perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
wajah kesal digta


__ADS_3

Langkah kaki nafisa menaiki tangga masih terdengar oleh mertuanya,mengambil handuk menuju kamar mandi.gemercik air terdengar dari kamar mandi.nafiza memutuskan untuk berendam sejenak menyegarkan badan yang sedari tadi kegerahan,ditambah maslah lari keliling lapangan yang membuat badannya makin terasa panas


"hemz,jadi begitu ya masa kecilmu,"memejamkan mata dalam bak mengingat cerita singkat mertuanya


"baiklah,aku akan membuatmu marah setiap hari,tentu saja dengan sedikit kejahilan,pasti aku akan puas melihat tampang kesalmu,hahaha,"mulai tertawa mengingat muka digta saat kesal.


Tidak lama nafiza sudah beranjak dari bak mandi,memakai handuk lalu keluar dari kamar mandi.mengganti baju dengan baju bersih yang sudah disiapkan.


"ini hari yang melelahkan,berlari 11/2 kilo,rebutan anggot dan akhirnya dihukum 50 putaran keliling lapangan,sial sekali hari ini,"menjatuhkan badan ketempat tidur.


"jam berpa ini," memalingkan mata menuju jam dinding


"hemz,baru jam 5,mungkin tidak masah kalo aku tidur sebentar.lagy pula apa yang mau aku lakukan."meletakkan kepalanya diatas bantal dan memeluk bantal.benar" terlelap dalam milmpi.


sudah hampir 2 jam nafiza masih tertidur dan terbangun karna mendengar suara azan dari masjid.menengok arah sofa,belum melihat digta dikantor.


"hemz,dia belum plang ternyata,melirik jam tangan yg menunjuk pukul 7 mlam.


Nafiza bergegas turun keruang makan,menemani mertuanya makan malam karna ayah baru akan pulang dari luar kota bsok .


"Nafiz,ayo makan,"melambaikan tangannya


"iya ma,maaf ma aku baru turun.digta belum pulang ya ma,"menggigit mkanan dihadapannya.


"Belum,maaf ya. nafiz hari ini kau pasti kesal karna digta ya."memegang tangan nafiza.


"gak papa ma,lagipula aku sudah membalasnya tadi,"membalas senyuman lembut dari mertuanya.


"mama mau melihat wajah kesal digtakan,kalo begitu mama mgkin akan melihatnya kesal hampir setiap hari,hahah..."melirik arah mertuanya


"heh,apa yang akan kamu lakuka nafiza,"memitas hidung menantunya itu.

__ADS_1


Terjadi keakraban dimeja makan,mertuanya mengakrabkan diri dan mulai nyaman dengan nafiz,meski nafiza belum lama menjadi menantunya.mereka pun berpindah menuju ruang tv.tiba tiba hp mama mulai berdering,mengangkat telpon dan mulai berbicara.


"halo digta,kamu belum pulang nak,kamu dimana?tanya ibunya khawatir.


"maaf bu sepertinya aku plang malam,aku mau kekafe sama ikbal,"menjadikan sepupunya sebagai alasan


"untuk apa ke kafe?kaliankan bisa minum kopi dirumah...


Nafiza menggeleng,meminta hp dari mamanya


"halo digta,kau mau pergy?pergilah,telat pulang juga gapa","tertawa dihadapan mamanya.


"kau,mana mama?aku mau bicara sama mama,dasar tidak sopan."sahut digta kesal.


"bahkan aku dan ibu sedang asyik mengobrol,kau mengganggu saja!"mematika hp tanpa persetujuan digta dan tertawa.


"maaf ma,aku tidak bermaksud kurang ajar,"kata nafiza lirih


"dulu mama dan papa nafiz tidak pernah melarang,mereka percaya pada nafiz,itu yang membuat nafiz nyaman sama mama dan papa.lagy pula digtakan sudah besar ma."mulai menjelaskan kepada mertuanya.


"hemz,sekarang mama tau kenapa orang tuamu sangat menyayangimu,"membelai rambut nafiza lembut.


Mulai terdengar cerita pendek nafiza kepda mertuanya,menceritakan deretan kejadian yang terjadi hari ini,menunjukan sifat manjanya dibalik ketomboyannya..


Sementara digta memasang muka cemberutnya,


"apa yang diberikan wanita itu sma mama,kenapa mama bisa seakrab itu dengannya,"geruta digta sekali lagi


Suasana kantor mulai sunyi,hanya beberapa karyawan yang lembur,menyelesaikan pkerjaan mereka yang harus diseleseikan,ikbal masuk ruangan digta setelah melihat ruangannya masih menyala...


"hei,kau belum pulang?"menutup pintu yang masih terbuka

__ADS_1


"belum,malas...."mengeryitkan wajahnya


"malas,harusnya pengantin baru itukan semangat.hahaha


"berisik kau,bahkan baru sehari menikah saja aku sudah sangat kesal padanya."melempar bolpoin yang dipegang kearah ikbal


"kenapa begitu,"menatap digta dengan senyuman tipis


"bayangkan saja,baru menikah dia sudah berani menginjak kakiku seperti ini,"memperagakan gerakan nafiza saat menginjaknya,bahkan dia menyuruhku tidur disofa semalaman,"menggebrak meja didepannya.


"hahaha," merasa lucu melihat wajah kesal digta


"heh,kenapa kau ketawa,kau pikir ini lucu,"menendang kaki ikbal keras.


"hahaha,iya kau sangat lucu digta,hahah,"tertawa lagi.


"menyebalkan kau,bahkan dia memanggilku jambu air,membandingkanku dengan jambu air


"kenapa dia membandingkanmu dengan jambu air?" mulai meneguk minum yang dibawa.


"katanya aku baik diluar tapi ternyata menyebalkan,"kata digta mulai gusar


"hemz sudah sudah jangan begitu,dari benci jadi cinta lho.hahaha,"meledek digta sambil menepuk bahunya.


"apa kau bilanga,cinta....!bahkan memikirnyapun aku tidak mau


Ikbal menggeleng gelengkan kepalanya.menarik nafas dan mulai minum lagy.


" aku jadi penasaran dengan wanita itu,mana bisa dia bisa membuat digta sekesal itu.setauku digta itu sangat cuekkan!tapi kali ini dia bisa terpancing,"penasaran dalam hatinya.


ikbal memang blum pernah melihat nafiza,karna saat nafiza dan digta menikah dia tidak hadir karna kunjungan keluar kota.

__ADS_1


__ADS_2