
MAtahari sudah mulai menampakkan sinarnya,deburan ombak nampak berdeburan,nafiza yang terengah engah mulai menjatuhlan tubuhnya ke pasir seakan ada dikasur.melihat itu digta terlihat geram,mulai muncul sikap jahilnya.
"heh wanita kurang ajar,beraninya kau melempar pasir pdaku.membuat tubuhku kotor,"mengangkat kaki nafiza dan meyeretnya pelan
"heh,sialan kau,apa yang kau lakukan.lepaskan kakiku jambu air!"menendang menendang nendangkan kakinya mencoba melpaskan dari tangan digta
"enak saja kau bilang,bukannya minta maaf malah mengataiku jambu air,rasakan ini,,,,"tertawa sambil memegang kaki nafiza lebih erat
"hey,lepaskan!kau mau mematahkan kakiku,lepaskan!mulai melempar pasir lagy ke arah digta.
Akhirnya digtapun melepaskan kaki digta setelah pasir lemparan nafiza mendarat ke bajunya,nafiza mendorong digta dengan kakinya hingga terjatuh,nafiza bangun dan berlari lagi,menjulurkan lidah seakan mengejek digta.
"wek,wek...rasakan kau,dasar jambu air,,,"membalikkan badan,berlari kearah penginapan
"heh dasar kau cew menyebalkan,"mulai berlari menyusul nafiza.
Karna terlalu asyiknya mereka bergurau,tanpa mereka sadari ternyata ada 2 orang yang melihat dari kejauhan,saling menatap dan tertawa melihat kekonyolan anak anak mereka.
"lihatlah kaka ipar,seperti tidak akan lama lagi,"sambil tertawa lebar
"iya,semoga saja mereka akan segera membuka hati satu sama lain,"tersenyum,mulai melangkah menuju dapur
__ADS_1
"sudah ayo kita masak,sebelum suami suami kita bangun,"menarik tangan wanita yang disebelahnya
nafiza terus berlari,terlihat digta yang terengah engah mengejar nafiza,nafiza masuk penginapan terlebih dahulu,melihat arah orang tuanya,mulai menyadari mama dan mertuany tidak ada.mulai mengendap kearah dapur,mendengar suara pisau yang membelah sesuatu,"prok prok prok,,,,terlihat mama dan mertuanya asyik memasak sambil bercanda gurau.
"selamat pagy mama,lagy masak ya?"langkah nafiza mulai mendekati
"eh nafiza,kamu kemana saja baru keliatan?"mamanya bertanya sok tidak tau
"hehe,dari sna ma,"menunjuk arah pantai
"ngapain kamu pagi pagy kepantai,apa digta bersamamu tadi"melihat arah belakang nafiza
"eh ma,sini aku bantu,"merebut kentang yang dibwa mamanya mencoba mengalihkan pembicaraan
"huh,sialan gara" nafiza bajuku jadi kotor begini,awas saja kau,"mulai bicara dalam hati,menggerutu tapi bibirnya tersenyum
setelah beberapa menit digtapun mulai keluar kamar mandi,mengganti bajunya dan mendekat arah dapur,terlihat mama dan mertuanya sedang asyik mengobrol sedangkan nafiza sedanga asyik memotong motong kentang.
"lihat itu,astaga kenapa wanita itu betah sekali mengikat rambutnya itu"geram melihat ikatan rambut nafiza
"prok,"digta terkaget hampir lompat,membalikkan badannya kebelakang
__ADS_1
"apa yang kau lakukan disini?"kata ayahnya setengah triak
"ayah,knapa ayah juga disini?"tersenyum menggaruk garuk kepalanya
"ayah,mau membuat kopi,apa yang kau lakukan disini,"melihat arah dapur
"tidak ayah tidak apa".berjalan menuju ruang tamu
Suara ayah yang keras terdengar dari dapur,mama dan mertuanya hanya tersenyum melihat nafiza,entah tidak menyadari atau memang cuek nafiza terlihat tetap asyik dengan kerjaannya.setelah selesi memasak mereka mulai mandi,menyegarkan dirinya dan mulai menyiapkan makanan dimeja mkan.mereka sarapan sambil berbincang.terlihat senyum lebar dari mama nafiza mengngat apa yang dilihatnya tadi pagy,suaminya yang menyadari senyuman istrinya hanya ikut tersenyum tanpa tau alasan istrinya tersenyum
"ma,2 bulan lagy nafiza libur panjang,sepertinya pihak kampus sudah menentukan tempat untuk magang,"kata nafiza melihat arah mama
"lalu nafiz mau magang dimana,kenapa tidak magang dikantor digta saja?" mamanya semangat menjawab,
"tidak ma,biasanya kami memilih sendiri tempat magang,tpi entah kenapa kali ini kampus terlibat memilih kantor untu beberapa mahasiswi.
"kenapa begitu?"ayah menjawab,melihat arah nafiza.
"entah,nafiz jga tidak tau yah," menggelengkan kepalanya smbil mengelap minyak dimulutnya dengan tisu
Mendengar percakapan tadi digta hanya diam tapi dia terlihat tersenyum,entah senyuman apa,tpi ayah mulai curiga pada digta.menyadari apa yang kemungkinan terjadi.mengetahui kalau digta adalah pemberi bantuan terbanyak ditempat nafiza kuliah.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang direncanakan digta sekarang,kenapa dia senyum senyum seperti itu,"kata ayah dalam hati