
Dengan ringan nafiza melangkahkan kakinya keluar panti,tampak tas belanja yang dibawa dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya usap perutnya,mulai?? tersenyum saat tidak sengaja melihat seorang bayi mungil yang digendong ibuny
"ah lucu sekali!"
"salah pasti besok anakku lebih lucu!benarkan nak,"tersenyum melihat perut yang masih ia usap
"kira kira persis siapa ya!aku apa digta ya!"mulai berkhayal membayangkan wajah digt
"gak gak!gax boleh mirip digta!diakan menyebalkan!nanti kalo anakku ketularan tingkah nyebelinnya gimans!"menggelengkan kepala mulai mengeryitkan wajahnya
Dengan langkah ringan dia melanjutkan langkahnya!tersenyum manis tanpa ada rasa beban!setelah beberapa langkah terlihat sebuah motor yang melaju ugal ugalan hingga menabrak nafiza.
"auw....."terjatuh mulai merasa sakit
"nafiza,"terdengar suara laki laki yang berlari kearah nafiza
"auw...sakit,"meringis saakit memegangi perutnya
"sayang!kamu gpa"kan!anak kita"mulai panik ikut memegangi perut nafiza
"digta sakit!perutku sakit!"mulai menangiz mencengkram tangan digta
"ya allah sayang!kamu sabar ya!kita kerumah sakit sekarang!"menggendong nafiza mulai berlari mencari taksi
"sayang,sabar ya!sabar!berdoa,"mulai gugup terus berlari mencari taksi
Dengan rasa tidak karuan digta mulai berhenti dipinggir jalan,mencoba menghentikan mobil mobil yang berlalu lalang,tapi tidak ada satupun mobil yang berkenan berhenti
"brengsek!kenapa kalian tidak mau berhenti!istriku sedang kesakitan!sialan"mulai emosi sendiri dengan apa yang dirasakan
"digta sakit!auw,,,,"mulai menangiz lagi ikut khawatir
"iya sayang tenang ya!aku disini!kita kerumah sakit ya yang!"kembali berlari menggendong istrinya dengan rasa khawatir
"ya allah!tolong kuatkan istriku,"meneteskan air matanya mencium kening nafiza
"pak,tolong pak!tolong istri saya!dia sedang hamil,"berlari mendekati seorang pria yang hendak melajukan mobilnya
Laki laki itu tergelak kaget!mulai memperhatikan digta yang sedang menggendong istrinya.keringat bercucuran kemana mana!bahkan bajunta mulai basah karna keringat
"pak digta!apa benar itu bapak!ya allah istri bapak kenapa?"mulai panik mulai membukakan pintunya mempersilahkan digta masuk
"terima kasih pak!terima kasih!"berbicara dengan badan gemetar memeluk nafiza
"istri bapak kenapa pak!"ucap laki laki itu mulai memperhatikan dari kaca
__ADS_1
"dia jatuh pak!ditabrak sam anak kurang ajar!pdahal istri saya sedang hamil muda!"menggenggam tangan nafiza erat
"ya alloh!sabar ya bu,kita kerumah sakit sekarang,istigfar bu,"mulai melajukan mobilnya kencang menuju rumah sakit
Dengan rasa panik digta mulai menggendong istrinya keluar dari mobil.berlari larian memanggil dokter dan suster,wajahnya sangat pucat,bahkan nafiza mulai meneteskan air mata saat melihat suaminya,bibirnya tersenyum tipis menahan perutnya yang sakit.
Beberapa menit digta menunggu hasil pemeriksaan,mulai mondar mandir dengan menggigit jarinya sendiri,
"ya allah tolong selamatkan anak dan istriku!"mulai memejamkan mata berdoa dlam hati
"dasar bocah sialan!awas saja kau kalo sampek istri dan anakku kenapa kenapa!"mengepalkan kedua tangannya mulai emosi
"maaf siapa keluarga dari pasien,"kata doktet mengagetkan digta
"sa saya dok!saya suaminya!bagaimana keadaan istri saya!apa dia baik baik saja!"mulai bertanya beberapa kalimat membuat dokter menghela nafaz
"alhamulillah pak,ibu baik baik saja!hanya sedikit syok saja.cuma cukup istirahat saja,"mulai tersenyum tipis mengerti kekhawatiran digta
Seketika digta mulai lega mendengar ucapan dokter tadi,perasaan berangsur lebih tenang
"apa saya boleh bertemu istri saya dok?"menatap dokter dengan wajah nanarnya
"tentu saja!silahkan pak!,"mempersilahkan digta masuk
"sayang,"mendekati nafiza mulai membelai rambutnya
"kamu gak papa kan sayang!"mencium lembut kening istrinya
"aku gak papa kuk!maaf ya aku ngrepotin kamu,"tersenyum mulai menatap digta
"syyyyuuuut,kamu tu ngomong apa sih!akukan suamimu!udah kewajibanku buat nglindungin kamu!harusnya aku yang minta maaf karna gak jaga kamu sampek kamu jadi jatuh!tapi kamu gak papa kan yang!"mulai duduk mencium tangan nafiza
"iya aku gak papa!kamu gak salah kuk!kamukan tadi udah mau nganter aku!aku ja yang emang gak mau!"
