Perjodohan SMA

Perjodohan SMA
perasaan athala


__ADS_3

.


.


"aisyah" panggil laki laki yang melewati dirinya dan athala aisyah langsung melihat ke arah sumber suara.


gara menghampirinya dan memanggilnya tadi,gara tersenyum melihat aisyah dengan laki laki yang tak dikenal itu.


"gara" aisyah


"hai syah,udah lama gak ketemu" gara basa basi dan athala hanya memperhatikan aisyah dan gara berbincang


"iya,gar makasih banyak udah daftarin gua kuliah" aisyah


"sama sama itu gak seberapa di bandingkan dia ngasih jabatan ini ke gua,anyway lo lagi sama siapa?" gara melihat arah athala.


"kenalin ini athala temen kampus dan athala kenalin ini gara suami zolla temen gua kemarin" aisyah.


athala dan gara berjabat tangan,gara memperhatikan gaya athala dari atas hingga bawah,gara senang jika aisyah sudah melakukan aktivitasnya kembali.


"gua seneng denger kabar lo udah lakuin aktivitas normal,btw sampe sini pertemuan kita pesan makanan buat zola udah jadi next time kalo ada waktu main bareng lagi" gara


"iya hati hati di jalan gar" aisyah


"iya santai" gara

__ADS_1


gara berubah 90 derajat dari sebelumnya,dulu gara orang yang humoris ceria dan tidak membawa segala sesuatu hal serius kini semua berjungkir balik,gara menjadi serius dan tidak mengeluarkan lawakkan lagu.aisyah menyadari berubahnya gara dan aisyah fikir itu akibat kebanyakan pikiran kerjaan dan hidup lagian aisyah mengerti jabatan gara sekarang sulit.


setelah gara pergi,athala melihat arah aisyah dengan tatapan berbeda seperti tatapan penuh pertanyaan.


"jadi gara suaminya temen lo kemarin?" athala


"iya sahabat gua,kita jarang ketemu lagi karena sibuk masing masing" aisyah


mereka berdua menghabiskan waktu berdua hingga malam memisahkan dan menyelesaikan perbincangan.


aisyah menyetir sendiri jaraknya tidak jauh hingga sampai rumah lampu rumah sudah menyala padahal ia belum menyalakannya.


aisyah memasuki rumahnya dan membawa pukulan baseball di tangan nya.


"astagfirullah" aisyah melihat zolla yang sedang memotong kue lapis buatannya kemarin.


"kenapa gak bilang gua sih zoll kan biar gua bisa pulang cepet" aisyah


zolla menyengir di selang acara makannya.


"gua bete sama suami gua masa dia telfonan mulu terus telfonannya ngurung diri lagi,gimana gua gak curiga abis itu gua tanya telfonan sama siapa dia gak jawab sikapnya jadi dingin" zolla


"ish.kalo punya masalah jangan bawa kesini selesain dulu di rumah lo" aisyah membuang tas nya ke arah sembarang.


"bodo ah" zolla

__ADS_1


"kabarnya neta gimana?" aisyah sudah lama aisyah tidak mendengar kabar sandi dan neta.


"ohhh mereka lagi honey moon keliling negara negara dan kabar nya neta hamil sih kemarin gua telfonan" zola menyampaikan kabar.


"waw sampaiin congrat gua buat dia ya zoll"aisyah menjadi murung seperti keinget sesuatu akan rumah tangga.


"hei syah denger mungkin ke datangan athala bisa buat lo kaya dulu lagi" zolla


aisyah tidak mengingkan jawaban seperti itu dari zolla,menurutnya kehidupan dulunya adalah segalanya dan surga yang berada di dunia.


drt...drt...


suara hp aisyah dan segera aisyah mengangkat panggilan tersebut.


"halo?" aisyah


"hai...udah sampe rumah?" athala


"gak mungkinkan gua nelfone sambil nyetir" aisyah nada biasa


lama kelamaan aisyah menikmati perbincangan dengan athala dan ia kadang lupa akan waktu.aisyah masih menziarah kuburan devano kadang ia bercerita tentang athala,sabtu dan minggu jadwalnya ia menghabiskan air matanya melihat kenang kenangan devano di kamar rahasianya dulu yang kini aisyah masih senang di kamar itu.


athala setiap hari menghubunginya dan mengajaknya jalan jalan dan pada saat aisyah sakit athala menemaninya semua berjalan seperti biasa dan athala menumbuhkan perasaan di hatinya sedangkan aisyah tidak menganggap serius hubungan mereka.terkadang athala ingin mengungkapkan perasaannya kepada aisyah namun athala masih ragu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2