Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
101


__ADS_3

#lapangan basket.


Disana ada rafa san dan teman temannya, mereka sedang latihan basket. Memasuki bola ke ring adalah hal mudah bagi rafa. Tubuhnya yang tinggi dan mempunyai wajah tampan membuat dirinya disukai dikalangan wanita. Rafa telah ditunjuk sebagai ketua tim basket karena kepinterannya bermain basket.


"Udah dulu ah. Cape gw" san duduk ditepi lapangan. Semua bubar ketempat masing masing. Rafa ikut duduk disamping san.


"Payah lo"


"Gw cape bukan payah" kesal san.


"Lo enak tinggi, jadi gampang masukin bola ke ring"


"Emang lo kenapa?" Tanya rafa terkekeh.


"Pendek!" San mengakui nya. Rafa tertawa puas. Membuat sepupu nya kesal adalah hal mudah


"Haii raf" Rafa menoleh.


"Intan"


"Gw gk disapa tan?" Protes san.


"Hehe iya lupa" intan menggaruk kepalanya.


"Haii san. Cape banget ya?"


"Iya nih cape banget tan"


"Nih gw bawa minum buat lo berdua" ucap intan.


"Wahhh... makasih intan cantik" san membuka botol minum tersebut.


"Thanks ya tan" ucap rafa.


"Iya sama sama"


"Intan!" Seru seseorang yang mulai menghampiri intan ke lapangan.


"Ka yori" kaget intan.


"Ngapain kaka kesekolah aku?"


Yaps! Yori kakak kandung nya intan. San dan rafa melihat yori.


"Kakak mau bayar uang sekolah. Mamah papah gk bisa kesini. Soalnya ada meeting mendadak"


"Owh gitu. Yaudah yuk intan anter ke TU" intan menatap rafa dan san.


"Raf san. Gw ke TU bentar ya. Bye!"


"Gk ade, gk kakak. Cantik nya poll!" Ucap san setelah intan dan yori pergi.

__ADS_1


"Ilahh biasa aja! Masih cantikan kakak gw!" San memutar bola mata nya malas.


#bandung.


Ari dan steffi turun dari mobil. Lalu mendekati si tukang cilok yang berada dipinggir jalan. Tidak hanya tukang cilok. Disana juga ada pedagang lain.


"Amang tukang cilok nya?" Tanya ari.


"Iya de. Ade mau beli cilok?" Tanya si tukang cilok dengan nada sunda nya.


"Iya mang. Saya beli semua cilok amang"


"Hah?! Ade serius?!"


"Iya mang. Saya serius"


"Ya sudah sebentar ya. Saya bungkusin dulu cilok nya"


"Iya mang" Ari memperhatikan si tukang cilok itu yang sedang mempersiapkan cilok nya.


"Mang, nama amang siapa?" Tanya ari sambil menunggu cilok.


"Nama saya ujang"


"Owh mang ujang" ari menganggukan kepala nya.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya cilok itu selesai dibungkus (bungkusan nya kaya sterofom putih yang ukuran besar ya gaess. Maap author gk tau itu namanya apa) kira kira semuanya berjumlah 10 bungkus.


"Cuma 85 ribu aja de" Ari mengerutkan keningnya.


"Serius mang?" Tanya ari tak percaya.


"Iya de serius. Kenapa? Kemahalan ya? Yaudah atuh amang diskon deh jadi 70 ribu aja"


"Ihh nggak mah. Ini amang ambil uang nya" ari memberikan uang dua lembar seratus ribuan.


"Waduh! Ini mah kebanyakan de"


"Udah gk papah mang. Ini emang rezeki buat amang"


"Ya allah makasih atuh de. Terima kasih banyak" ucap mang ujang senang sekali.


"Tapi ada syarat nya"


"Apa syarat nya de?"


"Saya minta foto sama mang ujang plus gerobaknya" Mang ujang tertawa.


"Atuh hayu eta mah. Cuma foto doang gampang" mang ujang sangat antusias.


"Hehe oke" ari menoleh ke steffi.

__ADS_1


"Stef, fotoin ya"


"Iya" Dan satu jepretan sudah diambil oleh steffi.


"Oke mang. Makasih ya cilok nya"


"Sama sama"


"Yaudah. Kita pulang dulu ya mang. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Steffi terkekeh melihat tingkah ari.


Mau pulang aja harus pamit dulu ke tukang cilok nya. Dan ari tadi ngucap salam dulu sebelum pamit. Aneh. Sedangkan si mang ujang langsung di tanya tanya oleh pedagang lain. Mereka mulai kepo dengan kedatangan ari yang memborong semua cilok mang ujang.


Diperjalanan pulang, steffi kembali melamun. Setelah diberi tau oleh ari bahwa aisyah sedang menginginkan cilok steffi kagum pada ari. Padahal aisyah sedang tidak hamil. Tapi ari mau menuruti kemauan aisyah untuk beli cilok langsung kebandung nya. Dihati steffi terbesit kata iri. Iya! Steffi iri dengan aisah. Tapi dengan cepat steffi membuang rasa iri itu. Ia tidak boleh seperti ini.


#Gerbang sekolah.


"Mana sih mang jaja! Kok belum jemput" gerutu intan didepan gerbang.


"Intan!" Seru raja, teman sekelas nya.


"Ngapa?"


"Mau bareng gk?"


"Gk usah. Makasih"


Raja adalah cowok yang selalu mengejar ngejar intan. Namun intan sangat tidak suka dengan dia. Raja tipekal cowok yang banyak gaya, sering pamer keahlian nya didepan cewek, selalu mengeluarkan gombalan receh, dan sering ketauan tawuran dengan sekolah lain. Sikap itu lah yang membuat intan tidak menyukai raja. Kalo kalian mau tau tipekal intan seperti apa. Rafa, cowok itu tipekal intan banget!


"Serius tan? Ntar kalo supir lo gk dateng gimana?" Raja menakut nakutin intan.


"Emm... " intan sedikit berpikir.


Tinn!


Raja dan intan menoleh ke sumber suara.


"Ayo tan naik" ucap rafa.


Rafa menaiki motor ninja berwarna merah. Sedangkan raja berwarna hijau. Memang rafa masih SMP kelas 8. Tapi almarhum orang tua nya sudah mengijinkan rafa membawa motor sendiri.


Intan tersenyum mendapat tawaran seperti itu. Dengan senang hati intan menaiki motor rafa. Sedangkan raja mendengus kesal. Raja pergi lebih dulu. Sebelum pergi, rafa melepaskan jaketnya.


"Loh. Lo mau ngapain raf?" Tanya intan terheran heran.


"Nih. Tutupin paha lo" Bibir intan kembali tersenyum. Ia tidak meyangka rafa sangat perhatian dengan nya.


Setelah menutupi pahanya dengan jeket rafa, rafa mulai mengegas motornya. Namun rafa tidak sengaja mengegasnya dengan sekali hentakan.


Hal itu membuat intan kaget dan refleks tangan intan memeluk pinggang rafa dengan erat.

__ADS_1


Rafa tersenyum tipis dan melajukan motornya.


__ADS_2