
pagi kini mulai datang,matahari mulai terbit menampakkan pesonany.digta terbangun lebih cepat dari sebelumnya,dia mulai menatap wajah polos nafiza,tersenyum dengan rasa bahagianya.bergegas mandi,dan beres beres tanpa ada perdebatan.
Kini digta sudah berada diruang makan.mengobrol dengan bahagia bersama mama dan ayahnya.mama tersenyum lebar menyadari perubahan yang mencolok pada anakny
"digta,tumben kamu sudah bangun nafiza mana,"melirik digta
"sebentar lagy juga turun ma,"kata digta tersenyum bahagia
Nafiza berlari menuruni tangga,mulai tergesa gesa saat melihat semuanya sudah ada dimeja makan.
"mama,selamat pagy,"kata nafiza penuh manja
"pagy nafiza,ayo makan dlu.hari ini pasti akan melelahkan,"kata mama mengambilkan nasi dipring nafiza.makan pagy berlangsung bahagia,mereka berbincang bincang terasa berbeda dari biasanya.senyum digta terlihat sepanjang perbincangan.sarapanpun berakhir mereka mulai berjalan menuju kantor masing masing
digta sudah berada diruangannya,memperhatikan nafiza dibalik kaca ribennya
"hah,apa benar aku sudah mencintainy,"kata digta dlam hati
"kenapa aku bisa sesenang ini karna memelukny
Senyum digta mulai muncul mengingat kejadian semlam.dibalik ruangan nafiza juga ikut termenung mengingat apa yang dilakukan padanya.mulai mengingat apa yag dikatakan padanya.
"aduh,bagaimana ini!apa dia serius suka sama aku,"kata nafiza mulai bingung
"hemz,kenapa ya kuk aku jadi deg"an gini,ah....digta,,,,kenapa kau membuatku begini,"kta nafiz dalm hati,mengetuk ngetukkan bolpoin
"heh,vatin kamu kenapa lagy,ngelamun terus!"kata imel mengagetkan
"eh mbak imel,gak papa mbak,hehehe,"senyum nafiz mulai melebar.
"kau masih memikirkan laki laki yang kemaren ya,"melirik arah nafiza
"tidak mbak. ngapain aku mikirin dia,kurang kerjaan aja,"kata nafiza sewot
Mereka tersenyum,melanjutkan obrolan hingga beberapa waktu.tak disadari ternyata matahari mulai meninggi.digta nampak terlihat membuka pintu ruangannya,berjalan mendekati mereka degan senyumnya yang lebar
"kalian sedang apa,sepertinya sibuk sekali,"menyapa nafiz dan imel
"tidak pak,kami hanya berbincang bincang saja,"kata imel menundukkan kepalanya
"hemz,kalau begitu kau tidak keberatan kan kalau saya mengajak vatin untuk makan siang,"kata digta tersenyum
__ADS_1
Imel terdiam,terperanga,kaget dengan apa yang dikatakan digta.lebih terperanga lagy saat melihatnya menggandeng tangan nafiza
"heh apa yang dilakukan pak digta,kenapa dia menggandeng vatin seperti itu"kata imel dalam hati
"kenapa vatin tidak menolaknya,bukankah dia sudah menikah,"mulai berfikir negatif pada nafiza
digta dan nafiza berjalan menuju kantin.semua orang terperanga saat melihat bosnya menggandeng tangan nafiza,rasa penasaran mulai memasuki pikiran merka,tak terkecuali dengan nabila,memandang sinis apa nafiza
"hah,dasar wanita tak tahu diri,bahkan dia bergandengan dengan pak digta.diakan sudah menikah,benar benar munafik,"menggelengkan kepalanya,memaki nafiza. dalam hati
Nafiza terhenti menyadari tatapan sinis dari para karyawan,dia mulai melepaskan genggaman tangan digta
"digta apa yang kau lakukan,"berbicara pelan kepada digta
"kenapa,aku hanya menggandeng istriku,"kata digta menundukkan mukanya didepan wajah nafiza
"heh,apa yang kau katakan!kita sedang dikantor tau,"kta digta mendorong digta
"hemz,apa harus kita menyembunyikan statuz kita mau sampai kapan,"kata digta setengah berteriak.
