
.
.
.
"Earth to devano" ucap wanita paruh baya di depannya.
"Ehh bu" devano kepada gurunya yang sudah di depannya.
"Kamu jangan banyak bengong kesambet setan loh...Ayu masuk sudah bell" ucap guru itu.
"Baik bu" devano masuk kek kelasnya.
***
Jam pulang sudah berbunyi devano masih duduk di kursinya memainkan hp nya.
"Lo mau ikut tanding basket gak Dev" tanya gara
"Hmm...kek nya asik" devano
"Tapi aisyah gimana?" Sandi
"Gua balik duluan" ucap devano buru buru pulang ke rumah melaju dengan kecepatan tinggi.
Sampai di rumah devano memarkirkan mobilnya.
Ceklek...
Pintu devano buka dan ada aisyah yang tertidur di atas kasur King size milik dirinya yang kini milik kedua nya.
"Syah udah makan?" Ucap devano di kuping aisyah.
"Hmm...boleh aku belum makan dari pagi" aisyah
__ADS_1
Untung saja devano tidak ikut dalam pelatihan basket walaupun dia adalah ketua tim basket.devano tersenyum ternyata istrinya manja jika sedang ketakutan dan malas.
"Makan apa?" Devano
"Apa aja" aisyah
"Oke" devano
Devano langsung membuka hp nya ke aplikasi ojol dan memesan makanan yang ia mau.keberuntungan keduanya saling memiliki satu sama lain.
***
Devano dan aisyah
Devano dan Naura
.
.
.
Aisyah berjalan menuju ke kamar devano dengan menaiki anak tangga satu persatu.
"Tok...tok..."
Aisyah membuka kamar melihat devano yang menatap layar laptop miliknya,aisyah perlahan berjalan menuju devano sepertinya devano terlalu serius menatap laptopnya dan tak tahu jika aisyah di belakangnya.
Devano melihat chat nya yang berada di Skype.aisyah hanya melihat dan diam membeku di tempat itu.rasa cemburu tumbuh di dalam hati aisyah tapi aisyah tidak bisa memberitahu devano bahwa dia cemburu.
"Jangan salah paham gua sama naura gak ada hubungan apa apa,gua cuma mau berdamai dengan masa lalu" devano bicara ternyata devano tahu bahwa aisyah ada di belakangnya.
__ADS_1
"Aku kesini mau ngajak makan malam,maaf ganggu kamu yang lagi damai dengan masa lalu" aisyah
"Ayo makan" devano menutup laptopnya dan berbalik menatap aisyah.
Mereka berdua turun dan menuju meja makan.
***
Selesai makan aisyah mengerjakan seluruh PR PR nya yang menumpuk selama ia tak masuk ke sekolah,aisyah sendiri menganggapnya enteng karena aisyah gemar belajar,sedangkan devano sedang di kamar rahasia yang tidak boleh aisyah masuki.
'Apa isi kamar itu?kenapa devano rahasiain kamar itu?' Batin aisyah
Karena penasaran aisyah turun dari kamarnya dan devano menuju kamar yang di rahasiakan devano.aisyah berjalan perlahan seperti mengendap ngendap,jika di dalam kamar itu ada devano pasti kamar itu tidak akan di kunci oleh dirinya.
'Kreeeek...'
Suara pintu yang aisyah buka menghasilkan bising suara yang tak di inginkan.
Begitu aisyah masuk kamarnya begitu banyak senjata api di dalamnya dan ada furniture untuk ruang tamu dan kamar seperti ranjang, TV,meja dan lemari.sebenarnya apa yang di lakukan devano?untuk apa ia menyimpan senjata senjata ini?
televisi
Siapa yang tidak terkejut melihat ini? aisyah tidak tahu bahwa rumah yang ia tempati berisi senjata api jika aisyah tahu dari awal pasti ia tidak akan tinggal di sini.
"Jangan takut" devano dari belakang aisyah.
"Kasih satu alasan tepat dan logis kenapa kamu simpan barang barang kaya gini?" Aisyah
"Ini kerjaan gua.ayo ikut gua" devano menarik tangan aisyah keluar dari kamar dan menuju mobil.
.
__ADS_1
.
.