"digta anak kita gapa"kan!dokter tadi bilang apa"menatap digta,matanya mulai merah
"gak papa kuk sayang!alhamdulillah anak kita baik baik ja!"mengelus perut nafiza mulai mencium
"digta,"
"iya,kenapa yang?"mengusap wajah nafiza,mengelap keringat yang menetes
"emmmm,,,terdiam beberapa saat
"ma maafin aku ya!"meneteskan air mata mengingat sikapnya pada digta
__ADS_1
"maaf?buat apa yang!"tersenyum lega mendengar permintaan maaf nafiza
"maaf aku udah bersikap tidak sopan sama kamu!"
"hemm,kenapa minta maaf!kamu gak salah kok yang!kamu cuma salah paham aja!aku ngerti kok!"tersenyum memeluk tubuh istrinya yang masih berbaring
"jangan kaya gini lagi ya yang!jangan ninggalin aku lgi!kamu tau gak aku hampir ja kaya orang gila karna berhari hari mikirin kamu!"melepas pelukannya mulai menggenggam tangan nafiza
"hem,dasar gombal!"tersenyum melepas genggaman tangan digta
"udah dech jangan mulai nyebelin,"menatap digta melanjutkan ucapannya
"apa sih yang!siapa yang gombal!aku serius tau,"jawab digta ketus agak kesal
"hah cengeng!sejak kapan kamu jadi cengeng gitu!"mnunjukkan jarinya kearah digta
"biarin ja!apa masalahnya!"melengoskan wajahnya mulai tersenyum tipis
"hah,cuma lucu aja.cow senyebelin kamu ternyata bisa nangis juga ya,"tertawa mulai meledek suaminya!
"apa kamu bilang,dasar cew jadi jadian!"memitas hidung nafiza mulai tertawa
"hemzzz,cew jadi jadian kuk dikejar!"mengedip ngedipkan matanya mulai tersenyum
"aku kangen sama kamu yang!jgan tinggalin aku lagi say,aku gak bisa tanpa kamu!"memeluk erat tubuh nafiza membuat nafiza tergelak kaget
Kini perasaan nafiza mulai tenang,tersenyum ikut membalas pelukan suaminya.hati tergugah saat melihat kecemasaran suaminya tadi.bahkan tidak perduli seberat apa nafizq,digta tetap berlari sampai sandal yang dia pakai terputus.kali ini nafiza benar benar bisa melihat cinta dimata suaminya
"digta akukan berat!pasti badanmu sakit semua ya gara gara gendong aku!"melepas pelukan digta mulai tersenyum malu
"iya!kamu berat banget!kalo ja kamu karung pasti aku seret!"tertawa menggoda nafiza
"kamu sih kebanyakan makan sih!"mengedipkan mata melirik nafiza yang sudah memanyunkan bibirnya
"hah,dasar nyebelin!emang aku segendut itu apa!"mulai kesal melengoskan wajahnya
"hahaha,gak kok sayang!aku cuma bercanda,jangan ngambek gitu dong,"tertawa menggelitik perut nafiza
"ih digta!kamu tu nyebelin banget deh!kasian adek tau,"mengelus perutnya selembut mungkin
"eh,ma maaf sayang!akukan cuma bercnda!maafin papa ya nak,"mencium perut nafiza yang masih datar.
Digta dan nafiza mulai tersenyum satu sama lain.merasa lega setelah beberapa saat hatinya sangat tegang.digta mendekatkan wajahnya,mulai mencium kening istrinya dengan lembut.
"tara .......terima kasih semua yang udah mampir dinovelku.terus kasih komentar ya biar akunya tambah semangat!kasih vote sebanyak banyaknya biar akunya semangat cari inspirasi tulisan novelku
__ADS_1