
Tak disadari ternyata jam sudah menunjukkan pukul 3 sore,jauh dari berakhirnya jam istirahat ,keduanya masih ada disofa santainya,mengobrol tanpa ada yang mengganggu mereka.
Nafiza menatap digta yang sedang asyik tiduran dipangkuannya,menarik tanggannya dengan agak kasar
"hah,dasar tak tau malu,kamu ngapain sih tiduran disini,nanti kalo ada yang masuk gamana!cepat duduk yang benar!jambu air dududk!!!tersebut nama yang dulu diberikan pada digta, mulai menarik dasinya karna digta tak kunjung mau duduk.
"jambu air,cepat duduk,"kesal kali ini nafiza mulai menjewer telinga digta
Digta tak perduli dengan apa yang dikatakan nafiza,hanya tersenyum,sesekali mulai tertawa kecil melihat kekesalan istrinya
"digta,sudah duduk.aku mau pulang,"melotot menggerak gerakkan kepala digta
"hemz,ya udah ayo kita pulang,"mulai duduk.ikut berdiri saat nafiza beranjak
"heh,kamu mau kemana?merasa heran saat digta mengikuti langkahnya
"mau apa lagi,tentu saja pulang samamu,gax bawa mobilkan,"memeluk nafiza dari belakang,kali ini membuat nafiza merasa risih
"hahhh digta,jangan kaya gini dunk!ga enak sama karyawan yang lain,"memaksa digta melepaskan pelukannya tapia malah tambah erat melukny
"digta kau dengar ga sih,"menginjak kaki digta sekeras kerasnya
"aduch,kenapa kau menginjakku!"melotot jengkel
"siapa suruh kau menyebalkan,"menjulurkan lidahnya malah membuat digta menciumnya ,melumatnya dengan lembut membuat nafiza kesal.matanya melirik lirik arah pintu berharap tidak ada orang yang mengintipnya
"ahhh,kenapa jadi begini sih,kenapa dia menciumku tak melihat kondisi.bagaimana kalo ada yang tiba tiba masuk"gerutu nafiza dalam hati,mukanya mulai memerah,detak jantungnya juga semakin kencang
Beberapa waktu mereka diposisi itu,tak menyadari ada 2 bola mata yang tertawa melihatnya.tawanya terpingkal melihat drama digta dan nafiza.
"hahaha,lihat itu,ternyata bisa jga dia mencium cew,"katanya dalam hati,dengan jail sengaja melihat cctv ruangan digta.
__ADS_1
"dasar,jadi sekarang kau sudah benar benar tergila gila sama cew tomboymu itu ya,"kembali tertawa saat melihat muka merah nafiza
Setelah puas dengan tontonan dramanya ikbal mulai mematikan cctv yang tadi dilihat,menghapus sebagian rekaman agar karyawannya tdak melihat kekonyolan bosnya,mulai melangkahkan kaki kembali keruangannya.tak sengaja berpapasan dengan digta dan nafiza disudut lorong.tersenyum mulai meledek digta
"heh,kalian mau kemana,"katanya ramah melihat keduanya
"mau pulang,ngapain tanya tanya,sana selesein kerjaanmu,"jawab digta sewot
"digta,hapus dlu lipstik yang membekas dibibirmu,"tertawa melihat bibir merah digta,tambah lucu lagi saat muka nafiza semerah tomat.
