" aisyah
Alleira menaiki satu persatu anak tangga hingga sampai di dalam rumah begitu juga aisyah.
"Nyonya ada paket saya sudah taruh di atas meja" pelayan rumah
"Makasih BI" aisyah
Aisyah menuju paket yang di katakan pelayan rumahnya sedangkan Alleira mengganti pakaiannya di dalam kamarnya tanpa di beri aba-aba oleh aisyah maupun pelayan rumahnya.
Paket tersebut berbentuk kecil ukuran botol air minum kemasan,aisyah perlahan membuka dan isinya hanyalah kertas berwarna kuning yang di gulung lalu di berikan perekat agar gulungan tersebut kuat dan tertutup rapat. Perlahan gulungan kertas tersebut aisyah buka.
"***Batalkan apapun rencana suamimu***!!
***atau anak mu yang akan***
***menanggung akibatnya***!!
Aisyah menutup kembali kertas itu dengan mengepalnya hingga menjadi bentuk seperti bola.aisyah memasukkan kertas tersebut ke dalam tempat sampah,ancamannya belum begitu jelas karena aisyah rasa devano tidak merencanakan sesuatu untuk aisyah dan keluarganya.
"Momy katanya mau masak kok malah Diem aja?" Alleira mengguncangkan badan aisyah hingga aisyah tersadar dari lamunannya.
"Ohh iya bentar ya" aisyah menaruh barang barang di atas meja ruang tengah.
__ADS_1