perjodohan yang berakhir kasih

perjodohan yang berakhir kasih
jalan jalan berdua


__ADS_3

hari tlah berganti hari,kini nafiza sudah mulai terbiasa dengan digta,meluangkan waktu untuk sekedar jalan jalan dengan digta.walaupun hal itu masih dilakukan diluar kantor.waktu itu setelah seharian beraktifitas mereka memutuskan untuk makan berdua disebuah mall,mereka melajukan mobil beriringan ,memarkirkan mobil ditempat yang bersampingan.tampak tanggan digta menggandeng tangan nafiza dengan penuh bahagia,begitu juga dengan nafiza yang melangkahkan kaki tanpa beban,mereka tetlihat senang,semua orang yang melihatnya ikut tersenyum mewakili kebahagiaan digta


"digta kita mau makan apa?,aku sudah lapar!"kata nafiza melirik beberapa menu makan disekelilingnya


"kau mau apa?kta digta melirik nafiza


"kenapa malah tanya aku,"nafiza mulai melotot


"emz,kita liat liat makanan lain ja yuk,"mengajak nafiza kembali berkeliling


Asyik berkeliling,keluar masuk toko.membelikan barang barang yang nafiza anggap tidak penting.nafiza mulai melirik digta,merasa kesal karna digta hanya berkeliling tanpa melihat makanan yang berjejeran.


"digta,kau ini menybalkan!kenapa kau malah mondar mandir ke toko sih,kitakan mau makan,"berhenti melepas tangan digta


"hahaha,jadi kau beneran lapar ya!"mengubrak abrik rambut nafiza yang terurai


"ah,tentu saja,dari tadi aku belum makan tau,"kata nafiza cemberut


"baiklah,ayo kita makan ,kau mau makan apa?"menarik tangan nafiza menuju stan makanan


"nah gitu dong,kenapa ga dari tadi!!kata nafiza jengkel


Mereka mulai berjalan,memilih beberapa makanan dan minuman membawanya ketempat duduk.nafiza sengaja memilih tempat yang paling pojok,karna bisa lebih leluasa mengobrol


"digta mau tidak,ini enak lho"kata nafiza menyodorkan pempek,salah satu menu yang diminta nafiza.

__ADS_1


"mau dunk,mana akkkk?"membuka mulut minta disuapi


"makan sendiri,dasar anak manja"kata nafiza ketus


"kau ini,kenapa tidak bisa romantis sedikit sih,"mengeryitkan wajahnya


"kaukan cewek jadi jadian yan,"mana bisa romantis,"kata digta melirik nafiza


"heh,kenapa kau mengataiku seperti itu lagy,menyebalkan"mulai merengut


"makanya suapi aku,cepat,"membuka mulutnya lagy


"tidak mau,kau tidak lihat,disini banyak orang tau,"kata nafiz melirik orang orang disekitarnya


"hih,kau ini!aku malu tau,"kata nafiza mulai merah mukanya


Beberapa waktu mereka saling bersuapan,terlihat akrab dengan tawa mereka,hampir menghabiskan beberapa makanan pesanan mereka.kini nafiza sudah mulai kekenyangan ,sesekali menyentuh perutnya dan menggeleng gelengkan kepalanya.digta hanya bisa tertawa melihat gaya kekenyangan istrinya


"digta habiskan ini,aku sudah kenyang,"memperlihatkan perutnya yang buncit


"ogah,habiskan makananmu!siapa suruh memesan sebanyak ini,"digta mulai tertawa,menyodorkan semangkok bakso aci dihadapn nafiza


"enggak,udah kenyanga,"menyenderkan badan ke kursinya


"cepat habiskan makananmu,aku masih ingin berkeliling lagi tau,"kata digta meldek

__ADS_1


"mau beli apa lagy sih,"kata nafiza kesal


"ayo kita beli baju lagi,bajumu sedikit sekali,hanya itu itu saja yang dipakek,bosen ngliatnya" kata digta menggoda nafiz


"apa,beli baju lagy,enggak mau!!!kau tidak lihat ini,mau berapa banyak lagi baju yang mau kau beli,"menunjuk beberapa tas belanja yang mulai penuh


"ah,jgan banyak komentar!ayo cepet jalan,"menarik nafiza mulai menjauh dari stan makanan


"digta,kenapa buru buru sih!makananku blum turun keperut,"kata nafiza melepas tangan digta


Digta tidak perduli dengan perkataan nafiza,menarik tangan nafiza dan mulai berkeliling toko lagy.digta tersenyum,tidak ingin melepas tanga nafiza semenitpun.mereka berjalan beriringan,bercanda sesuka hati tanpa rasa canggung.mulai merasa nyaman satu sama lain.


Tak disangka ternyata ada seorang pria yang sedari tadi mengikuti digta dan nafiza,memasang muka kecutnya yang terlihat sangat marah.terus melangkahkan kaki agak sedikit jauh agar tidak dipergoki.siapa lagy kalau bukan david,yang sengaja membuntuti nafiza dari kanto magangnya.hanya memaki dalam mobil tanpa ada yang mendengar


"sialan,jadi sekarang nafiza benar benar sudah sedekat ini sama suaminya"maki david dalam hati


"brengsek,bahkan dia berani menggandeng nafiz seperti itu,"menatap tajam kearah digta


"tidak akan kubiarkan nafiza jatuh ditanganmu,brengsek!kata david memaki lagi dalam hati


David terus melangkahkan kaki dibelakang nafiza.menahan amarah melihat kebahagiaan wanita yang dicintainya,merasa iri dengan digta.mulai memutar otaknya,mencari cara cara jahat yang tak masuk akal.


Haripun mulai larut malam,saatnya nafiza dan digta pulang kerumah setelah puas membeli barang barang yang diinginkan,melangkahkan kaki menuju parkiran tanpa melepas gandengannya,mulai masuk mobil masing masing melajukan mobil beriringan.senyum digta mulai terlihat.semakin hari semakin merasa bahagia,mulai tidak rela jika tidak bertemu istrinya setiap hari.


Saat sampai dirumah mereka langsung masuk kamar,membersihkan badan masing masing.nafiza berbaring mulai tersandar dalam pelukan digta,sepertinya ini memang sudah jadi kebiasaan baru mereka,menyempatkan beberapa obrolan dan tertidur tanpa melepas pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2