
nafiza hanya bisa terdiam saat memeluknya,melirik rambutan yang ada didepannya
"sudah digta,lepaskan!sampai kapan kau mau memelukku,"melepas pelukan digt kemali meraih rambutan didepannya
"tidak,ayo makan dulu.nanti perutmu sakit sayang.kaukan belum mkan,"merebut rambutan yang hampir terkupas
"ah mana rambutanku digta,"merengek mulai terlihat tingkah manjanya
"aku bilang tidak ya tidak,ayo kita makan dlu"menggandeng tangan nafiza mengajak makan
"huh,aku tidak akan sakit perut,lagi pula aku baru makan dikit kuk,"mencari alasan,merebut kembali rambutan ditangan digta
"apa kau bilang!bahkan kulit rambutanmu sudah memenuhi tong sampah,"menggeleng melihat tong sampah yang hampir penuh dengan kulit rambutan
"sudah ayo makan dulu,"mulai beranjak hampir keluar menengok lagi kearah nafiza
"sayang!ayo cepat,"mengulurkan tangannya didpan nafiza
"baiklah,aku akan makan,"tersenyum melirik digta,merencanakan kejailannya
"nah gitu donk,"tersenyum balik memandang nafiza
"tapi aku mau makan disini,tolong ambilkan makan untukku ya,"melirik mulai tersenyum
"hah,yang benar saja.kenapa harus makan disisi,tidak mau!"menolak permintaan nafiza
"ya sudah aku tidak mau makan!"melengos mengalihkan pandangan
"sudahlah,ayo kita mkan didalam saja,"mulai berjalan menarik tangan nafiza
__ADS_1
"pokoknya gak,aku maunya makan disini,pasti asyik.ambilnya makannya ya digta,"tersenyum mengedipkan matanya
"ah,bagaimana aku membawakan makanan,pasti susahkan!"membayangkan cara dia membawa piring untuk nafiza
"ya sudah kalau tidak mau,"menatap kesal pada digta
Digta menyerah,terpaksa turun mengambil makanan untuk istrinya.mengalah agar istrinya mau makan.dia berjalan menuju dapur,mulai mencari kotak makanan untuk meletakkan beberapa makanan,mama mulai mendekati digta,mencari tau apa yang dilakukan menantunya
"digta kau sedang apa"melirik heran saat nasi dan lauk tertata rapi disebuah kotak
"ini ma,nafiza tidak mau makan kalau tidak diatas pohon,"tersenyum tetap menata nasinya
"tumben sekali,biasanya dia turun kuk kalau mau makan,"kata mama berfikir,menebak kejahilan nafiza
"entahlah ma,tidak apa apa ma! yang penting dia mau makan,"mulai menutup makanannya.mencari kantong agar gampang membawany
Digta mulai berjalan menuju belakang rumah,mulai menaiki sebuah pohon diatas sana,berhati hati susah payah agar makannya tidak tumpah
"hemz,"
"minum sama buahnya mana,kuk gak ada?mengambil kotak makanannya dlam kantong,
"bagaiman aku minum,aku juga ingin makan buah,"sewot memandang digta,
"kenapa tidak sekalian saja kau menyuruhku membawakan kulkas agar bisa minum minuman segar,"kesal melirik nafiza
"betul juga digta,sepertinya itu asyik.hahaha,"tertawa jahat meledek digta
"sana ambilkan minum dan buah lagi,cepat,"menyuruh seenaknya kepada digta
__ADS_1
"gak mau!kau fikir tidak capek apa!sana ambil sendiri,"menggerutu ini dan itu,mulai membaringkan badannya kelantai
"ya sudah,aku gak akan makan!bagaimana nanti kalau aku tersedak!"kembali meraih rambutan didepannya hampir mengupas
"sudah kubilang makan dulu sayang,kau sudah terlalu banyak makan rambutan,"kata digta kesal
Nafiza hanya diam,meneruskan makannya tak memperdulikan digta,hampir mengupas rambutannya lagi,membuat digta semakin kesal.digta mulai berdiri,mengambil kantong dan bergegas lagi kedapur dengan muka cemberut,nafiza hanya tertawa merasa berhasil mengerjai digta
Digta mulai membuka kulkas,mulai mengambil minuman dingin dan bebera buah seperti apa yang diminta oleh istriny,kembali menaiki pohon dengan muka masam
"sudah,makan sekrang,"menyerahkan kantong yang dibawanya
"hehe,,,,makasih sayang!"kata nafiza mengedipkan
"apa sayang!kau memanggilku sayang,"senyumnya melebar seakan mendapat hadiah istimewa
"apa,memang aku bilang apa,"menjulurkan lidah mengejek digta
"hah,ayo panggil aku sayang lagi,"digta memeluk,mamaksa nafiza memanggilnya sayang
"sayang cepat panggil aku sayang."merengek seperti ank kecil minta jajan
"digta hentikan,aku mau makan dulu!"mulai melepas pelukan suaminya
"iya iya selamat makan sayang,"mendekatkan wajah mencium kening nafiza
Nafiza mulai menyantap makanan yang dibawakan suaminya,sesekali menyuapi digta dengan tangannya,digta terlihat senang,menatap istriny dengan rasa cinta,mulai menyentuh bibir istrinya,membersihkan nasi yang masih tertinggal dibibir nafiza.
Akhirnya nafiza mulai tersenyum,senang dengan hal romantis yang dilakukan suaminy,mulai mendekatkan wajahnya mencium pipi digta dengan malu malu.digta tersenyum lebar menyentuh pipinya yang dicium nafiza,tawanya sedikit bersuara saat melihat wajah merah istriny.mulai menghabiskan makanan didepannya.
__ADS_1
Kini matahari terlihat semakin meninggi,mereka mulai turun dari pohon setelah beberapa waktu bercengkrama.digta terlihat menggandeng tangan nafiza dengan senyuman lebar,melangkah dengan candaan candaan kecil.kini mama mulai tersenyum,menyadari hubungan anak anaknya yang mulai dekat.