
.
.
.
.
>Kamar Farhan Lisna<
Lisna menangis."
Kenapa takdir putri kita selalu buruk pah?"
"Kamu gk boleh ngomong begitu. Omongan itu doa"
"Aku kasian ngelihat aisyah seperti itu. Athalla dulu sudah melecehkan aisah. Kenapa sekarang harus kembali? Selain athalla, teman teman aisah dulu juga menyakiti aisah. Mereka semua Membuat aisah takut dengan kehidupan diluar. Aisah juga manusia pah. Dia butuh kebahagian juga. Bukan kesedihan"
"kamu tenang ya. Kamu harus menguatkan aisyah"
"Tapi sikap aisyah tidak bisa dikendalikan"
"Papah tau siapa yg bisa ngendaliin aisah"
"Siapa pah?"
"Ari"
"Ari?"
__ADS_1
"Iya mah. Papah pernah liat aisah dan ari disekolahan. Waktu itu niat nya papah mau mengecek aisah. Tapi papah melihat aisah tertawa lepas bersama ari. Jadi papah pikir ari bisa nenangin aisah dan buat aisah tertawa lagi"
"Yasudah telfon ari sekarang pah" pinta Lisna.
Lalu farhan menelfon ari. Farhan menjelaskan semua nya. Dan farhan juga sangat berterima kasih kepada ari yg telah menolong aisah saat itu.
>Ruang tengah
Raka menuruni anak tangga dan duduk bergabung dengan ortu nya. Tapi saat itu ari sudah datang.
"Raka kenalin ini ari. Laki laki yg akan papah jodohkan dengan aisah" ucap Farhan.
"Kenalin bang. Gw ari" ari mengulurkan tangannya.
"Gw raka" raka menyambut tangan ari.
"Akkkhhhh!!!"
Teriakan aisah terdengar sampai bawah.
"Ari cepat kamu liat aisah" pinta Farhan.
Baru saja ari mau menaiki tangga bahu ari ditahan oleh raka.
"Gw harap lu bisa tenangin aisah" kata raka cemas.
"Tenang aja bang. Insya allah gw akan usaha semampu gw" ari tersenyum.
>Kamar Aisyah
__ADS_1
Ari masuk kekamar aisah. Ari melihat aisah sedang jongkok disudut kamar. Aisah menunduk dan badan nya bergetar hebat menandakan ia sedang nangis. Ari melihat sekeliling kamar aisah yg sangat berantakan. Selimut tergeletak dibawah. Vas bunga pecah. Meja belajar dan meja rias berantakan semua. Lampu tidur jatuh kebawah. Ari sangat kasian dengan aisah. Walaupun ari tidak tau apa hubungan athalla dengan aisah. Sampai sampai aisah sangat terpuruk
"aisyah.."
Aisah mendongak kaget dengan ada nya suara ari.
"pergi luh!" Aisyah mendorong ari.
"Gw gk mau hidup! Gw mau mati ajaa!!" Aisah berlari menuju nakas. Ia mengambil pisau kecil yg mengkilat. Melihat hal itu buru buru ari merebut pisau itu dari tangan aisyah dan membuang nya jauh jauh. Lalu ari memeluk aisyah erat.
Aisyah tetap saja berontak mencoba mengambil pisau itu lagi. Tapi Ari makin mengeratkan pelukan nya agar aisah tidak kemana mana.
"Aisyah lu gk boleh begini! Lu harus kuat ngadepin semua nya"
"Gw kotor rii.. gw kotor" aisyah menangis di pelukan Ari.
"Kata siapa lu kotor! Lu gk kotor syah"
Ari melepaskan pelukan nya dan memegang bahu aisyah agar aisyah menatap ari. Aisyah masih menangis.
"Jangan pernah nangis syah. Karena satu tetes air mata lu sangat berharga bagi gw" perkataan ari menghentikan tangis aisyah. Aisah menatap ari dengan mata sembab nya.
"Tapi dia jahat ri" aisyah dengan suara serak nya. ucapnya
"Siapa yg jahat? athalla? Ngapain lu buang buang air mata lu buat dia. Cowo brengsek kaya dia gk patut ditangisin. Lu harus kuat syah. Gw disini ada buat luh. Gw bakal selalu jagain luh. Jadi tolong... jangan siksa diri luh seperti ini" perkataan ari membuat aisah meneteskan air mata.
Namun bukan air mata kesedihan. Melainkan air mata kebahagian.
.
__ADS_1
.
.