
#Mall.
"Mamah ala lapel"
"Owh Ade laper ya. Yaudah kita makan dulu deh" Setelah berputar putar di mall, Aisyah dan Ara turun ke lantai satu untuk makan di restoran mall ini.
Sesekali Aisyah mengedarkan pandangannya. Dan ia menangkap dua sosok yang ia kenali.
Pria yang Minggu Minggu ini selalu membuatnya menangis dalam diam. Dan satu wanita yang selalu membangkitkan rasa cemburu Aisyah. Ari dan Steffi.
Dengan cepat Aisah mengalihkan Ara agar tidak melihat Ari. Aisyah mengajak Ara mengobrol soal beberapa film kartun. Setelah sampai didepan restoran, mereka segera masuk. Aisyah dan Ara duduk di tempat yang masih kosong.
Lalu mulai memesan makanan. Sebenarnya niat Aisyah ke mall karena ia ingin menghibur dirinya dan juga Ara. Aisysh harus bisa membuat Ara tersenyum walaupun tanpa keberadaan Ari disisinya. Pesanan mereka sudah datang. Ara langsung memakannya dengan lahap.
'ri, apa kamu gk inget ini hari anniversary kita' batin Aisyah.
Aisyah kembali mengingat hari anniversary nya dengan Ari tahun lalu. Dimana Ari mengucapkannya tepat jam 12 malam. Ia bahkan memfoto Aisyah saat masih tidur. Memberikan Aisyah beribu-ribu kecupan. Mengucapkan bahwa ia sangat mencintai Aisyah. Walaupun tidak ada perayaan istimewa, tapi Ari cukup membuat Aisyah menangis bahagia. Aisyah merindukan itu semua. Ia sangat merindukan sikap manis Ari.
'mungkin sekarang kamu gk ada waktu sedetikpun untuk mengucapkannya ri. Waktu kamu sudah terbagi untuk orang lain' batin Aisyah.
Mata Aisyah memanas, pertanda ia ingin menangis.
"Mah, kok makanannya gk dimakan?" Tanya Ara membuyarkan pikiran Aisyah. Aisyah berusaha tersenyum.
"Iya de. Ini mamah makan kok" Aisyah mulai ikut memakan makanannya. Kening Aisyah berkerut melihat seseorang yang dulu menjadi teman dekatnya. Aisyah tersenyum. Itu cery.
__ADS_1
Aisyah duduk dipinggir, jadi ia bisa melihat cery dari kaca. Cery sedang berdiri diluar restoran. Dan tak lama pandangan cery bertemu dengan mata Aisyah. Aisyah melambaikan tangannya. Cery pun paham dan langsung masuk kedalam restoran.
"Ka Aisyah. Aku kangen banget sama kakak" cery memeluk Aisyah. Aisyah membalas pelukan cery.
"Aku juga kangen sama kamu" Aisyah melepaskan pelukannya.
"Ayo duduk" ucap Aisyah.
"Ini Ara ka?" Tanya cery. Aisyah mengangguk.
"Wahh udah besar ternyata"
"Ade, ayo Salim dulu sama ka cery" pinta Aisyah. Ara menyalimi tangan cery.
"Iya dong ka, masa ala kecil Mulu cih" Cery tertawa. Cery memandangi Ara. Sedikit ada rasa bersalah diwajahnya.
"Sebentar ya ka" Aisyah mengangguk. Cery berjalan sedikit menjauh.
"Hallo, ada apa?"
"Cepet temuin gw. Alamatnya ntar gw. SMS in
"Iya" Sambungan terputus. Cery kembali menghampiri Aisyah dan Ara.
"Ka maaf, aku harus pergi. Ada tugas kuliah yang belum aku selesai in"
__ADS_1
"Iya gapapa. Kamu hati hati ya dijalan" Cery mengangguk. Lalu kembali memeluk Aisyah. Entah kenapa air matanya menetes.
"Ka, makasih ya buat semuanya. Maaf sampai saat ini aku belum bisa balas kebaikan kakak Aisyah melepas pelukannya dan menatap cery.
"Loh kok kamu nangis?"
"Ah gapapa. Ini emang aku nya aja yang cengeng" cery terkekeh.
"Kamu ini bisa aja" aisyah menghapus air mata cery.
"Gk perlu ada balas Budi balas Budi. Aku itu nolong kamu ikhlas. Sesama manusia harus saling tolong menolong, jadi wajar aja. Udah sana pergi. Gk boleh cengeng"
"Maafin aku ya ka' Aisyah tertawa.
"Maaf buat apasih. Aku heran deh sama kamu. Padahal kamu gk buat salah, tapi terus aja ngucapin kata maafin aku ya ka. Gk capek hah?"
'nggak ka. Salah aku ke kakak itu udah banyak banget. Apalagi ke keluarga kakak. Maaf ka, maafin cery'
"Aku seneng aja ngucapin kata itu" jawab cery.
Lalu cery beralih pada Ara. Menatap lekat wajah anak kecil itu.
'maafin kakak Ra. Maafin kakak yang sebentar lagi bakal menghilangkan kebahagiaan kamu'
"Ara, kakak pergi dulu ya"
__ADS_1
"Iya ka" Cery mengecup kening Ara.
"Yaudah. Bye ka Aisyah. Bye Ara" cery berlalu.