
keonarAn telah berlaku,nafiza dan imel memutukan untuk kembali keruangannya,nafsu makan mereka hilang saat mengalami kekacauan tadi.sedangkan ikbal mulai berjalan kekantin,merasa tugas yang diberikan digta sudah selesai,dan memastikan nafiza baik baik saja seperi apa yang diinginkan digta.duduk disamping digta dengan muka sedikit agak kesal
"heh ada apa dengan mukau,"kata digta memegang luka ikbal
"sakit tau,sialan kau!,kta ikbal menapuk tangan digta
"haha,apa kau sudah memberi pelajaran padany,"kata digta tersenyum
"tentu saja,aku beberapa kali memukulnya,"kata ikbal sewot
"hahahaha,"tawa puas digta mendengar kata ikbal
"sebenernya siapa laki laki tadi,kenapa dia ngejar ngejar istrimu seperti orang gila!"kata ikbal mulai penasaran
"pelankan bicaramu bodoh!"kata digta mulai kesal mengingat permintaan nafiza
"jangan sampai semua orang tau kalau nafiza istriku,bukankah aku sudah bilang padamu,"mengingatkan pada ikbal lagi.
"memang siapa laki laki itu,"kata ikbal penasaran
"aku juga belum terlalu tau,lagy pula untuk apa aku mengurusi masalah seperti itu!"kata digta sok tidak perduli
"kenapa bukan kau saja tadi yang memukulnyA,kenapa aku yang jadi sasaran!"kata ikbal kesal
"haha bisa besar kepalanya kalau aku yang memukul orang sialan itu,"jawab digta mencari alasan
"apa salahnya,kaukan membela istrimu sendiri,"kata ikbal meledek
"membelanya,haha siapa yang membelanya,aku hanya tidak suka ada orang membuat onar dikantorku,"kata digta membela diri
"hah,banyak alasan kau,bilang saja kau perduli padany,jagan muna kau,"menggelengkan kepalanya
"apa kau bilang,sialan kau,"kata digta mulai memukul.
Perdebatan berlanjur,saling melemparkan kata satu sama lain,sedangkan nafiza diruangan masih memikirkan apa yang dilakukan ikbal
"hah jangan sampai ikbal bilang sama digta,bisa gawat kalau dia bilang.pasti digta memikir aneh" kan."kata nafiza dalam hati
"aduh bagaimana ini,gmana kalau digta tau,pasti dia marah besarkan,"kata nafiza lagi dalam hati
Pikiran nafiza sibuk berjalan jalan hingga imel mengagetkan lamunannya
"heh vatin,apa lagy yang kau fikirkan,masih mikir cow gila itu,"kata imel mulai mendekat
"gak mbak cuma bingung,"kata nafiz tertunduk
"sudah jangan dipikirkan,lagi pula tadi pak ikbal sudah menghajarnya sampai babak belurkan.pasti dia tidak berani kesini lagi,"kata imel mencoba menghibur
"mungkin dia tidak akan kesini mbak,tapikan dia bisa melakukan apapun diluar sana
"benar juga ya,dia memang orang gila vatin,bagaimana kamu bsa kenal sama orang segila itu,kata imel menggelengkan kepalanya
"dulu dia baik mbak,aku juga gak nyangka dia bisa segila itu,"mengingat david yang dikenalnya dulu
__ADS_1
"wah jangan jangan kau memeletnya ya,sampai dia bisa segila itu padamu,"tertawa meledek nafiza
"gak mbak,enak saja!akukan juga sudah. menikah,"kata nafiza kesal
"haha,aku hanya bercanda.eh ngomong ngomong mana foto suamimu,aku lihat dong,"kata imel penasaran
"ah,mbak apa sih,dia itu sama nyebelinnya tau,"kata nafiza malu
"nyebelin tapi bikin kangenkan."kata imel meledek lagy
Muka nafiza kini mulai memerah,semerah tomat yang siap dipanen,bahkan membuat imel tertawa terbahak saat melihat muka nafiza
"haha,bisa bisa mbak imel pinsan kalu sampai tau siapa suamiku,"kata nafiza dalam hati
Haripun mulai sore,jam kantorpun mulai berakhir,waktunya karyawan untuk pulang,melepaskan penat dirumah masing masing.