NAFiza menatap digta,mulai menutup bibir digta sebelum berbicara macam macam lagi.mengikuti apa mau suaminya agar tidak terjadi sesuatu yang ditakutkan.semua mata tertuju pada nafiza,menatapnya sinis melihat apa yang dilakukan pada bosnya tanpa bisa mendengar apa yang digta dan nafiza bicarakan
"heh,bukankan dia anak magang itu,"kata karyawan yang menatapnya
Semua orang terlihat penasaran terlebih saat melihat senyum digta yang tak biasanya.disana ikbal jga mulai memperhatikan senyum digta,mulai tersenyum dengan apa yang dilihatnya
"wah,sepertinya dia sudah benar benar menyukai istrnya,bahkan lihat saja,dia menggandeng istrinya seerat itu
"nafiza,apa yang kau lakukan padanya sampai berhasil membuatnya tertarik padamu,"berkata dalam hati
suasana dikantin terlihat sangat canggung.nafiza mulai tidak nyaman dengan tatapan dari orang orang disekitarnya,ingin segera mengakhiri makan siangnya.
Jam istirahat mulai berakhir,nafiza meninggalkan kantin tanpa menghabiskan makan siangnya.hanya bisa menolak saat digta kembali menggandengnya.rasa malunya terkalahkan dengan rasa takutnya kalau digta mengatakan kebenaran statusny.
Disana terlihat imel sudah berada ditempatnya dengan pandangan dingin,mulai berfikiran negatif pada nafiza setelah melihat kejadian tadi.membisu tanpa kata saat nafiza disampingnya.nafiza mulai berbicara pada imel setelah digta kembali keruangannya
"mbak imel,mbak imel kenapa?"melihat imel bingung
"tidak apa apa,"kata imel ketus
"mbak imel marah ya,"kata nafiza melirik imel
__ADS_1
"hemz,imel mulai mendesah
"apa yang kau lakukan vatin,bukankah kau sudah menikah,seharusnya kau menolak pak digta tadi,"kata. imel kesal
"bukan gitu mbak imel,tapi..."kata nafiza terdiam lagi
"ternyata kamu kaya gitu ya vatin,kamukan udah punya suami,"kata imel mulai sewot
"ok mbak imel,aku bakal jujur sebelum mbak imel berfikir macam macam,"kata nafiza lirih
"maksut kamu,"kata imel penasaran
nafiza mulai berjalan kearah pintu.melirik kanan kiri melihat situasi lalu kembali duduk disamping imel
"tapi mbak imel janji ya jgan bilang siapa siapa,"kata nafiza memegang tangan imel
"maksutmu apa vatin,memang apa yang mau kau katakan,"kata imel makin penasaran
"tapi mbak imel janji dulu jangan bilang siapa siapa"kata nafiza kembali
"iya iya aku gak bakal bilang sama siapa siapa."kata imel
"sebenarnya digta itu,,,hemz..."ragu ragu
"digta,kau bahkan memanggil pak digta dengan nama saja,"kat imel mulai kesal
"mbak imel sebenernya digta itu suamiku,"kata nafiza melirik imel
"apa,pak digta suamimu!yang benar saja."kata imel tidak percaya
"mbak imel pelankan suaramu,jangan sampai semua orang tau,"kata nafiza mulai panik
"kau seriuz vatin,jangan bercanda!"kata imel masih tidak percaya
"hah aku seriuz mbak,untuk apa aku berbohong,"
"lalu kenapa kau tidak bilang padaku,pak digta juga terlihat bersikap biasa,"kata imel mulai lega
"aku yang memintanya diam,karna aku pengen dihormati karna kinerjaku mbak,bukan karna aku istri digta,"kata nafiza menundukkan kepalanya
"ya tuhan,maaf ya vatin,aku sudah berfikir negatif sama kamu,"kata imel merasa bersalah
__ADS_1
"gpa mbak,tapi janji ya jgan bicara apapun sama yang lain1
JAM kerjapun berakhir.imel yang masih bingung dengan kenyataan yang disembunyikan nafiza.hanya terdiam saat mendengar para karyawan mulai menggosipi nafiza dan mulai pulang dengan rasa lega dengan jawaban nafiza