
pronolog
Nafiza vatin adalah anak pertama dari herlina dan bambang.dia anak yang baik,periang,dan agak sedikit tomboy.dia adalah anak kesayangan orang tuanya,karna sifat tomboynya itu dia tidak pernah pacaran,dia lebih suka menghabiskan waktu bermain musik dengan teman teman kampusnya.dia merupakan salah satu pelajar berprestasi dikampusnya,banyak laki" yang tertarik dan mencoba mendekatinya tpi tdak ada satupun yang membuat tertarik.
Suatu hari ayahnya dikunjungi oleh sahabat karibnya,terlintas dihati mereka untuk menjodohkan kedua anaknya untuk mempererat persaudaraan yang terjalin sangat baik.
Nafiza tahu itu hal yang sulit ditambah dia belum tahu bagaimana sifat laki" itu.sifat laki" yang akan dijodohkan dengannya..pdahal itukan landasan orang berumah tangga.setengah hati nafiza menerima perjodohan itu meski dia tau semua kemungkinan buruknya.tapi melihat orang tuanya tersenyum membuat hatinya senang.
Digta prayoga
Dia adalah laki" yang baik,namun sedikit cuek,sma halnya nafiza dia jga sangat menyayangi orang tuanya.dia adalah orang yang berpendidikan dan dihormati banyak orang.dia adalah pemilik perusahaan yang tegas.bnyak wanita yang kagum karna ketampanannya.
Suatu hari ketukan pintu terdengar dari dapur,ayah nafiza segera membuka pintu ,menemuka dua orang yang tersenyum lebar kepadanya,menarik dah memeluknya.
"Apa kabar kakak!"memeluk nya
"apa kau lupa denganku"
"Hahaha,tentu saja tidak.mana mungkin q lupa dengan kalian.ayo masuk",melepas pelukan sahabatnya
"kalian masi ingat rumah jelekku ini,ku kira kalian sudah bahagia dikota dan lupa kampung sndiri,"menepuk bahu sahabatnya
"Tidak seperti itu kak,hanya saja kita sedang sibuk kmaren,dimana kaka ipar?mulai mengintip dan memalingkan wajah kesegala arah.
"iya,dimana kaka ipar kak",istri yang disamping melanjutkan pertnyaan suaminya
Tiba tiba terdengar langkah kaki turun dari tangga,,,,
"eh ternyata ada tamu jauh ya,"menyambut dengan senyum lebar dibibirnya
"kakak ipar"mengulurkan tangannya..
Awal cerita perjodohan
Pembicaraan mereka berlangsung lama,membahas ini dan itu,bercerita pengalaman masing".tak terasa siang berganti sore,candaan mereka terhenti saat mendengar tlakson mobil dari arah halaman rumah,tidak lama kemudian masuk seorang wanita berkulit putih,rambut diikat keatas,memakai jaket jins dan bersepatu ket warna hitam.
"Ma pa aku pulang",tersenyum dan mencium tangan orang tuanya...
"Wah wah wah siapa ini?apa ini nafiza,sudah besar ya sekarang" mulai menyentuh rambut nafiza.
"Om tante,apa kabar?"mengulur tangan bersalaman
"masih ingat sma om dan tante",melirik istri yang disebelahnya
"masih dong om,mana mungkin lupa.hehehe
percakapan berlangsung kembali.nafiza sudah mengenal sahabat ayahnya.dulu waktu nafiza kecil,mereka sering berkunjung kerumahnya,menghabiskan waktu dengan minum kopi bersama ayahnya...sepertinya waktu berputar cepat,merekapun pamit pulang kekota
"kakak sepertinya sudah waktunya kami plang,mampirlah kerumah kami kak,kami pasti senang kalo kaka membawa nafiza kerumah kami",melirik kearah nafiza
"Eh,kenapa aku",menunjuk mukanya....
__ADS_1
Sudah seminggu pertemuan mereka,ayah terlihat senang melirik lirik nafiza dengan senyum seakan mengisyaratkan hal gila yang akan dilakukan ayahnya....
"apa,kenapa papa melirikku seperti itu",menatap ayahnya kesal
"Anaknya om dias tampan ya",menyodorkan hp dihadapan anak tersayangnya,terlihat foto seorang lelaki berkulit putih dah berbadan tinggi.
"Biasa aja"sahut nafiza sambil memalingkan wajahnya menghadap tv.
"papa ingin kau berkenalan dengannya,dia anak yang baik,ayah yakin kau akan senang kenal dengannya",mengusap lembut rambut nafiza.
"Maksud papa apa?"mulai merasa tidak nyaman
"Hemz,,,"Menghembus nafas dalam dalam
"Kamu sudah besar nafiz,apa kamu mau selamanya mau jadi buntut mama papa",melirik arah istrinya yang mulai menangkap arah pembicaraan.
"bahkan tmanmu sudah banyak yang menikahkan,apa kau tidak malu?",meledek nafiz sambil mencubit pipi nafiz.
"Papa apaan sih," sudah terlihat mukanya memerah
" Papa dan om dia menjodohkan kalian,"menatap nafiza tajam
"apa....bahkan q belum mengenalnya pa,aku tidak mau!!!"menatap ayahnya kesal
"Dia anak baik,pasti kamu bahagia",memeluk anaknya hangat
"tapi pa,aku belum pengen nikah,bahkan aku masih kuliah,lagy pula dia pasti punya pacar",lagi lagi kesal dengan permintaan papanya...