"ternyata kalian lucu ya kalau lagi berdua,"mulai tertawa lagi,merasa senang melihat muka digta dan nafiza
"hah,memang dia ngliat apa,perasaan tidak ada siapa siapa tdi,hah menyebalkan!"nafiza mulai mengeryikan wajahnya,berkata dalam hati rasanya ingin menangis karena malu
"hah brengsek kau,pergi sana!berani kau mengintip kami,"menendang ikbal karna menyadari istrinya yang terusik
"haha,siapa yang mengintipmu,"tertawa puas melihat kekesalan digta
"sudah ayo sayang,jangan menghiraukan jomblo akut ini,"sengaja menginjak kaki ikbal dan berlalu didepannya.menyindir seseorang yang tidak merasa disindir
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju parkiran,tiba tiba terdengar sapaan dari seorang wanita membuat digta dan nafiza menoleh
"digta,kamu beneran digtakan?"wanita itu melangkah mendekati digta,dengan tidak tau malunya memeluk digta dihadapan nafiza,nafiza hanya mengeryit,mulai merasa kesal,mungkin dia cemburu,tapi tak mau memperlihatkan
"hah,siapa cew ini,sembarangan sekali.siapa kau memeluk suamiku,"memaki keras dalam pikiran
"vina,sedang apa kau disini?"digta cepat mendorong tubuh wanita itu,takut nafiza salah paham
"tidak,aku cuma kebetulan lewat,truz tidak sengaja melihatmu,kau tambah tampan ya sekarang!"puji wanita itu membuat nafiza tambah kesal
"ah biasa saja,sudah ya vin ,aku mau pulang dlu,"digta menggandeng tangan nafiza,berlalu dihadapan wanita itu tanpa memperdulikan muka melas dari wajah wanita itu
__ADS_1
"digta,dia siapa,"mulai bertanya pada digta
"hah,bukan siapa siapa,tidak penting,"memegang dagu nafiza dan menciumnya tanpa rasa malu
wanita dibelakangnya hanya terdiam,tidak percaya dengan apa yang dilihat barusan
Digta mulai membukakan pintu mobil untuk istrinya,menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat.tak berapa lama tiba tiba mobilnya berhenti,digta berusaha menyalakan kembali mobilnya,berkali kali tapi tidak berhasil
"kenapa,"kata nafiza mulai heran
"tidak tau,"menggaruk garuk kepalanya bingung
"jangan jangan bensinnya habis,"mendesah kesal
"gak mungkin sayang,tadi aku baru aja isi bensin kuk.
Hampir 1 jam mereka masih ada dilokasi yang sama,mulai mengotak atik mesin mencari tau,hingga akhirnya mulai kesal sendiri.cuaca hari itu sangat panas,digta menyuruh nafiza mencoba menyalakan mobilnya,sementara digta dengan susah payah mencoba mendorong mobilny,terlihat kejailan diwajah nafiza,membiarkan digta mendorong mobilnya tanpa melakukan apa yang disruh digta.digta berhenti kesal.keringatnya mulai bercucuran,mukanya yang tampan kini belepotan terkena sisa oli ditangannya.
Nafiza mulai keluar dari mobil,tertawa saat melihat muka cemong suaminya
"apa yang lucu,"digta tersenyum,bahagia melihat istrinya tertawa lepas
"mukamu jelek sekali,hahaha,tertawa lagi
"hah menyebalkan!,rasakan ini!tertawa,memberikan tanda hitam dimuka istrinya
"ah,menyebalkan"kata nafiza kesal mengejar digta!
yah tukan kaya anak kecil lagi,kejar kejaran kesana kesini.digta mulai terjatuh,merasa lelah karna nafiza mengejarnya.keringatnya kembali membasahi badannya.melihat itu nafiza membeli aqua dingin diwarung,menyodorkan pada digta
"ni minum dulu,lihat keringatmu kemana mana"tersenyum lebar,mulai megusap keringat digta dengan tangannya,digta hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan istrinya,meraih tangan yang tadi digunakan untuk mengusap keringatnya lalu menciumnya dengan lembut
__ADS_1
"makasih sayang "masih memegang tangan nafiza dan mencium sekali lagi,merasa bahagia.rasa lelahnya terbayar saat melihat perhatian dari istrinya,meskipun sampai mendorong mobilnya dan mukanya belepotan.mereka saling pandang,tertawa lucu melihat wajah mereka satu sama lain.
Sudah beberapa saat mereka tertawa,menganggap khoyol kejadian yang baru menimpa mereka.akhirnya mereka memesan taksi online dan menyuruh supirnya mengurus mobil digta