Nafizapun mulai melajukan mobilnya,sesekali mengingat kejadian diparkiran kantor tadi.lamunannya berakhir saat dia menyadari. kalau mobilnya sudah ada didepan rmah.beranjak masuk ruang tamu dan mulai menyapa mertuanya dengan manjanya,
"mama ayah,nafiza pulang,"kata nafiza mencium tangan mertuanya
"eh nafiz,kamu sudah pulang,"kata ayah menatap nafiza
"iya yah,kerjaanku udah selesei,"kata nafiza menjatuhkan kepalanya dibahu mama mertuanya
"lalu,digta mana?kalian gak pulang bareng?"kata mama melirik nafiza
"gak tau ma,tadi dia masih ngobrol sama ikbal,"kata nafiza. lagy
"tidak kuk ma,"kata nafiza tersenyum menyembunyikan muka streesnya
"ma aku istirahat dulu ya,aku capek,"kata nafiza menghindari pertanyaan berlanjut dari mertuanya
"baiklah,nanti mama mau pergi sama ayah,acara dikantor ayah,kamu mau ikut gak?kata mama mengajak nafiz,
"tidak ma,aku dirumah saja.selamat bersenang" mama,"mulai beranjak mendekati tangga
"tapi tadi mama menyuruh pelayan pelayan untuk libur,mama kira kau dan digta akan. ikut"kata mama mulai bingung
"akukan bisa masak ma."kata nafisa tersenyum menatap mertuanya
Nafiza mulai naik tangga.membereskan diri dan mulai menunggu kedatangan.sepertinya sudah mulai aktifitasnya menunggu digta pulang.sedangkan mamanya sudah tenang mendengar perkataan nafiza
"grek",pintu mulai terbuka
"heh,kau sudah pulang,"kata nafiz menyapa digta
"tentu saja,apa kau berharap aku menginap dikantor,"kata digta sewot
"hah kamu ini,kenapa kau berfikir seperti itu,akukan cuma tanya.dasar jambu air!"kata nafiza ikut kesal
"heh,berhenti memanggilku jambu air,jelek sekali!kata digta mencubit
"ah,sakit tau.tidak.pokoknya aku akan memanggilmu jambu air,aku suka nama itu
__ADS_1
"ah menyebalkan,"melempar remot tepat dijidad nafiza dan beranjak kamar mandi
"hah menyebalkan,sakit tau,dasar jambu air menyebalkan
Digta tersenyum dikamar mandi.merasa senang mendengar panggilan nafiza untuknya setelah beberapa hari tidak mendengar nama itu
"digta kau sudah selesei mandi,"menatap digta yang keluar dari kamar mandi
"mama sama ayah kemana?kuk sepi,"mulai bertanya pada nafiza
"mama sama ayah ada acara,para pelayan juga libur hari ini,"menjawab pertanyaan digta
"hah,lalu kita kita mau makan apa,sudahlah,ayo kta makan diluar,"kata digta mulai ganti baju
"tidak,boros sekali kau,sedikit sedikit makan diluar.ayo kita masak!kata nafiza menarik tangan digta
"hah,masak apa!jangan aneh aneh kau.nanti kalau perutku sakit gimana,"kata digta kesal
"sudah,jangan banyak bicara."kata nafiza tertawa
Mereka mulai melangkahkan kaki didapur,nafisa membuka kulkas,menemukan beberapa bahan masakan
"potong potong ini,aku mau mencuci sayuran dulu,"kata nafiza menyodorkan bawang
"apa ini,bahkan aku tidak pernah menyentunya,"melempar bawang didepannya
"hah,kau ini,potong ini sekarang.biar kamu tau gimana susahnya masak.biar kamu menghargai masakan bibi,tidak cuma membuang buang saja"kata nafiz mengingat digta suka menyisakan makan dipiringny
"lalu bagaimana cara memotongnya,"memegang bawang dan menggulung gulungnya
"hah dasar kau ini,apa yang kau bisa,"mulai mempraktekkan cara memotong bawang
Semua sayuran telah siap dimasak,digtapun sudah selesai memotong bawang menyerahkan pada nafisa
"heh,apa ini kenapa besar besar begini,"kata nafiza tertawa
"sudah jangan bawel,sudah untung aku mau memotongnya,cium ini bahkan tanganku jadi bau begini,"menyodorkan tanggannya dihidung nafisa
"haha,bawang memang seperti itu,"kata nafiza tertawa lepas,
"kenapa baunya sebusuk ini,apa ini tidak beracun,"mencium cium tangannya sendiri hampir muntah
"tentu saja tidak," tawa nafiza lagy melihat kelakuan digta
Nafiza memulai masaknya ,digta membelakangi nafiza,tersenyum marasa senang melihat tawa nafiza setelah beberapa hari mukanya murung.masakan sudah jadi,nafiza menaruh dalam satu piring
"digta ayo makan ini,"menyodorkan makanan kemulud digta mencoba menyuapiny
" aku bisa makan sendiri,"jawab digta ketus
"sudah,makan ini,"kata nafiza memaksa digta membuka mulutnya
Digta membuka mulut terpaksa karna nafiza mendorong mkanan keras kebibir digta.giliran digta yang menyuapi nafiza,nafiza membuka muludnya tanpa dipaksa.akhirnya mereka memakan habiz masakannya didapur,tanpa duduk dimeja makan.tertawa bahagia,memakan masakan mereka dengan nikmat tanpa komentar.
__ADS_1