Acara pernikahan
Detik berganti detik,hari berganti hari,semua telah diatur,perkenalan,pertemuan bahkan makan malam sudah sering mereka lakukan,tpi digta masih bersikap dinginkarna nafiza jelas bukan tipenya.
Namun apa mau dikata orang tuanya bersikeras menjodohkan mereka,semua orang sedang sibuk dengan acar pernikahan merekq .bertemu dan membahas apa saja yang harus dipersiapkan,disitulah terlihat muka jebgkel nafiza yang melihat kearah digta mulai bergumam dalam hati,"lihat dia,menyebalkan sekali dia,sok ganteng!apa kau kau pikir,kau ini ganteng"
"Diarah lain tapi dalam waktu yang bersamaan digta pun mulai menatap nafiza....
"Apa apaan ini bahkan dia bukan tipeq.sama sekali tidak mirip wanita,liat pakaianny!apa fia memang tidak pernah pakek baju perempuan,dan lihat,apa itu bahkan dia pakek sepatu ket,benar"bukan tipeq,sepertinya ayah sudah salah pilih jodoh untukq,"bercengkrama dalam pikiran sambil menggeleng kepala sambil menghela nafas.
Berhari hari mereka sibuk persiapan pernikahan,sedangkan nafiza dan digta terlihat cuek dan membiarkan mereka sibuk.mengikuti apa yang sudah direncanakan orang tuanya.pernikhan tinggal menunggu hari.perencanaan sudah matang,undangan,baju,semua sudah siap.dan saatnya untuk nafiza dan digta harus terperangkap dalam hubungan keterpaksaan.
Pernikahan sudah didepan mata,semua sibuk dengan pekerjaan masing",sementara nafiza masih sibuk dengan sandal tingginy...
"Apa perlu memakai ìni,inikan tinggi sekali",ucap nafiza kepada digta...menghela nafas sambil bergerutu
"Tamuku itu orang orang penting,jangan sampai membuatku malu dihadapan tamu,"mengakhiri perkataan tanpa melihat nafiza
"Heh kamu,apa maksudmu bicara seperti itu,kau ini menyebalkan sekali,menatap digta kesal...
"Kalau bukan karna ayah mana mungkin q mau menikah dengan wanita tomboy sepertimu,jadi jangan banyak tingkah didepanku"melirik nafiza sekilas..
"Hei kau,kau pikir q juga mau menikah denganmu,dasar sombong!!!!",melempar sandal tingginya kearah digta
__ADS_1
"Hey kau!wanita macam apa kau,kasar sekali!pakai ini dan jangan mempermalukanku!melempar balik sandal kearah nafiza.
"Kau menebalkan sekali....!,kata nafiza menggeram kesal
Para tamu undangan sudah mulai berdatangam,mulai berbincang menikmati jamuan dihadapan mereka,senym dan tawa terlihat dari keluarga dan tamu undangan,tpi tidak untuk nafiza dan digta,mereka disana bergandengan memasang muka tipuan dihadapan undangan.hingga acarapun selesai,semua pelayan bergegas dengan tugas masing masing.
"NAfiza......!terjelak kage mendengarnya,,,
"Eh,om tante!memasng senyum tipuan padahal dia sangat jengkel.
"Kok om tante sih,panggil mama ayah dong,kan kamu sudah resmi menikah dengan digta!
"Eh,iya ! ma, yah",sambil menyentuh kepalanya
"digta mana! " kata ayah sambil menengok".
"Mungkin dia sudah duluan yah",tersenyum manis
"mana ku tau dia dimana,aku tidak perduli",bergumam dalam hati.
Mama mulai mendekat dan menepuk bahu nafiza,memberi senyum tulus kepada menantunya.
"Kalau begitu ayo mama antar kekamarmu dan digta!",mendorong tubuh menantunya dan mulai berjalan kearah kamar.
"Beristirahatlah dan bersabarlah dengan digta dan bersabarlah dengan digta,digta anak yang baik kuk,hanya perlu pendekatan saja",kata smbil mengedipkan mata ke arah nafiza.
"Eh,iya ma gpa" kok!
"Baik apanya,dia sangat menyebal,kenapa dia gak sebaik mama dan papa sih...."berkata dalam hati.
"Selamat malam ma"...
grek!!,menutup pintu dan mulai menggerutu kesal,setelah mandi dan berganti baju langsung naik kasur dan menutup selimut,
tiba tiba pintu kamar terbuka,terlihat digta yang sudah rapi dengan baju tidurnya.
"Berhenti disitu",melempar bantal dihadapan suaminya
"Apa apaan kau",kata digta kesal
"bukankah kau bilang tidak menyukaiku,kalau begitu tidurlah disana,jangan mendekatiku",melengoskan wajahnya
"haha, siapa juga yang mau mendekatimu", berjalan ke arah sofa di depannya, brengsek sekali dia, inikan kamarqu, kenapa aq tidur di sofa, berkata dalam hati,
lakukan apa yang kau mau dan aq akan melakukan apa yang aq mau
memandang nafiza penuh kesal
"silahkan saja, memang aq pikirin", memalingkan wajah dan menutup dengan selimut,
"sialan, kau boleh menang sekarang, tunggu saja besok", dengan hati yang sangat kesal
__ADS_1