
hari ini kantor mulai sibuk.beraktifitas sesuai rutinitas sehari hari.nafiza mulai mengerjakan pekerjaan yang disodorkan seniornya,tak lama kemudian digta keluar dari ruangan.mulai dengan rencana jailnya.menyuruh nafiza mengkopi beberapa file,
nafiz bergegas mengambil file yang dibawa digta,dia mulai mengkopi file file yang ada ditangannya,segera memberikan pada digta
kemudian digta menyodorkan file lg untuk dikopi kembali,
"hah,kanapa ga dri tadi sih,kerjaanku masih banyak taw,"kata nafiza dlam hati
nafizapun mulai mengkopi dan menyerahkan kedigta,tpi digta melakukan hal yang sma lagy pada nafiza hingga beberpa kali,dan nafiza yang mulai kesal membanting file didpan digta
"apa ada lagy file yang harus saya kopi pak,pekerjaan saya sudah menumpuk dimeja pak,kata nafiza mulai melotot
"apa kau bilang?apa kau keberatan mengerjakan tugas yang saya berikan," sengaja mengeraskan suara agar yang lain mendengar
"tidak pak,bukan begitu pak," mulai panik saat yang lain melihatnya
"awas kau digta akan kubalas kau nanti,"kata nafiz lirih
"apa kau bilang,mau membalasku,"teriak digta sekali lagy membuat orang sekitarnya menengok
"tidak pak,mungkin bpak salah dengar,mana mungkin saya berani membalas anda pak,"kata nafiza melotot
"baiklah,kalau begitu kopo ini sekali lagy,bahkan ini tdak lengkap.bagaimana kau ini.seperti ini saja tidak bisa!"kata digta menahan tawa
"ba,baik pak!,"tidak bisa menolak kata digta
"sial kau digta,pasti kamu sengajakan,"berkata dalam hati mengepalkan tangannya
hingga hari sore,nafiza belum selesai dengan tugas yang diberikan sekertaris digta.temannya sudah beranjak meninggalkan ruangan sedangkan nafiza masih duduk didpan laptopnya.mengetik laporan yang tertulis dikertas.
mempercepat ketikannya agar segera selesei,
"Mbak teruskan ngetiknya ya,bsok harus sudah selesei ya,aku mau pulang dlu," kata sekertaris dengan santai
__ADS_1
"baik mbak,sebentar lagy selesei kuk,"kata nafiza memaksa tersenyum
"baiklah,jangan sampai salah ya,kemarin sudah aku ajarikan,"kata imel sekertaris digta
"maaf ya aku tidak bisa membantumu,pakdigta melarangku,katanya biar kau mandiri.,"kata imel lagy
"kau boleh saja pulang sekarang tpi ini adalah baham untuk meeting besok,semangat ya,"kata imel tersenyum
"iya mbak gpa",sudah mau selesei kuk mbak,"menyahut omongan imel
imelpun mulai bergegas menjauhi ruangan,digta yang masih disana diam diam tertawa.puas membuat nafiza bolak balik mengkopi dokumen tidak penting.
Tak selang beberapa lama nafiza mulai menutup laptopnya
"hah akhirnya selesei juga,cpek sekali,"kata nafiza menarik nafas panjang
"heh,mau kemana kau,sudah kau selesaikan tugasmu,"kata digta menatap nafiza
"semua tugas sudah selesei pak,sekarang saya mau pulang dulu," kata nafiz sopan melihat masih banyak orang berlalu lalang
"tapi pak sayakan bukan ob,bapak bisa memanggil ob untuk membuat minum,"kata nafiza mulai jengkel
"baiklaha,kau memang is,,,,, belum sempat menyeleseikan kata istri
"baik pak saya akan buatka kopi untuk bpak,"tersenyum pahit dihadapan digta.
Nafiza mulai melewati digta,dengan sengaja menginjak kaki digta dengan keras hingga digta mengaduh.sengaja meloncat dan menginjak kaki digta yang satunya
"ma,maaf pak saya tidak sengaja,anda tidak apa"kan," meraba raba kaki diata sambil mencubit bahkan menarik bulu kaki digta
Bergegas menuju dapur kantor dan menginjak kaki digta sekali lagy.
Kopi sudah ada ditangan nafiza,nafiz mulai masuk ruangan dan menyodorkan kopi untuk digta,digta mulai meminum dan memuntahkan kopi buatan nafiza
__ADS_1
"heh kopi apa ini,kenapa pahit seperti ini,"sok marah padahal ketawa
"apa bahkan tdi sudah bnyak gulanya,"kata nafiz melirik tanan kiri memastika tidak ada yang mendengar
"buatkan kopi manis lagi untukku,baru kau bisa pulang,"kata digta menyodorkan gelasnya
"Apa,bahkan tadi kau sudah membuatku bolak balik foto kopi,kau juga menyuruhku lembur mengerjakan laporan,dan sekarang kenapa kau masih menyuruhku membuat kopi,"kata nafiz kesal namun suaranya lirih
"aku bilang buatkan kopi lagy,"kata digta melotot,
"tidak mau,buat saja sendiri"kata nafiza ketus
"apa,kau menyuruhku membuat kopi sendiri!kau memeng istri yang kurang ajar,"kata digta setengah berteriak
"pelankan suaramu digta,"kata nafiza melirik lirik melihat situasi
"kau tidak puas ya menyiksaku dari tadi,aku capek sekali,"kata nafiza mulai merengek
Melihat arah muka nafiz yang mulai pucat,
"bahkan aku tidak sempat makan siang tadi,"suara nafiz mulai lirih.
"kenapa kau tidak makan siang,slahmu sendiri,"jawab digta ketus
"bagaimana aku bisa makan,kau menyuruhku bolak balik mengkopi file,kakiku sampai pegal tau,mulai memijat kakinya sendiri.
"alasan saja kau,"kata digta sewot,
"lihatlah,kakiku merah tau,akukan gak pernah pakek sepatu kaya gini,"menunjukkan kakinya yang merah bahkan hampir lecet
"baiklah pulang sana,"mulai menyuruh nafiz pulang,
"benar aku boleh pulang,"kata nafiz semringah
__ADS_1
"kompres kakimu,sebelum aku berubah fikiran,"kata digta melengoskan wajahnya.
Mendengar itu nafiz berlari keluar ruangan mengambil tasnya dan tergesar menuju parkiran kantor.