
Kesunyian kini mulai terasa karna karyawan mulai bergegas pulang setelah menyelesaikan lemburnya,tapi ikbal masih asyik menertawakan digta.ikbal adalah sepupu digta.sejak dari kecil mereka akrab bahkan digta mempercayakan masalah pekerjaan pada ikbal.ikbal tau semua masalah hidup digta dibanding orang tuanya
"sudah ayo pulang!,apa kau mau menginap disini,"mengambil jas yang diletakkan disofa dan mulai melangkah meninggalkan digta.
"heh tunggu,seenaknya saja kau pergy.tunggu aku,berlari dan memukul bahu ikbal.
Malam semakin larut,terlihat nafiza sudah terlelap dengan mimpinya,dia terbangun saat mendengar gemercik air dari kamar mandi.Mulai menyadari bahwa suaminya sudah pulang,pintu kamar mandi mualai terbuka nafiza pun memejamkan mata berpura pura tidur.dia melihat digta mondar mandir memegang perutnya.
"sepertinya dia lapar," nafiza bercemooh tertawa dalam hati.
"biarkan saja,biar tau rasa kau."menjulurkan lidah diam diam.
"brak"melangkah keluar kamar.
nafiza turun dari kamar,mengendap endap mengikuti digta.benar saja digta berjalan kearah dapur,membuka kulkas dan mengambil telur.terlihat bingung saat hendak menggoreng.
"prak," memecahkan telur dan melepaskan dipenggorengan dengan kulitny.
Melihat itu menbuat nafiza tertawa puas,tidak dapat menahan tawanya.digta tergelak kaget mendengar tawa nafiza,
__ADS_1
"apa yang kau lakukan disini?"segera mematikan kompor.
"menggoreng telur saja kau tidak bisa,kenpa tidak membangukan bibi,"mendekat arah digta.
"bibi bahkan sudah bekerja seharian,bagaimana q bisa setega itu membangunkan bibi yang beristirahat.,"digta menjawab
Terlihat senyum yang berbedq dibibir nafiza..nafiza melangkah menuju kulkas,mengambil telur dan nasi,da kembali kedapur.menghidupkan kompor ,memasukkan telur dipenggorengan.
"apa yang kau lakukan.aku bisa menggoreng sendiri.pergy sana.
"huh diamlah,malam ini aku akan baik padamu karna kau juga sudah baik pada bibi,"mulai mencampurkan nasi dipenggorengan.mengaduk menjadi dengan telur
"sebagai balasan kebaikanmu pada bibi maka aku akan memasak untukmu,menggantikan tugas bibi,"mulai mencampurkan bumbu instan kedlam nasi.
"heh,apa itu?kau mencampurkan apa dalam nasiku?kau meracuniku ya!"melotot kearah nasi gorengnya.
"bodoh sekali kau ini,ini bumbu instan nasi goreng.aku tidak sejahat itu kali,"tangannya sibuk meneruskan memasak.sreng sreng sreng,sekarang masakannya mulai harum.
"siap,ayo makanlah sebelum cacing diperutmu mati kelaparan.hahaha,,,"menyodorkan nasi goreng dihadapan digta.
__ADS_1
"seenaknya saja kau bicara,cacing dari mana?perutmu yang banyak cacingnya....membalas perkataan nafiza
"sudah sudah jangan berdebat.makanlah selagy hangat.melotot arah digta.
"kau benar tidak meracunikukan?mulai mendekatkan hidung didepan nasi gorengny
"sudah makan saja,aku mau tidur,meneruskan mimpiq yang kau rusak,"melangkah meninggalkan digta
"aku tidak menyuruhmu masak untukku,kau sendiri yang mau masak."mencicipi masakan nafiza.
Nafiza berjalan menuju kamar,terlihat senyuman dibibirnya,menemukan sisi baik digta yang menyebalkan.tidur dan terlelap dalam senyuman.sedangakan digta masih asyik melahap nasi goreng didepannya,menghabiskan makannya hingga perutnya kenyang.
"hemz,ternyata bis jga cew itu memasak,baiklah akan kubalas msakan ini bsok,mulai tersenyum
Kini malam mulai larut,mata digta yang mulai merah,menguap beberapa kali menunjukkan sudah mulai mengantuk.digtapun bergegas kembali kekamarny,digta melihat arah nafiza yang tidur nyenyak dikasurnya,sementara digta kembali merebahkan badannya disofa.
"sampai kapan aku harus tidur disofa seperti ini,sepertinya aku harus membiasakan diri," mebdesah ,menarik nafas panjang.
Lamunannya mengantarkan pada mimpiny,mulai terlelap dengan nyenyak.
__ADS_1