
hari ini terlihat begitu menyenangkan.nafiza terlalu asyik memainkan hpnya,sesekali dia tertawa terpingkal melihat foto foto berikut video yang dikirimkan david melalui via wa.saking girangnya dia tidak menyadari bahwa suara. tawanya sampai terdengar mertuanya
"nafiz apa kamu sedang sibuk?"membuka pintu kamar
"mama,tidak ma,aku hanya lagy lihat video,"mulai bersandar duduk
"sepertinya asyik sekali.sampai sampai ketwamu terdengar dari bawah."tanya. ibu penasaran
"hehehe,"nafiza hanya tersenyum
"memang lagy lihat video apa sih,seru sekali,"mendekati nafiza dengan senyum ceria
"lihat ini ma,wajah digta jelek sekali ya ma,hehehe"menyodorkan hp didepan mertuanya
"heh nafiz,kamu merekam kejadian semalam,jail sekali kamu nafiz,bagaimana kamu bisa mendapat video ini,hahaha"tawa mama melihat wajah digta semalam
"dari temenku ma,aku menyuruhnya merekam dihpnya....hahaha,"
"apa,jadi yang semalam itu sengaja?jahat sekali kamu nafiz,pantas saja kamu biasa saja."kta mama agak kesal
"mama,justru ini yang sebenarnya digta mau,apa mama tidak lihat bagaimana senangnya digta semalam."mengedipkan mata kepada mamany
"benar,digta terlihat senang sekali semalam,tidak seperti biasanya"jawab mama dalam hari
Pesan singkat tiba tiba diterima saat nafiza asyik bercengkrama,ternyata pesan dari kampus yang memberitahukan bahwa tempat magang beserta surat magang telah jadi dan akan segera diumumkan besok.seluruh mahasiswa diharap kekampus besok.
"ma,tempat magang sudah ditentukan,bsok suruh ambil suratnya,"kata nafiza kaget
"wah asyik ya sudah mau magang,gak ada yang nemenin mama lagi deh dirumah,"muka sedih mama mulai datang
"hehehe,mama yang betah ya dirumah,"kata nafiza meledek mama
"memang nafiz udah punya baju formal buat magang?"melirik arah nafiz
__ADS_1
"belum ma,memang harus pakek baju formal ya
"ya iyalah nafiz,mana mungkin kamu magang pakek baju tomboy kaya gini,"sahut mama sambil memperhatikan pakaian nafiz
"sudah ayo siap",kita beli perlengkapan magang buat kamu,"menarik tangan nafiz
Merekapun bergegas turun tangga,mama mengambil tas dalam kamarnya dan bergegas menyusul nafiza ke garasi.nafiz menyalakan mobilnya dan bergegas melajukan mobilnya,disepanjang perjalanan nafiza dan mamanya hanya tertawa,bercerita ini dan itu,tapi seketika muka nafiz berubah merah saat mertuanya mulai menanyakan sesuatu
"nafiz,kamu dan digtakan sudah lumayan lama menikah,apa kalian blum mau punya anak?"tanya mama serontak mengagetkan nafiz
"ih mama,apaan sih,mama udah mkan siang blum,makan dulu yuk,"kata nafiz mengalihkan pembicaraan
"heh,mamakan lagi tanya,kuk gak dijawab,"kata mama mulai seriuz
"kenapa tiba" mama tanya seperti itu,aku dan digta aja masih belum saling mengerti"sahut nafiz
"apa,memang kalian mau saling mengerti dalam sisi apa lagy,"mulai melirik nafiz.
"haha bahkan aku belum melakukan apapun sama digta,"tawa nafiza keceplosan
tiba tiba mobil terhenti.nafiza melihat arah mertuanya.mukany agak terlihat kecewa karna pernyataan nafiza.nafiza mulai mendesah,menarik nafas dalam.mencoba merangkai kata agar mertuanya dapat mengerti
"ma,apa waktu mama dan ayah menikah kalian saling mencintai?"tanya nafiza menunduk
"tentu saja,"jawab lirih seakan tau apa isi hati nafiza
"begitu juga sama mama dan papa nafiz,tapi ini beda sama nafiz dan digta.bahkan waktu menikah kita belum saling terbuka,jadi tolong kasih waktu buat kami ma,"menatap mertuanya dengan pandangan lembut
"maafkan mama nafiz,mama percaya suatu saat kalian akan bersama.bukan karna terpaksa,tapi karna cinta kalian,"kata mama memeluk nafiz
setelah beberapa saat,nafiza memegang setir mobil,kembali melajukan mobilnya.mamanya yang tiba tiba terdiam,menyadari apa yang dikatakan nafiza.mulai mengingat kenapa digta dan nafiz menikah.
"mama,ayolah jgan sedih seperti itu,aku sama digtakan sudah mulai dekat,hehehe."mencoba menghibur mertuanya
__ADS_1
Memang beberapa waktu ini mereka sudah saling bercanda,bahkan tidak sedingin dulu.mereka sudah mulai mengerti karakter masing masing.
Tak terasa mobil sudah berada didepan mall.nafiz segera memarkirkan mobil dan bergegas masuk mall.satu demi satu toko sudah dimasuki,terlihat beberapa tas sudah ditangan nafiza.tiba" mata mama beralih pada satu toko,mulai masuk dan memilih milih
"mama kita mau beli apa lagy,inikan udah banyak,"kata nafiz mengangkat tas ditangannya
"tentu saja beli rok,kita belum beli rokkan,sepatu untuk kerja juga kamu blum dapat,"mengambil salah satu rok warna hitam
"apa rok,memang haruz pakek rok ya ma.aku. tidak mau,"sifat tomboynya mulai muncul.
"tentu saja,kamukan magang diperusahaan,hrus rapi,dan mana mungkin kamu magang pakek sepatu ket,"kata ibu menunjuk sepatu nafiza.
mama asyik memilih rok dan sepatu untuk nafiza,sedangkan nafiza hanya duduk melihat mamanya,menggerutu kesana dan kemari.mamanya hanya senyum melihat tingkah menantunya yang menggemaskan.
"Mama sudah ayo pulang,"kata nafiz mendekati mertuanya
"baik baik,sepertinya ini sudah cukup,"berjalan membawa melanjaan ke kasir
"mama yakin mau beli ini semua,memang harus pakek rok tiap hari,"protes nafiza kesal
"tentu saja kamu pasti lebih canti pakek rok."tersenyum melirik nafiz
HAripun sudah mulai sore,nafiz melajukan mobilnya kencang.merasa sudah ingin berendam diair hangat.dan setelah sampai,nafiz lagsung naik kamar dengan membawa belanjaan ditangannya.digta sudah rapi,merebahkan badan disofa sambil menonton tv.sepertinya dia pulang cepat hari ini,
"heh dari mana kau,"kata digta melirik
"hemz,beli baju persiapan magang.liat bahkan mama membelikan aku rok,memang harus ya pekek rok,menybalkan,"kata nafiza kesal
"hahaha,kamu pakek rok!tidak pantas!"ejek digta kepada nafiza.
"hah,menyebalkan kau ini,"melempar rok yang dibelikan mamanya lalu masuk kamar mandi
Digtapun mengangkat rok yang dilemparkan padanya,mulai melihat lihat model rok pilihan mamanya sambil tersenyum
__ADS_1
"hahah,sudah tidak sabar melihatnya pekek ini,akan ku tindas kau sebentar lagy."kata digta dalam hati