
mobil nafiza sudah terparkir digarasi,mulai melangkahkan kaki melewati ruang keluarga,melirik arah sofa ternyata mama mertuanya sudah duduk membaca koran.
"mama,mama sudah pulang.aku kagen ma,"kata nafiz mendekati mertuanya
"eh nafiz juga sudah pulang,"kata mertuanya tersenyum lebar
"hari ini capek sekali," menyenderkan kepala dibahu mertuany
"capek,memang apa yang kau kerjakan hari ini,"tanya mama
"hari ini aku dikerjain sama anak mama,dia menyuruhku bolak balik mengkopi file,lhat,bahkan kakiq hampir lecet ma,"katanya memperlihat kaki memarnya dibalik kaos kaki
"digta,kamu magang dikantor digta?bagaiman bisa kebetulan seperti itu,"
"entahlah ma,digta memang menyebalkan.awas saja kalau dia pulang nanti.
"ya sudah sana mandi dlu,"kata mama menepuk tangan nafiza
"tidak ma,aku mau makan dulu,stelah itu baru mandi,aku mau tidur semalaman,"kata nafiza tertawa.
Mama hanya menggeleng melihat tingkah nafiza sambil tersenyum manis
"sepertinya digta mulai tertarik pada nafiz,dia tidak pernah sejail inikan sebelumnya,"kata mama dlam hati
Nafisa kini sudah berapa dalam kamar,tanpa melepas kaos kaki nafiza langsung tidur ditempat tidur.terlelap karna lelahnya.cukup lama nafiza tertidur,pintu kamar mulai terbuka.digta masuk kamar mulai melirik nafiza,mendekat dan mencoba melepas kaos kaki yang dipakai nafiza.dan saat digta berhasil melepas kaos kaki nafiza serontak nafiza terbangun dan reflek menendang digta hingga terguling
"heh,apa yang kau lakukan,jangan macam macam ya,"kata nafiza setengah berteriak
"sialan,aku hanya membuka kaos kakimu,bikin kasurku bau saja,"kata digta melempar kaos kaki kemuka nafiz.
"hah aku belum melepas kaos kaki ya"mulai malu menyadari kesalahannya.
digtapun berjalan melewati nafiz,masuk kamar mandi dengan muka kesalnya,nafiza yang merasa bersalah karna menendang digta mulai menggerutu,bergegas mengambil makan malam untuk digta meskipun masih merasa kesal dengan digta dan berjalan kembali ke kamar,
"digta,kau marah ya,"melihat digta
"bagaimana aku tidak marah,kau seenaknya menendangku,"kata digta sewot
"maaf,siapa suruh kau menyentuh kakiku tadi,"memancungkan bibirnya
__ADS_1
"siapa yang menyentuh kakimu,aku hanya melepas kaos kaki bau yang kau pakai,"menunjuk kaos kaki yang masih dikasur
"heh,itu bersih,aku baru memakainya tadi saat bekerja
"tetap saja bau,bahkan kau masih memakai baju tadi,dasar jorok!sana mandi,"melempar handuk dimuka nafiz
" iya iya aku mandi,mkanlah dulu aku sudah membawakanmu makan malam,"melangkah kamar mandi
"heh,kau tidak mau meracunikukan? kenapa tumben sekali kau mengambilkan makan malam,"mulai melirik curiga
"tercerahlah.bukankah kau sendiri yang menyuruhku menyiapkan keperluanmu,dasar menyebalkan.buang saja kalau tidak mau,"membanting pintu kamar mandi
"heh,apa yang kau lakukan,kau harus ganti rugi kalau pintunya sampai rusak,"kata digta tersenyum
"terserah,"jawab nafiza kesal
Digta mulai mendekat makanan yang dibawa nafiza sambil tersenyum
"ternyata dia benar benar melakukan apa yang kukatakan tadi pagy,"berkata dalam hati dan mulai memakan makanan dihadapanny.
Malam mulai larut,digta masih sibuk dengan laptopnya dan membiarkan nafiza terlelap dikasur,mulai mendekat dan memberi selimut kepada nafiza.kembali meneruskan pekerjaannya
"imel,segera. keruanganku,"kata digta membentak
"baik pak," kata imel gemetar
"aduh ada apa ini,kenapa suara pak digta terdengar marah,"kata imel dalam hati bergegas masuk ruangan
"maaf pak ada yang bisa saya bantu?,"menundukkan kepalanya
"apa ini,siapa yang. membuat laporan ini,"melemparnya diatas meja
"maaf pak,laporan itu dibuat oleh vatin,anak magang itu,"kata imel gemetar
"apa dia tidak bisa mengetik,hal segampang ini saja slah,"menunjukkan huruf yang dalah pada imel
imel hanya terperanga saat melihat lembaran yang ditunjukkan digta,memulai meminta maaf
"maaf pak,akan segera saya betulkan,"hampir mengambil laporan diatas meja
__ADS_1
"tidak,siapa yang menyuruhmu mengerjakannya?,panggil anak magang itu kemari,dia yang harus bertanggung jawab,"kata digta. kesal
" baik pak,saya akan mencari vatin,sepertinya dia sedang dikantin."mulai bergegas mencari nafiza
Seperginya imel mnecaro nafiz,digta mulai tertawa,satu kejahilan lagy untuk nafiza.imel berlari mencari nafiz,nafiz sedanga tampak asyik sarapan saat imel memanggilnya
"vatin,"panggil imel dari kejauhan,melambai tangannya
"ada apa mbak," kata nafiz mendekat
"ayo keruangan pak digta,pak digta mrah besar padamu
"eh,apa salahku mbak?"kata nafiz kaget
"sudah nanti kamu jga tau,"kata imel menarik nafiza
Mereka berjalan terengah engah menuju ruangan digta.nabil yang melihatnya mulai membuntuti dari belakang.penasaran dengan apa yang terjadi
Nafiz dan imel mulai masuk dengan muka gelisah
"maaf,apa anda memanggil saya pak," berbicara formal didepan sekertaris
"apa yang kau lakukan dengan laporan ini,apa yang bisa kau lakukan,seperti ini saja tidak bisa"menunjukkan laporan yang slah ketik
" maaf pak,saya akan segera memperbaikinya,"kata nafiz melirik imel.
"ulangi semua laporan ini,"kata digta tegas,
"baik pak saya akan segera mengerjakan ulang,"kata nafiza mulai melotot
"hah,sialan baru saja aku mau sarapan,digta kenapa sih kamu menyebalkan seperti ini,kenapa kamu membesarkan maslah karna 1 huruf saja,kata nafiz dalam hati
nafiz dan imel beranjak keluar dari ruangan digta.nabila mulai berlari,tersenyum girang melihat nafiza dimaki oleh digta.
"sabar ya vatin,sepertinya pak digta sedang ada masalah,karna tidak biasanya pak digta seperti itu,"kata imel menghibur nafiz
"pak digta. orang yang baik kuk
"tidak apa" mbak,lain kali saya akan lebih berhati hati."senyum kepalsuan mulai muncul
__ADS_1
"hah,dia itu cuma mau mengerjaiku mbak.diakan memang. menyebalkan.kta nafiz dalam hati