
Berbincang lumayan lama setelah 3 hari tidak bertemu,tiba" seorang gadis datang mengagetkan mereka,,,,
"nafiza,kmana saja kau,dari kemarin menghilang"menyenderkan kepala ke bahu nafiza
"dia menikah sayang," mengedipkan mata kepada kekasihnya,,,,
"apa...hahaha,"terbahak sambil memeluk nafiza
"yang benar saja sayang,siapa coba yang mau menikah sma cew tomboy sepertinya,,,,ayo kuantar kau kesalon agar kau berubah keren,hahaha....," mulai melepas tali rambut nafiza
"sial kau,memang q sejelek itu apa!tawamu sungguh mengejek,"mengambil tali rambutnya kembali dan memakainya lagy
"hahahha,ayo kita kesalon akan kurubah kau cantik sepertiku,menggoyangkan pipi nafiza kekanan dan kiri,nafiza hanya mengerutkan wajahny....
"kau ini,,,,david kenapa pacarmu juga menyebalkan.hari ini semua orang menyebalkan..."muka nafiza mulai kesal
" Kau tidak perlu membawanya kesalon sayang,bahkan papanya sudah lebih dulu menikahkannya ,,,,"melirik arah nafiza yang masih kesal!
"sayang,jdi dia beneran menikah," menjawab dengan muka kagetnya
"hemz,,,puas kau."kata nafiza sambil menarik nafas panjang.
"hah,kapan?kenapa tidak mengundang kami?"memasang muka masam melihat nafiza
"sudah sudah dibahas lain waktu lagi,ayo kita makan,pasti kamu laparkan setelah berlali jauh....hahaha,setelah itu ku antar kau pulang.sepertinya suamimu akan puas melihat kakimu bengkak...hahaha,"meledek sahabatnya dan mulai menarik tangan nafiza
__ADS_1
"eh,tunggu sayang memang nafiza habis lali kemna?knpa kakinya bengkak.mana mobil nafiza,knapa tidak ada..."melihat area parkir
"sayang,jelaskan dulu..."tanya nabil penasaran
Sepanjang perjalanan hanya terdengar suara nabil yang mulai manja pada david,merengek ini dan itu,entahlah menurut nafiza pembicaraan mereka tak penting.sementara dimobil kursi belakang nafiza hanya diam sambil sesekali memberi intruksi menuju rumah suaminya...sekitar satu jam perjalanan mereka sudah didepan rumah digta
"nafiza kau tak salah rumahkan," memandang rumah digta sambil saling memandanga satu sama lain
"tentu saja tidak."ikut memandang yang ada didepan,
"nafiza,rumah suamimu besar sekali.pasti ada kolam renangnya ya.keren...."nabil mulai histeris mengagumi rumah digta.
David hanya terdiam melihat pacarnya berteriak.sementar itu nafiza bergegas turun dari mobil."
"makasih ya sudah mengantarku," mulai masuk gerbang
"nafiz,kau sudah pulang?mana digta?"melirik arah belakang nafiza,
"iya ma,q tidak tau.aku diantat oleh temanq."katanya sambil ikut duduk disamping mama.
"bukannya tadi digta mengantarmu,apa dia tidak menjemputmu?menggelengkan kepalanya heran
"tidak ma,dia hanya mengantarku sampai keluar komplek,menunjuk arah depan komplek.
"apa,kenpa dia tidak mengantarmu,,,"kata ibu kesal
__ADS_1
"sudahlah ma,gpa" kok.lagy pula tadi aku sudah memberi pelajaran untuknya.aku menginjak kakinya seperti ini," menggerakkan kakinya mempraktekkan
"sepertinya dia sangat kesal ma,sampai sampai dia melempar sepatu padaku,hahaha"tertawa puas sepertinya
"apa,kau menginjaknya?lalu bagaimana muka kesal digta nafiz.pasti dia terlihat menggemaskan ya,"senyum mama mulai melebar
"mama penasaran melihat muka kesalnya,pasti lucu sekali ya nafiz..."tertawa mulai membayangkan muka kesal putranya
"memang mama tidak pernah melihat digta kesal ya?"mengertikan wajahnya
"tidak pernah nafiz,bahkan mama jarang bicara dengannya,digta anak yang pendiam.dri dulu dia lebih suka mengurung diri dikamar,hanya berbicara kalau perlu saja," mama mulai memasang kesedihan di mukanya
"ah masa sih ma,kenapa begitu?" kata nafiz tidak percaya.
"iya nafiz sejak kecil digta sangat pendiam,dia hanya keluar kamar kalo ada perlu.dan kami orang tuanya waktu itu masih terlalu sibuk dengan kerjaan masing".mungkin itu yang membuat digta tidak bisa dekat dengan kami,jangankan untuk bercanda,bercerita saja jarang nafiz," sedih mengingat keegoisan mereka dulu
"sejak saat itu digta lebih dekat dengab asisten rumah tangga mereka dibanding dengan mama dan papa,"menahan air mata yang hampir jatuh
"mungkin karna mama papa berfikir kalo uang akan bisa menggantikan keberadaan kami,makanya kami hanya memberi uang untuk kepuasan digta tanpa memikirkan perasaannya.mulai meneteskan air mata
"apa,pendiam.bahkan dia sering adu argumen ,"katanya dalam hati
"ya sudah ma,aku mau mandi dlu ya," mulai beranjak dari kursi,,,
"iya nafiz selamat istirahat
__ADS_1
nafiza terus berjalan menaiki tangga,memikirkan apa yang dibilang mamanya tadi.hatinya mulai tersentuh
"apa karna itu digta jadi menyebalkan begini,karna kurang kasih sayang.hemz entahlah yang jelas dia tetap menyebalkan."sambil mengerutkan wajahnya